Oh My Introvert Husband

Oh My Introvert Husband
Menghindar



Sudah satu bulan beralalu sejak Aidan mengetahui perbuatan konyol yang dilakukan Velissa untuk mendapatkannya. Sejak itu pula Aidan selalu menjaga jarak pada Velissa. Ia tidak ingin Velissa terus saja mengharapkan cintanya yang tak mungkin terbalas.


Bukannya Aidan tak ingin memberikan pelajaran pada wanita itu. Namun ketika mengingat jika sedari kecil mereka selalu bersama membuat Aidan merasa berat untuk melakukannya. Lebih baik ia menjaga jarak dengan Velissa. Pikirnya.


Aidan baru saja keluar dari dalam ruangan dosen setelah mendapatkan materi yang akan ia sampaikan nanti untuk menggantikan jadwal mengajar dosennya. Di tengah jalan Aidan menghentikan langkahnya ketika melihat seseorang yang sangat dikenalinya kini tengah tertawa lepas dengan dua sahabatnya di depan kelas mereka. Bibir Aidan tertarik ke samping melihat senyum semanis madu itu.


Senyuman itu akhirnya tak bertahan lama saat seseorang memegang lengan wanitanya. Ya wanita itu adalah Alea istrinya. Rahang tegas Aidan nampak mengeras saat pria itu tak kunjung melepaskan tangannya dari tangan istrinya. Ingin sekali Aidan menghajar pria yang sudah berani menyentuh wanitanya itu. Namun Aidan sadar jika saat ini mereka berada di kampus dan orang-orang belum mengetahui statusnya saat ini.


"Menung aja bro?" Tepukan di bahu Aidan membuat pandangannya terputus.


Aidan menatap tajam Aksa dan Leo yang yang tengah nyengir tanpa dosa di hadapannya.


"Santai bro..." Seru Aksa nyengir sambil bergidik ngeri.


Aidan mendengus. Kemudian kembali melanjutkan langkahnya.


"Aidan kenapa?" Tanya Aksa merasa bingung.


Leo pun mengarahkan pandangan pada Alea dan sahabatnya.


"Cemburu kali." Jawab Leo yang diangguki Aksa saat melihat Kenzo berada di dekat Alea.


"Bisa cemburu juga dia?" Seloroh Aksa.


"Bisa lah bege! Lo kira-kira juga lah. Alea itu kan istrinya." Tekan Leo. Sejak saat Aidan mengetahui jika Velissa adalah dalang yang menyuruh pelayan klab memasukkan obat ke dalam minumannya, Aidan sudah menceritakan pada dua sahabatnya jika Alea adalah istrinya.


Aksa terkekeh. Mereka pun kembali melanjutkan langkah menuju kelas.


***


"Aidan..." Panggil Velissa lagi kemudian memegang lengan pria itu.


"Ada apa?" Tanya Aidan dingin.


"Gue mau bicara sama lo Aidan." Lirih Velissa yang lagi-lagi mendapatkan tatapan dingin Aidan.


"Gue gak bisa. Lo gak liat kalau gue mau ngajar?"


"Habis lo selesai ngajar?"


"Gue juga gak bisa."


"Lo kenapa seperti menghindari gue? Gue salah apa sama lo, Aidan?" Lirih Velissa dengan mata berkaca-kaca.


Aidan lagi-lagi menghela nafasnya. "Maaf gue harus ngajar dulu." Ucap Aidan kemudian masuk ke dalam kelas.


Tangan Velissa terkepal melihat sikap Aidan yang dingin kepadanya. Velissa pun mengudap kasar air matanya yang terjatuh kemudian berlalu dari kelas itu. Ia harus mencaritahu apa penyebab Aidan berubah kepadanya. Jika karena kejadian malam itu rasanya tidak mungkin. Karena Velissa sudah membungkam mulut pegawai klab itu dengan uang yang tidak sedikit. Velissa tidak tahu saja jika Aidan sudah mengetahui kebenarannya.


"Suami lo tuh..." Ucap Cika pada Alea yang sibuk dengan lip di tangannya bahkan tak menyadari jika Aidan sudah masuk ke dalam kelas.


"Alea..." Maudy pun ikut menyenggol lengan Alea yang tak kunjung berhenti mengoles lip di bibirnya.


"Apaan sih?" Gerutu Alea merasa terganggu.


*