
"Ya udah ini buat lo." Kenzo memberikan burger di tangannya pada Alea.
Kedua bola mata Alea nampak berbinar. "Beneran boleh buat gue?" Tanyanya tak sabar.
Kenzo terkekeh kemudian mengangguk. "Ambil, nih!" Ucapnya seraya menyodorkan burger yang masih hangat itu pada Alea.
Alea menerimanya. "Terimakasih!" Serunya melebarkan senyumannya.
"Kenapa gemes banget sih lo!" Kenzo pun spontan mengacak rambut Alea.
Alea sempat terdiam sebelum menampilkan senyum manis ya pada Kenzo. Sedangkan Cika dan Maudy menggelengkan kepala melihat tingkah Alea yang semakin seperti anak kecil hari ke hari.
"Gue makan ini dulu ya sebelum ke kantin." Pinta Alea mengedipkan kedua matanya pada Cika dan Maudy. Cika dan Maudy mengangguk. Lalu mengajak Alea untuk dudui di kursi yang ada di dekat mereka.
"Enak banget, ya?" Tanya Kenzo sedikit terkekeh melihat makan Alea yang begitu lahap. Bahkan noda saos nampak tersisa di sudut bibir Alea.
Kepala Alea mengangguk. "Enak banget... Saosnya juga melimpah!" Seru Alea.
"Mau lagi?" Tawar Kenzo.
Alea dengan cepar mengangguk. Cika dan Maudy pun sontak memukul lengan Alea.
"Emh... Gue lanjut makan di kantin aja." Lirih Alea merasa tidak enak dengan sikapnya.
Melihat wajah sendu Alea, Cika dan Maudy menghela nafas panjang.
"Cik, Lo dan Alea duluan aja ke kantin. Biar gue dan Kenzo ke depan beli burger buat Alea." Ucap Maudy.
Wajah sendu Alea seketika kembali ceria. Ia sudah membayangkan betapa nikmatnya satu burger lagi masuk ke dalam mulutnya.
*
Kedatangan Maudy dan Kenzo ke dalam kantin membuat kedua bola mata Alea berbinar. Tidak sesuai perkataannya tadi, ternyata Maudy membelikan tiga burger lagi untuk Alea.
"Semuanya buat gue?" Ucap Alea sumringah.
Maudy mengangguk seraya tersenyum. "Habis gak nih masuk ke dalam mulut lo?"
"Habis kok. Tenang aja!" Seru Alea. Kemudian tangannya terulur mengambil tiga kotak burger yang diberikan Maudy.
"Gue duduk dimana ini?" Tanya Kenzo karna Maudy duduk di kursi samping Cika.
"Beneran gak masalah?" Tanya Kenzo pada Alea.
Alea mengangguk tanpa menjawab. Karena saat ini ia hanya fokus pada burger di tangannya.
Beberapa menit berlalu, Alea masih fokus pada burger di tangannya. Hingga ia tak menyadari dengan kehadiran Aidan masuk ke dalam kantin bersamaan dengan Kenzo yang hendak membersihkan sudut bibir Alea yang terkena noda saos.
"Gak ada yang mau ambil makanan lo. Pelan-pelan aja kali." Goda Kenzo tanpa menyadari jika seseorang kini menatap nyalang padanya.
Alea hanya terkekeh dan kembali menikmati burger terakhir di tangannya. Tak lama burger di tangan Alea terjatuh begitu saja saat seseorang tiba-tiba menarik tangannya.
"Aidan..." Ucap Alea terkejut melihat suaminya di sana.
"Ikut gue!" Titah Aidan tanpa mengalihkan pandangannya dari Kenzo.
"Lepasin! Gara-gara lo burger gue jadi jatuh!" Gerutu Alea berusaha melepas cekalan tangan Aidan di tangannya.
"Lo jangan kasar dong sama cewek!" Kenzo yang merasa tak terima dengan perlakuan Aidan pada Alea pun sontak berdiri.
"Lepasin tangan Alea!" Ucap Cika dan Maudy nyaris bersamaan. Mereka sungguh merasa marah melihat perlakuan Aidan pada Alea saat ini.
Aidan menulikan telingannya. Dengan gerakan cepat tubuh Alea kini sudah berada di dalam gendongannya sebab Alea memberontak tak ingin mengikuti langkahnya.
***
Sambil menunggu cerita Alea dan Aidan update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.
- Hanya Sekedar Menikahi (On Going)
- Serpihan Cinta Nauvara (End)
Jangan lupa beri dukungan dengan cara
Like
Komen
Vote
Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya☺