Oh My Introvert Husband

Oh My Introvert Husband
Sangat takut



"Aidan... Aku takut..." Ucap Alea dengan terus menangis di dalam gendongan Aidan.


"Jangan takut... Sudah ada aku di sini..." Aidan pun terus menggendong Alea menuju parkiran.


"Ada apa ini?" Tanya Kenzo yang merasa terkejut melihat Alea menangis dalam pelukan Aidan. "Apa lo menyakiti Alea lagi?!" Hardik Kenzo menatap tajam Aidan.


"Kenzo... Kak Aidan gak salah." Timpal Cika dengan cepat tak ingin Kenzo membuat keributan.


Tanpa memperdulikan Kenzo, Aidan pun berlalu begitu saja untuk menuju mobilnya. Sedangkan Kenzo, setelah mendengar penjelasan dari Cika, kenzo pun segera menyusul ke arah mobil Aidan.


"Biar gue yang bawa mobilnya. Lo tenangin Alea di belakang saja!" Titah Kenzo yang merasa sungguh tak tega melihat air mata di pipi wanita yang masih dicintainya.


Aidan nampak berpikir sejenak sebelum menyetujui perkataan Kenzo. Lagi pula dengan Alea yang masih menangis membuat Aidan tidak akan fokus dalam menyetir.


Melihat Kenzo yang mengemudikan mobil milik Aidan, Cika dan Maudy pun segera berlari ke arah mobil Cika untuk mengikuti mobil Aidan dari belakang.


"Sayang... Jangan menangis lagi..." Pinta Aidan menghapus air mata di pipi istrinya.


"Hiks." Alea masih terus terisak di dalam pelukan suaminya. Bayang-bayangan orang-orang yang menyudutkan dirinya masih teringat jelas di dalam benaknya.


Mobil pun terus melaju membelah keramaian. Akibat terlalu lelah menangis, Alea pun akhirnya tertidur di dalam pelukan Aidan hingga mobil pun telah sampai di perkarangan rumah Alea.


"Alea kenapa Aidan?" Wajah Mama Zaskia terlihat begitu khawatir saat melihat putrinya berada di dalam gendongan Aidan dan mata putrinya telihat sembab.


"Nanti akan Aidan jelaskan, Ma." Ucap Aidan lalu melanjutkan langkahnya memasuki mansion.


Aidan pun dengan hati-hati menaiki anak tangga satu per satu menuju kamarnya dan Alea.


Dengan susah payah Aidan pun akhirnya berhasil membuka pintu kamar Alea. Dengan hati-hati Aidan pun membaringkan Alea di atas ranjang.


"Maafkan aku yang datang terlambat menolongmu, sayang." Lirih Aidan merasa bersalah. Tangan Aidan pun terulur mengelus perut Alea yang sudah membuncit. "Maafkan Daddy yang tidak bisa melindungi Mommy kalian." Bisik Aidan di perut istriya.


Setelah merasa Alea sudah nyaman dalam tidurnya, Aidan pun memilih untuk keluar dari dalam kamar untuk menemui mertuanya dan juga sahabat istrinya.


Di lantai bawah Mama Zaskia nampak menahan rasa marah di dadanya setelah mendengarkan penjelasan dari Cika dan Maudy.


"Wanita itu benar-benar keterlaluan!" Amuk Mama Zaskia merasa berang.


"Sabar, Tante..." Ucap Cika sambil mengelus punggung Mama Zaskia.


"Ini semua salah Aidan, Ma..." Ucap Aidan secara tiba-tiba.


"Benar. Ini semua salah kamu dan juga Alea yang sudah menutupi pernikahan kalian dari publik!" Cecar Mama Zaskia dengan deru nafas yang kian melambat. "Jika saja kamu tidak menyetujui syarat konyol dari Alea untuk menutupi pernikahan kalian, ini semua tidak akan terjadi. Alea tidak akan tertekan dengan perkataan anak haram itu." Lanjut Mama Zaskia merasa sedih.


"Mama harap kamu segera mengumumkan pernikahan kalian di depan publik sebelum gosip miring yang lain turut datang menghampiri pernikahan kalian." Saran Mama Zaskia.


"Akan Aidan lakukan, Ma." Ucap Aidan dengan yakin.


Mama Zaskia akhirnya bis menarik nafas lega. Mama Zaskia pun meminta pada Cika, Maudy dan juga Kenzo menikmati minuman yang baru saja dibuat oleh pelayan.


***


Ngantuk bgt. Besok lagi ya kalau sempet😊