
"Apa ucapan kata cinta itu lebih penting dari pada perbuatan yang menunjukkan jika aku benar-benar mencintaimu?" Aidan kembali menghapus genangan air mata yang sudah kembali terjatuh di pipi mulus istrinya.
Alea hanya diam dengan isakan kecil keluar dari bibir mungilnya.
"Alea... Sayang..." Aidan menangkup kedua tangan Alea dan menciumnya berkali-kali. Kemudian mengarahkan wajah Alea agar menatap ke arahnya. "Dengarkan ini baik-baik." Menatap dalam kedua bola mata Alea.
"Alea... Aku memang bukanlah pria yang bisa kau banggakan dengan segala sikapku yang serba kekurangan ini. Aku juga bukanlah pria yang romantis seperti yang kau harapkan. Aku hanyalah pria yang minim ilmu tentang membahagiakan pasangannya. Namun harus kamu ingat istriku... Bahwa aku selalu berusaha untuk membahagiakanmu selama aku masih bisa bernafas dan aku masih diberi kesempatan untuk berada di sampingmu." Tutur Aidan mengarahkan jemari Alea ke bibirnya kemudian mengecupnya.
"Aku mencintaimu, istriku... Aku mencintai kallian..." Ucap Aidan bangkit mengecup kening Alea kemudian beralih pada perut Alea yang sudah membuncit. "Daddy sangat mencintai kalian." Bisik Aidan di perut Alea.
Alea tak dapat membendung air matanya. Tanpa basa-basi, Alea pun segera menghambur ke dalam pelukan yang selama ini ia rindukan.
"Aku juga mencintaimu, suamiku..." Balas Alea dengan terisak di dalam pelukan Aidan.
Aidan melebarkan senyumannya dan tak hentinya mengecup puncak kepala istrinya.
*
"Sayang... Kenapa kamu belum juga tidur?" Ucap Aidan mengelus kepala Alea yang kini bersandar di dada bidangnya. Setelah melewati drama panjang, akhirnya sepasang suami istri itupun saling memaafkan satu sama lain dan belajar membuka lembaran baru yang lebih baik.
"Entahlah... Namun saat ini aku hanya ingin berada dipelukanmu." Ucap Alea dengan suara manja. Setelah berbaikan, Alea dan Aidan juga memutuskan untuk mengganti panggilan mereka menjadi aku dan kamu.
Aidan terkekeh kemudian menanamkan ciuman bertubi-tubi di puncak kepala istrinya.
"Aku akan terus memelukmu hingga lelah. Namun saat ini kamu harus tertidur, karena besok pagi kita akan ada kelas pagi." Ucap Aidan mengingatkan istrinya.
Alea pun akhirnya mengangguk. Lagi pula jadwalnya besok hari di kampus cukup banyak dan melelahkan. Aidan pun terus mengelus kepala istrinya hinga Alea benar-benar tertidur pulas. Tak lama melihat Alea tertidur, Aidan yang sudah kelelahan pun turut tertidur dan bergabung bersama Alea di alam mimpi.
Mentari pagi yang bersinar terang menyinari bumi menyambut pasangan yang masih bergulung di dalam selimut sambil berpelukan. Alea yang sudah lebih dulu bangun mentap indahnya mahakarya ciptaan tuhan di hadapannya saat ini.
"Kau benar-benar tampan, pantas saja banyak wanita di luar sana yang sangat ingin memangsamu menjadi milik mereka." Gumam Alea menyusuri wajah Aidan dengan jemarinya.
Alea terus mengamati wajah Aidan hingga tanpa sadar jika sang pemilik wajah sudah terbangun dan menatapnya dengan tersenyum.
"Ai-aidan... Kau sudah bangun..." Cicit Alea dengan rona merah mulai menyembul di kedua pipinya.
Ini sungguh memalukan!
Aidan mengangguk. "Apa kau sudah puas menelusuri ketampanan suamimu ini, hem?" Goda Aidan dengan menampilkan senyuman menyebalkan di wajah Alea.
"Aidan..." Alea yang merasa malu pun menutupi wajahnya dengan selimut.
Aidan merasa gemas. Ia pun membuka selimut yang menutupi wajah cantik istrinya kemudian mencium kening Istrinya lama.
"Terimakasih telah memaafkanku, sayang... Aku berjanji akan berusaha menjadi suami yang lebih baik lagi untukmu." Ucap Aidan dengan tulus.
Alea membalas perkataan suaminya dengan kembali masuk ke dalam pelukan suaminya. Ia juga tidak menyangka bisa memaafkan kesalahan suaminya semudah ini. Namun jika mengingat pesan yang disampaikan Mama Zaskia, membuat Alea sadar jika di dalam rumah tangga itu tidak ada suami atau pun istri yang sempurna. Dan jika di salah satunya ada yang berbuat salah, lebih baik berusaha memperbaikinya dengan cara berbicara dari hati ke hati dari pada memperpanjang masalah.
***
Sambil menunggu cerita Alea dan Aidan update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.
- Hanya Sekedar Menikahi (On Going)
- Serpihan Cinta Nauvara (End)
Jangan lupa beri dukungan dengan cara
Like
Komen
Vote
Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya☺