
"Nah liat tuh!" Ucap Maudy melihat Aidan, Aksa, Leo dan Velissa datang memasuki kantin. Di sana Velissa terlihat sedang berbicara sembari tertawa sambil berjalan dengan Aidan.
Kenapa hati gue sakit banget sih liat mereka tertawa seperti itu.
"Agh..." Tiba-tiba Alea merintih kembali merasakan nyeri pada perutnya.
"Lo kenapa, Lea?" Tanya Cika dan Maudy nyaris bersamaan. Mereka berdua pun sontak berdiri dari kursi masing-masing.
Kehebohan yang mereka buat pun membuat Aidan dan teman-temannya melihat ke arah mereka.
"Perut gue sakit lagi..." Lirih Alea mencengkram ujung kemeja yang dikenakannya.
"Huh... Udah gak lagi..." Ucap Alea kemudian.
"Lo jangan bercanda deh, Le!" Celetuk Cika.
"Tadi beneran sakit."
"Beneran udah gak sakit lagi?" Tanya Maudy.
Alea mengangguk seraya tersenyum kecut.
"Ya udah deh ayo lanjutin makan lagi." Timpal Maudy.
*
Di meja lain dalam kantin.
"Kenapa tuh si Alea?" Tanya Leo menyenggol lengan Aidan yang masih menatap pada Alea.
"Paling juga lagi cari perhatian." Gumam Velissa menatap sinis pada Alea.
"Lo tadi bilang apa?" Tanya Leo yang sedikit mendengar ucapan Velissa.
Velissa mengedikkan bahunya. "Emangnya gue bilang apa? Perasaan gue gak bilang apa-apa." Elak Velissa.
Sedangkan Aidan tak memperdulikan ucapan dua sahabatnya karna kini ia masih menatap Alea tanpa berkedip.
"Kita jadi mau latihan basket nanti malam?" Tanya Aksa saat mereka sedang berjalan menuju kelas.
"Lo mau kemana Aidan?" Tanya Velissa begitu penasaran.
"Gue mau kemana itu bukan urusan lo." Ucap Aidan dengan datar.
Velissa nampak mengela nafas melihat sikap Aidan.
"Udah gak usah dimasukin hati ucapannya. Lo bukan satu tahun dua tahun kan kenal sama Aidan?" Ujar Leo menepuk pundak Velissa.
Velissa hanya tersenyum kecut membalas ucapan Leo kepadanya.
*
Suara deru mesin mobil terdengar memasuki perkarang rumah. Alea yang sejak dari tadi menunggu kedatangan Aidan pun buru-buru keluar saat mengetahui suaminya sudah sampai di rumah.
"Mau langsung berangkat?" Tanya Aidan saat Alea langsung masuk ke dalam mobilnya.
Alea mengangguk. "Gue udah gak sabar mau nyobain ayam kecap yang dibuatin Mama." Ucap Alea dengan mata berbinar.
"Hobby banget makan akhir-akhir ini." Ucap Aidan sembari mengacak rambut Alea gemas. Pria itu pun mulai menjalankan mobilnya.
"Ih... Jangan diacak-acak dong. Kan jadi berantakan rambut gue." Runtuk Alea kembali merapikan rambutnya.
Saat dalam perjalanan Alea lebih banyak diam sambil memainkan ponselnya. Saat sedang asik melihat postingan di media sosial, pandangan Alea pun tertuju pada postingan akun Velissa yang tiba-tiba lewat di berandangan.
Hati Alea serasa bergemuruh hebat saat melihat foto masa kecil Velissa dan Aidan yang nampak masih menggunakan seragam SD mereka. Velissa nampak tersenyum ceria sedangkan Aidan dengan muka datarnya. Alea menoleh menatap Aidan yang tengah fokus pada kemudinya.
"Lo udah dari kecil dekat sama Velissa?" Tanya Alea memecah keheningan di antara mereka.
Aidan pun sontak menoleh. "Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?" Tanya Aidan dengan kening berkerut.
"Ya, gue mau tau aja. Gue liat kalian deket banget." Ucap Alea menampilkan raut wajah tak sukanya. Wajah wanita itu nampak tertunduk dengan bibir mengkerut.
"Lo cemburu dengan Velissa?" Tanya Aidan tiba-tiba.
***