Oh My Introvert Husband

Oh My Introvert Husband
OMIH-47



"Lea lo kemana sih? Orang pertandingannya belum selesai juga!" Gerutu Cika yang kini sudah berhasil menggapai tangan Alea.


"Gue mau pulang, Cika! Kalau kalian mau lanjutin nonton pertandingannya ya lanjut aja. Gue udah gak minat!" Seru Alea.


"Jangan bilang gara lo cemburu?" Tebak Maudy.


"Enggak! Ngapain juga gue cemburu." Kilah Alea. Dalam hatinya sampai saat ini masih merutuki pengagum suaminya yang kecentilan itu. Apa lagi tadi Alea sempat sekilas melihat jika Velissa juga berada di sana menyoraki nama Aidan.


"Jadi lo beneran mau pulang?" Tanya Cika lagi yang tidak ingin memperpanjang masalah.


"Iya. Gue mau pulang CIKA!" Tekan Alea yang sudah merasa jengah.


"Emh... Apa gak apa-apa kalau lo pulang duluan? Kita masih mau lanjutin nonton pertandingannya." Ucap Cika hati-hati.


"Tak masalah. Lanjutin aja. Yang penting gue mau pulang." Tukas Alea.


Cika dan Maudy hanya bisa nyengir membalas ucapan Alea.


Alea pun lebih memilih memasuki mobilnya dibandingkan harus melihat lebih lanjut ekspresi menggelikan Cika dan Maudy.


"Gue rasa Alea tuh cemburu liat Kak Aidan banyak yang suka." Ucap Cika setelah mobil yang dikendarai Alea hilang dari pandangan.


Maudy mengangguk cepat. "Bener banget tuh. Aleanya aja yang selalu menyangkal."


"Ya udah deh. Ayo lanjut lagi."


"Kuyy!!!"


***


"Pasti si kulkas seneng banget itu cewe-cewe nyoraki nama dia!" Gerutu Alea menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang. "Ngeselin banget sih!!!" Sungut Alea merasa kesal.


"Huh. Lebih baik gue masak aja dari pada mikirin mereka. Bikin mood gue rusak aja!" Alea pun bangkit dari pembaringan untuk berganti pakaian sebelum turun ke bawah.


Di dapur Alea nampak berkutat dengan alat-alat masaknya dengan serius. Seperti biasanya Alea hanya menggunakan pakaian minim saat memasak agar tidak terlalu gerah. Sesekali Alea beralih ke meja makan dimana ponselnya berada untuk melihat informasi tentang pertandingan basket hari ini dari akun sosial media kampusnya. Alea ingin mengetahui apakah suaminya itu sudah selesai bertanding dan bagaimana hasilnya. Melihat belum ada tanda-tanda jika akun kampusnya akan update. Alea pun memilih kembali melanjutkan pekerjaannya.


*


Velissa nampak menghampiri Aidan, Aksa dan Leo yang baru saja selesai bertanding. Sebelah tangannya nampak memegang selembar handuk kecil. Saat berada di dekat Aidan, Tangan Velissa pun terulur memberikan handuk tersebut pada Aidan.


"Nih."


Aidan yang sudah biasa mendapat perlakuan seperti itu dari Velissa pun tak kuasa untuk menolak. Setelah mengucapkan terimakasih pada Velissa, Aidan pun menggunakan handuk itu untuk mengelap keringatnya yang masih bercucuran.


"BTW selamat ya buat kemenangan lo hari ini. Semoga besok lo juga menang seperti biasanya." Ucap Velissa begitu lembut.


"Aidan aja nih? Kita-kita enggak?" Sindir Aksa pada Velissa.


Velissa terkekeh kecil. "Buat kalian juga dong!" Ujarnya tersenyum.


"Pandai banget lo ngeles kaya bajaj." Cibir Leo yang dibalas Velissa dengan terkekeh.


"Berarti lawan main kita besok tu adik angkatan kita yang baru?" Tanya Velissa. Saat ini mereka tengah berada di cafe untuk mengisi perut mereka yang kosong setelah bermain basket.


Aksa mengangguk. "Kalau dari yang gue perhatikan mereka lumayan hebat juga." Ujar Aksa yang diangguki Leo.


***


Sudah beri dukungan belum hari ini?