Oh My Introvert Husband

Oh My Introvert Husband
Kericuhan



"Alea sedang mengandung?" Ulang Bu Dewi dengan kedua bola mata membulat sempurna.


Seketika ruangan sekretariat organisasi itu pun ricuh oleh cemoohan para mahasiswa pada Alea setelah mendengarkan ucapan anak Bu Dewi.


"Sekalinya murahan tetap aja murahan!" Cibir Velissa dengan tersenyum sinis.


"Bener banget. Dari awal juga udah kelihatan jika dia itu bukan cewek baik-baik!" Timpal teman wanita Velissa.


"Jaga mulut lo baik-baik, ya!" Amuk Cika yang sudah muak mendengarkan cemoohan orang-orang kepada sahabatny. Cika pun bangkit dari posisinya kemudian mendekat pada Velissa.


"Lo mau marah? Lo mau protes atas ucapan kita?" Cibir Velissa menaikkan sebelah alis matanya.


"Lo jangan asal fitnah kalau tidak tahu kejadian yang sebenarnya!" Cecar Cika menatap nyalang Velissa.


"Jaga ucapan lo atau gue gak segan-segan buat robekin mulut kotor lo!" Timpal Maudy yang sudah merasa geram.


Seketika pun semakin ricuh oleh perdebatan Cika, Maudy dan Velissa.


Alea yang sudah tersadar dari pingsannya itu nampak menangis mendengarkan cacian orang-orang kepadanya.


"Cika... Maudy.... Udah..." Isak Alea mencoba bangkit dari berbaringnya.


Anak Bu Dewi yang melihat pergerakan Alea pun sontak membantu Alea untuk bangkit.


"Gue itu ngomong kenyataan. Lalu apa namanya wanita yang hamil di luar nikah kalau bukan murahan!" Tekan Velissa di akhir ucapannya.


"Lo...." Cika yang sudah merasa geram pun menarik rambut Velissa kemudian menjambaknya.


"Lepasin!" Amuk Velissa mencoba melepaskan jambakan tangan Cika di rambutnya. Kedua teman wanita Velissa pun turut membantu melepaskan jambakan Cika di rambut Velissa. Sedangkan Maudy berusaha membantu Cika agar tetap menjambak rambut Velissa.


Suasana pun semakin ricuh hingga menarik perhatian mahasiswa lain yang baru saja keluar dari dalam kelasnya.


"Hiks... Hiks..." Alea yang melihat kedua sahabatnya mencoba membelanya pun tak bisa menahan laju air matanya.


"Cika... Maudy... Velissa.... Cukup!" Perintah Bu Dewi dengan suara sedikit meninggi.


Cika, Maudy dan Velissa pun sontak menghentikan aksi mereka. Kemudian saling menatap dengan tajam.


"Apa benar yang dikatakan putri saya jika saat ini kamu tengah mengandung, Alea?" Tanya Bu Dewi pada Alea yang masih terus menangis.


"Hiks... Hiks..." Alea semakin terisak seakan keadaan tengah memojokkannya.


"Alea... Ibu tanya sekali lagi. Apa benar yang dikatakan putri saya jika saat ini kamu tengah mengandung?"


Alea menangguk lemah tanpa suara.


Bu Dewi menggeleng. "Ibu benar-benar kecewa dengan kamu, Alea." Bu Dewi menghela nafas panjang. "Kamu belum sampai satu semester kuliah Alea... Tapi kamu sudah membuat malu orang tua kamu dan kampus ini dengan hamil di luar nikah." Bu Dewi menatap Alea penuh kekecewaan.


"Makanya jadi cewek itu jangan murahan!" Hardik salah satu teman sekelas Alea yang memang tidak menyukai Alea.


"Bener. Jangan sok kecantikan lain kali!" Timpal yang lainnya.


"Gue gak nyangka jika mantan kekasih sahabat gue sedang mengandung anak haram! Gue yakin jika saat ini Aidan pasti sangat merasa menyesal karena pernah memilih lo menjadi kekasihnya. Untung saja saat ini Aidan sudah sadar dari kesalahannya dan meninggalkan lo. Jika tidak, bisa-bisa Aidan menjadi imbas akan tuduhan lo yang mengatakan Aidan adalah ayah dari anak haram yang sedang lo kandung." Cecar Velissa yang sudah berada dekat dengan Alea.


"Anak siapa yang lo bilang anak haram?" Suara bariton yang terdengar dari belakang tubuhnya membuat tubuh Velissa menegang.


.


Sambil menunggu cerita Alea dan Aidan update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.


- Hanya Sekedar Menikahi (On Going)


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya☺