Oh My Introvert Husband

Oh My Introvert Husband
Garis dua



"Gue yakin kalau lo itu benaran hamil, Lea. Udah deh jangan halangi gue!" Maudy melepas cekalan tangan Alea di tangannya.


"Maudy... Dy..." Alea berteriak memanggil-manggil nama Maudy yang sudah hilang di balik pintu.


"Dia kenapa keras kepala sekali sih! Kan gue udah bilang kalau gue itu gak kenapa-napa!" Sungut Alea.


"Alea... Lo itu jangan keras kepala deh. Kalau yang dipikiran gue dan Maudy itu benar jika lo saat ini tengah mengandung bagaimana? Kita harus memastikan kebenarannya. Dan jika lo beneran hamil, lo harus ngecek kandungan lo ke dokter untuk mengetahui langkah apa yang harus lo lakuin kedepannya." Jelas Cika.


Alea mendesah. "Terserah kalian aja." Serunta kemudian kembali berbaring.


"Dasar kebo!" Kepala Cika menggeleng melihat Alea yang sudah tertidur kembali.


Lima belas menit menunggu, akhirnya Maudy pun kembali dengan membawa tiga buah tespeck dengan merek berbeda di tangannya.


"Lo beli banyak banget deh!" Cika mengambil tiga buah tespeck di tangan Maudy.


"Biar lebih akurat." Cetus Maudy. "Eh, nih anak kok malah tidur."


"Kan lo tau sendiri kebo banget sih dia akhir-akhir ini." Timpal Cika.


"Lea... Bangun..." Maudy mengguncang tubuh Alea.


"Berisik banget sih!" Sungut Alea menarik selimut sampai ke atas kepalanya.


Maudy pun sontak menarik kembali selimut Alea. "Lo cobain dulu ini tespeck yang gue bawa! Gak ngehargai banget sih lo!" Seru Maudy.


"Ish... Gue itu gak hamil, Maudy!" Tekan Alea.


"Lo itu pasti hamil, Lea. Udah deh ayo cek dulu!" Maudy dan Cika membantu Alea untuk berdiri.


Alea mendesah nafas kasar di udara. "Iya, iya. Lepasin tangan gue. Gue bisa jalan sendiri!"


Cika dan Maudy pun melepas tangan mereka.


"Ini gimana cara pemakaiannya?" Alea membolak-balikkan tiga buah tespeck di tangannya.


"Itu udah ada petunjuknya. Apa lo udah gak bisa baca?" Cibir Maudy.


Alea hanya diam dan kembali membolak-balikkan tespecknya.


"Ini loh, Lea!" Tekan Cika menunjuk pada petunjuk pemakaian.


"Iya gue tau. Gue cuma mau liat-liat aja kok!" Balas Alea kemudian masuk ke dalam kamar mandi.


"Alea bener-bener nyebelin ya Cik akhir-akhir ini!" Gerutu Maudy.


"Biasa, bumil!" Timpal Cika.


"Bener banget sih!" Balas Maudy


Mereka berdua pun terkekeh.


"Gimana kalau gue gak hamil? Mereka bikin gue takut tau gak!" Gerutu Alea memejamkan kedua matanya menanti hasil dari ketiga tespeck yang sudah ia gunakan.


Setelah cukup menunggu, Alea pun membuka kedua matanya menatap pada ketiga buah tespeck yang sudah ia angkat dari wadahnya. Rahang Alea nyaris terjatuh dengan mulut menganga menatap hasil dari ketiga buah tespeck itu.


"Gu-gue?" Alea tak dapat melanjutkan ucapannya. Sebelah tangannya menutup mulutnya yang terbuka sangking terkejutnya.


Dor


Dor


Dor


"Alea... Kok lama banget sih... Lo ngapain aja di dalam??" Pekik Cika dan Maudy dari luar kamar mandi


Ceklek


Pintu kamar mandi pun terbuka.


"Bagaimana hasilnya?" Tanya Cika dan Maudy hampir berbarengan.


Alea mengangkat tiga buah tespeck bergaris dua di tangannya ke depan wajah dua sahabatnya


"Lea.. Lo..." Cika menutup kedua mulutnya.


"Lo beneran hamil, Lea." Timpal Maudy.


"Alea..." Seru Cika dan Maudy kemudian dengan serempak memeluk tubuh Alea.


"Lo bakalan jadi ibu, Lea..." Seru Cika.


"Kita akan menjadi aunty, Cika." Timpal Maudy.


"Selamat ya, Lea..." Ketiga sahabat itu saling berpelukan dengan tersenyum lebar mengekspresikan kebahagiaan mereka.


----


Lanjut lagi gak?


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya☺