Oh My Introvert Husband

Oh My Introvert Husband
Status baru



Pagi harinya Alea mengerjapkan matanya secara perlahan. Mulutnya menguap seraya meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku. Setelah kesadarannya terkumpul sempurna, Alea pun bangkit dari pembaringan.


"Sudah pagi." Gumamnya melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 6 pagi. Ekor matanya menelisik mencari keberadaan Aidan yang sudah tak terlihat di kamarnya. Karena tidak melihat keberadaan Aidan, Alea memutuskan untuk membersihkan wajahnya terlebih dahulu ke kamar mandi.


"Astaga... Gua masih make baju yang kemarin?" Ucapnya begitu terkejut kala menyadari penampilannya yang terlihat di cermin.


"Jorok banget sih gue. Gak mandi dulu sebelun tidur." Decaknya.


Alea menuruni anak tangga satu persatu. Aroma masakan mulai menyeruak masuk ke dalam indera penciumannya saat berjalan menuju dapur.


"Aidan?" Ucap Alea yang merasa terkejut melihat Aidan tengah mengaduk nasi goreng di dalam kuali.


"Lo bisa masak?" Alea nampak tak percaya. Hidungnya mengendus-ngendus aroma masakan nasi goreng yang terasa sangat wangi di hidungnya.


Aidan mengangguk tanpa memutar wajahnya. "Hanya sedikit." Balasnya.


"Harum banget..." Lirih Alea yang semakin memajukan wajahnya. Sontak tingkah Alea membuat Aidan dengan cepat menghalang wajah wanita itu dengan telapak tangannya sebelum wajah cantik itu mencium wajan panas.


"Ngeselin banget sih!" Gerutu Alea melepaskan tangan Aidan di wajahnya.


"Lagian lo mau ngapain, hem? Tunggu di meja aja. Gue udah mau siap." Pintanya.


Dengan sedikit memberengut, Alea pun menuju meja makan dan duduk di kursi menunggu Aidan yang sedang menuangkan masakannya di dalam mangkuk.


"Mandi dulu baru makan." Ucap Aidan meletakkan masakannya di atas meja makan.


"Gue jadi udah kelaparan cium aroma masakan lo. Sepertinya enak." Mengendus kembali aroma nasi goreng di dalam wadahnya.


"Jorok banget sih lo. Belum gosok gigi juga udah mau makan aja." Cibir Aidan.


Alea terkekeh kecil. "Iya deh iya. Gue mandi dulu."


Aidan tersenyum. Mengacak gemas rambut Alea yang sedikit berantakan.


"Maaf ya, harusnya kan gue yang nyiapin sarapannya." Sesal Alea.


Alea tersenyum dan membelai tangan Aidan yang masih bertengger di wajahnya.


*


"Aidan... Lo nampak kunci mobil gue gak?" Alea nampak panik saat tak melihat kunci mobilnya dimana-mana. Padahal ia ingat dengan jelas kunci itu ia letakkan di atas meja belajarnya setelah pulang kuliah kemarin.


"Ada sama gue. Mulai hari ini, lo akan berangkat ke kampus sama gue." Ucap Aidan sembari menyemprotkan parfum mahalnya di tubuhnya.


"Apa? Lo gila? Lo mau gue jadi bahan gunjingan satu kampus lagi?" Kesal Alea.


"Jangan buat hidup gue semakin sulit, Aidan..." Lirih Alea dengan wajah sendu.


Aidan mendekat pada Alea. "Mulai hari ini lo gak usah takut lagi dengan ucapan mereka. Karna hari ini lo udah resmi jadi pacar gue. Dan gue yakin jika orang-orang di kampus udah tau status lo saat ini."


"Apa? Resmi jadi pacar lo? Gue bahkan udah jadi istri lo Aidan?!" Decak Alea tak habis pikir.


"Jadi lo lebih memilih gue umumin pernikahan kita?" Aidan menaikkan sebelah alis matanya.


"Tidak, tidak, tidak." Tolak Alea dengan cepat.


"Gue udah mikirin apa yang terbaik untuk kita saat ini. Dan gue rasa status itu sudah cukup untuk hubungan kita saat ini di mata orang-orang agar mereka tidak lagi mengatai lo yang tidak-tidak." Jelas Aidan.


***


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya☺