
"Lo masih kepikiran yang tadi?" Tanya Maudy pada Alea yang nampak lesu saat keluar dari dalam kelas.
"Enggak." Jawab Alea berbohong.
"Gue tau lo masih mikirn obrolan kita tadi 'kan?"
"Enggak, Maudy." Tekan Alea.
"Eh. Itu bukannya Kenzo?" Tanya Cika melihar Kenzo kini berjalan ke arah mereka dengan senyum tampannya.
Alea seketika melihat ke arah Kenzo. Pria itu kini nampak melebarkan senyuman ke arahnya.
"Hai, Lea..." Sapa Kenzo pada Alea.
"Eh. Hai..." Jawab Alea sedikit kaku.
"Lea aja nih? Kita-kita enggak?" Sindir Maudy pada Kenzo.
Kenzo terkekeh.
"Hai Cika... Hai Maudy..." Ucapnya merasa sungkan.
"Dah basi tau nggak?" Seloroh Cika.
Kenzo kembali terkekeh.
Cika dan Maudy serempak menatap wajah Kenzo yang nampak begitu tampan saat tertawa. Alea yang melihat kelakuan dua sahabatnya pun nampak malu.
"Ehmm." Deheman Alea berhasil membuat pandangan dua sahabatnya terhenti.
"Kalian mau kemana?" Tanya Kenzo memecahkan keheningan diantara mereka.
"Kita mau pulang. Kebetulan hari ini cuma ada dua mata kuliah." Jawab Alea. Sedangkan Cika dan Maudy memperhatikan interaksi antara keduanya.
"Gimana kalau kalian gak sibuk sebelum pulang kalian liatin angkatan kita tanding basket sore ini. Teman-teman yang lain juga udah pada dikasih tau." Tawar Kenzo.
"Gimana?" Tanya Kenzo kemudia karena Alea masih diam menimbang-nimbang.
"Boleh... Kebetulan kita lagi gak ada urusan apa-apa." Celetuk Maudy melihat Alea yang masih bimbang. "Sekalian cuci mata... Ya, gak, Cik?" Tanyanya pada Cika.
Cika mengangguk cepat. "Bener banget tuh, Dy! Kapan lagi coba" Kelakarnya.
"Jadi lo mau juga kan, Lea?" Tanya Kenzo lagi pada Alea karena wanita itu hanya diam saja.
"Boleh..." Jawab Alea seadanya.
"Oke. Gue pasti makin semangat kalau lo liatin." Selorohnya.
Alea hanya tersenyum tipis menanggapinya. Sedangkan Cika dan Maudy sudah tersipu mendengar ucapan Kenzo walau pun bukan untuk mereka.
Kenzo pun pergi dengan tersenyum lebar setelah memastikan Alea mau melihat pertandingan basketnya nanti.
"Kayanya Kenzo suka sama lo deh, Le." Ucap Cika setelah Kenzo menjauh dari pandangan mereka.
"Bener banget, tuh!" Timpal Maudy.
"Sok tau banget sih kalian! Tapi... Lagi pula siapa sih yang gak suka sama gue? Secara gue kan cantik." Balas Alea yang berhasil mendapat tepukan di dua bahunya oleh Cika dan Maudy.
Alea tertawa-tawa melihat reaksi sahabatnya.
"Pede gila..." Ucap Cika dan Maudy nyaris bersamaan.
Alea kembali tertawa.
*
"Rame banget sih yang liatin pertandingan mereka." Ucap Cika melihat kursi penonton yang sudah hampir penuh.
"Bener tuh. Liat aja tuh anak-anak SMA dari sekolah Kenzo dulu juga ikut nimbrung." Ucap Maudy menunjuk pada gerombolan anak SMA yang masih memakasi seragam sekolah mereka.
"Gue denger-denger Kenzo emang jadi idolah sih di sekolahnya dulu. Wajar aja banyak fansnya yang liatin." Timpal Cika karena siswa SMA yang menonton pertandingan Kenzo dominan para wanita.
"Eh itu ada kursi kosong tuh!" Ucap Alea yang sedari tadi mengedarkan pandangan mencari tempat duduk untuk mereka.
Mereka pun segera berjalan menuju kursi yang masih kosong sebelum diambil orang lain. Dan kebetulan kursi yang masih kosong itu berada di tengah sehingga mereka masih bisa dengan jelas melihat para pemain basket.
"Eh, bukannya itu Kak Aidan?" Ucap Maudy menunjuk pada Aidan yang kini sedang berbincang dengan para wasit.
"Eh, iya! Kak Aidan juga ikut tanding?" Ucap Cika melihat Aidan yang juga mengenakan pakaian basket saat ini.
*