Oh My Introvert Husband

Oh My Introvert Husband
Mudah lapar



Pagi ini Alea berangkat ke kampusnya lebih pagi dari hari-hari sebelumnya. Pagi ini Alea berniat untuk keperpustakaan bersama Cika dan Maudy untuk mencari beberapa buku yang mereka butuhkan sebagai referensi tugas mereka yang akan dikumpulkan dua hari lagi.


Alea melihat ke arah parkir yang masih kosong tanpa ada satupun kendaraan di sana. "Ternyata gue datang kepagian." Gumam Alea. Kemudian memarkirkan mobilnya di tempat biasa ia parkir.


Alea menatap sekeliling kampusnya yang masih sepi. Beberapa pintu ruangan kelas pun belum dibuka karena jam perkuliahan terbilang masih lama akan dimulai. Jenuh menunggu di dalam mobil, Alea pun memutuskan untuk keluar dari dalam mobilnya menuju salah satu kursi yang terletak tidak terlalu jauh dari parkiran.


"Cika dan Maudy lama banget sih!" Gerutu Alea saat para mahasiswa lain mulai berdatangan.


Kruk


Suara perutnya yang berbunyi mengalihkan kekesalan Alea pada dua sahabatnya. "Huh... Gue udah lapar lagi aja... Padahal tadi pagi makan gue cukup banyak. Sejak hamil kenapa gue sering kelaparan gini." Gumam Alea mengelus perutnya. Alea pun mengeluarkan kotal bekal yang ia bawa dari dalam tasnya.


Saat sedang menikmati roti bakar di tangannya, Alea dikejutkan oleh kedatangan Cika dan Maudy secara tiba-tiba.


"Makan terus nih bumil!" Ucap Cika mendudukkan tubuhnya di samping Alea.


Alea mengelus dadanya kemudian melanjutkan makannya. "Ngagetin aja lo! Kalau anak-anak gue kaget di dalam sana gimana!" Sungut Alea setelah satu potong roti habis di dalam mulutnya.


Cika tertawa. "Lebey banget sih cuma gitu doang." Ucapnya tertawa jenaka.


Alea memutar bola matanya jengah.


"Btw pelanin suara lo dong. Kalau anak-anak yang lain dengar gimana?" Maudy menepuk lengan Cika yang tadi sempat mengatakan bumil pada Alea.


"Iya-iya... Lagian suara gue kan cukup pelan!" Balas Cika.


Maudy mendengus.


"Udah-udah. Mending kita langsung ke perpustakaan sebelum rame." Ajak Alea.


Maudy dan Cika mengangguk menyetujui.


Setelah menghabiskan waktu lebih kurang dua jam di dalam perpustakaan, Alea pun mengajak Cika dan Maudy untuk ke kantin karena perutnya sudah berbunyi terus menerus.


"Lo lapar lagi, Lee?" Tanya Cika yang dengan cepat diangguki Alea.


"Laper banget ini..." Keluh Alea mengelus perutnya.


"Kenzo..." Panggil Alea sambil berjalan tergesa-gesa ke arah Kenzo.


"Alea..." Ucap Kenzo sedikit terkejut saat Alea sudah berada di depannya.


"Lo bawa apa?" Kepala Alea menunduk melihat makanan yang ada di dalam plastik bewarna bening itu.


"Oh ini..." Kenzo mengangkat plastik itu di depan wajah Alea. "Ini burger baru gue beli di depan kampus. Enak banget burgernya. Jadi gue ketagihan." Ucap Kenzo. Hubungan Kenzo dan Alea masih terjalin baik-baik saja walau Kenzo sedikit terluka karena cintanya harus bertepuk sebelah tangan. Namun Kenzo sedikit lega karena Alea tidak jatuh ke tangan pria yang salah.


Air liur Alea hampir menetes melihat betapa nikmatnya burger itu jika masuk ke dalam mulutnya. "Buat gue boleh?" Ucap Alea tiba-tiba.


Cika dan Maudy seketika terbelalak mendengar ucapan frontal Alea. "Alea..." Memukul pelan lengan Alea. Namun Alea tak menghiraukannya.


"Lo beneran mau ini?" Tanya Kenzo lagi yang dengan cepat diangguki Alea.


Tak jauh dari tempat mereka berada, seorang pria yang baru saja keluar dari dalam kelasnya nampak mengetatkan rahangnya saat melihat adegan yang membuat dadanya bergemuruh.


***


...Mau lanjut lagi? Kencengin komen dan votenya yuk!...


Sambil menunggu cerita Alea dan Aidan update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.


- Hanya Sekedar Menikahi (On Going)


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya☺