Oh My Introvert Husband

Oh My Introvert Husband
OMIH-50



Dentuman musik yang cukup keras menemani obrolan empat orang manusia yang kini tengah duduk di hadapan meja bundar. Aksa dan Leo terlibat percakapan yang cukup serius. Sedangkan Aidan hanya fokus pada ponselnya yang kini menampakkan wajah istrinya.


Beberapa menit yang lalu Alea memang mengupload foto liburannya bersama Cika dan Maudy saat di Bali. Di foto itu Alea nampak berpakaian cukup minim yang membuat Aidan mengetatkan rahangnya. Ia sungguh tidak suka melihat keindahan tubuh istrinya dilihat banyak orang. Apa lagi banyak kaum laki-laki yang mengomentari foto istrinya itu dengan berbagai pujian.


Gerak-gerik Aidan itu tak lepas dari pandangan Velissa yang sedari tadi memperhatikan Aidan. Namun sialnya Velissa tidak dapat melihat dengan jelas foto siapa yang kini tengah ditatap oleh Aidan itu. Velissa merasa geram. Karena tidak biasanya Aidan terlalu lama melihat postingan yang lewat di beranda sosial medianya.


Tangan Velissa terkepal erat di bawah meja. Kini jarinya berselancar di atas layar ponselnya. Setelah mengirimkan pesan pada orang di seberang sana, Velissa pun menutup kembali aplikasi pesannya. Tak lama minuman mereka pun datang. Aksa dan Leo yang sudah kehausan langsung menyambar minuman mereka. Sedangkan Aidan masih asik mengamati setiap postingan istrinya yang kini menarik perhatiaanya.


"Liatin apa sih lo?" Tanya Leo yang merasa Aidan sedari tadi hanya sibuk dengan ponselnya.


"Wess... Ini bukannya anak baru yang suka nabrak lo itu?" Ucap Aksa saat melihat foto yang masih terbuka di ponsel Aidan. "Siapa sih namanya? Ah iya... Lea.... Alea..."


"Wah... Wah... Wah... Jangan bilang kalau lo suka sama cewek bar-bar itu?" Cibir Leo.


Velissa yang mendengarkan ucapan mereka pun sontak melihat ke arah ponsel Aidan. Dan benar saja. Jika foto yang dari tadi diperhatikan Aidan adalah foto Alea. Anak baru yang pernah bertemu dengannya di toilet waktu itu.


Sial! Umpat Velissa dalam hati. Namun bibirnya tersenyum miring saat mengingat rencananya kali ini.


"Apaan sih!" Aidan langsung mematikan layar ponselnya. Merasa jengah dengan godaan dua sahabatnya, Aidan pun menyambar minuman yang sedari tadi diabaikannya.


Bagus. Batin Velissa berteriak melihat Aidan meneguk habis minumannya.


Tak lama obrolan Aksa dan Leo pun kembali ke topik awal. Mereka memang tengah membahas urusan bisnis yang sedang mereka mulai. Berbeda dengan Aksa dan Leo, kini Aidan merasakan hawa panas dan aneh pada tubuhnya.


Aidan memejamkan matanya ketika merasakan tubuhnya sudah mulai menegang. Aidan bukan orang bodoh yang tidak tahu apa yang dirasakannya saat ini.


Sial! Siapa yang berani-beraninya menaruh obat sialan itu di minuman gue! Maki batin Aidan.


"Wajah lo kenapa?" Tanya Aksa melihat wajah Aidan yang sudah berkeringat.


"Gue gak apa-apa. Kalian lanjut aja." Ucapnya yang hendak buru-buru pergi.


"Gue juga mau ke kamar mandi." Velissa pun ikut beranjak dari kursinya.


Tanpa mendengar ucapan Velissa, Aidan bergegas menuju kamar mandi dengan menahan rasa panas di tubuhnya.


"Kamu kenapa Aidan?" Tanya Velissa pura-pura dalam perahu saat berada di depan pintu kamar mandi.


"Gue gak papa. Lo duluan aja." Ucap Aidan.


Bukannya menjawab ucapan Aidan, Velissa justru semakin mendekatkan tubuhnya pada Aidan. "Kamu yakin tidak apa-apa?" Tanya Velissa dengan suara parau.


***


Sudah beri dukungan buat hari ini belum?


Like


Komen


Votenya!:)