Oh My Introvert Husband

Oh My Introvert Husband
Extra chapter



Suara langkah sepatu pentofel yang beradu dengan lantai menggema ke setiap sudut ruangan. Aidan, pria yang tengah terlihat panik itu terus berlari hingga sampai di depan ruangan penanganan istrinya.


"Bagaimana dengan Alea, Mah?" Tanya Aidan dengan nafas naik turun.


"Alea masih ditangani oleh dokter. Masuklah... Alea sejak tadi terus memanggil namamu." Perintah Mama Zaskia yang juga nampak khawatir.


Aidan menurutinya. Pria yang masih mengenakan pakaian kerjanya itu pun masuk ke dalam ruangan bersalin. Melihat kedatangan Aidan, Dokter yang menangani Alea pun pamit keluar untuk mempersiapkan persalinan.


"Sayang..." Ucap Aidan mendekat pada Alea yang tengah memunggunginya.


Mendengar suara suaminya, Alea pun membalikkan tubuhnya. "Aidan..." Lirihnya dengan semakin berderai air mata.


Aidan menjatuhkan tubuhnya pada kursi di samping ranjang. Menatap sendu pada wajah pucat istrinya seakan tak teraliri darah di sana.


"Kenapa kau baru datang? Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi... Apa pekerjaanmu lebih penting dari pada aku..." Tanya Alea dengan menangis tersedu-sedu.


Aidan menghela nafasnya. Setelah usia kandungan Alea memasuki usia tujuh bulan. Istrinya itu memang sering berpikiran buruk padanya. Dan Aidan cukup memakluminya.


"Bukan seperti itu, sayang..." Ucap Aidan mengelus rambut istrinya yang terasa lembab oleh keringat. "Maaf karena tadi aku dan Ayah ada rapat penting di perusahaan. Dan kebetulan ponselku tertinggal di ruangan." Jelas Aidan kenapa ia datang terlambat ke rumah sakit.


"Agrh..." Rintih Alea saat sakit pada perutnya terasa lebih sakit dari pada sebelumnya. "Sakit... Perutku sakit sekali..." Rintih Alea lagi mencengkram erat lengan suaminya.


Aidan meringis merasakan sakit pada pergelangan tangannya. Namun tangannya masih setia mengelus rambut istrinya.


"Apa anak-anak Daddy sudah tidak sabar hadir di dunia, hem?" Bisik Aidan di perut buncit istrinya. Karena menurut perkiraan dokter bayi-bayi mereka akan lahir dua minggu lagi. Namun di luar dugaan, saat tadi pagi setelah melepas kepergian Aidan untu bekerja, Alea sudah merasakan kontraksi yang teramat pada perutnya. Alea mengira kontraksi itu hanyalah kontraksi palsu. Namun pada saat siang hari Alea kembali merasakan sakit yang terasa lebih kuat dari pada tadi pagi. Hingga Mama Zaskia dan Papa Bara pun dengan segera membawa Alea ke rumah sakit. Dan dari hasil pemeriksaan Dokter kedua bayi Alea sudah bisa dilahirkan hari ini.


"Argh...." Alea kembali merintih kesakitan lebih kuat. Tak lama Dokter yang menangani Alea pun kembali masuk. Setelah mengecek pembukaan dan sudah masuk ke pembukaan sempurna, Alea pun dibimbing untuk melakukan persalinan.


"Aidan sakit..." Jerit Alea menggigit lengan Aidan dengan kuat.


Aidan membiarkan Alea menjadikan lengannya sebagai pelampiasan kesakitan istrinya. Tangannya tak henti mengelus kepala istrinya dan membisikkan kata-kata cinta di telinga istrinya. Aidan sejenak memejamkan kedua matanya saat mendengar robekan di bawah sana untuk melancarkan jalan lahir anak-anaknya.


Perkataan cinta dari Aidan berhasil membuat semangat Alea kembali bangkit. Dengan mengejan untuk ketiga kalinya, akhirnya bayi berjenis kelamin laki-laki pun sudah lahir ke dunia.


Alea dan Aidan menitikkan air mata harunya. Bayi merah yang berada di tangan Dokter itu terlihat menangis dengan kecang.


Oek


Oek


"Terimakasih sayang... Terimakasih telah melahirkannya dengan selamat..." Air mata Aidan semakin mengalir deras. Aidan memberikan ciuman bertubi-tubi di wajah istrinya.


Tak lama Alea pun kembali merintih kesakitan saat anak keduanya juga sudah tidak sabar lahir kedunia. Dengan berjuang untuk kedua kalinya, akhirnya bayi perempuan pun turut lahir kedunia.


Aidan dan Alea kembali menangis haru. Dua buah hati penguat cinta mereka telah lahir ke dunia. Pengorbanan dan berbagai perjuangan cinta mereka akhirnya terbalaskan oleh kehadiran kedua bayi mungil yang menjadi pelengkap di keluarga kecil mereka.


***


Jangan lupa follow IG SHy ya : @shy1210_