
"Lo di sini rupanya!" Ucap Cakra teman dekat Kenzo.
"Lagian lama amat cuma ngasih tugas ke Bu Dewi doang." Cibir Kenzo.
"Ngasih tugasnya sih sebentar. Ceramahnya aja yang kepanjangan!" Sungut Cakra.
Kenzo terkekeh.
"Raffi gak ikut?" Tanya Kenzo.
"Bentar lagi nyusul. Ke toilet bentar katanya."
Kenzo manggut-manggut.
"Ambil kursi gih. Kita gabung aja sama mereka." Ucap Kenzo.
Cakra pun mengambil dua kursi yang ada di dekat meja mereka.
Tak lama Raffi teman Kenzo pun datang. Enam orang manusia itu pun mulai terlibat percakapan yang di selingi canda tawa.
"Jadi kalian mau nonton habis pulang kuliah nanti?" Tanya Cakra setelah Cika menyampaikan kegiatan mereka habis pulang kuliah.
"Iya. Udah lama banget kita gak nonton." Jawab Cika
"Lo pada gak ada kegiatan habis pulang kuliah nanti?" Timpal Maudy.
Cakra pun menggeleng.
"Wah... Mending lo pada ikut kita nonton biar tambah rame!" Seru Maudy kemudian.
"Boleh banget tuh!" Ucap Cakra.
"Gimana?" Tanyanya pada Kenzo dan Raffi.
Mereka pun mengangguk tanda setuju.
"Kebiasaan deh..." Gerutu Alea melihat kegenitan dua sahabatnya itu.
Kenzo yang mendengar ucapan Alea hanya terkekeh kecil.
*
"Serius film tadi ngakak banget!" Seru Cika yang tak berhenti tertawa mengingat film yang baru saja mereka tonton.
Alea pun tak kuasa menahan tawanya. Akhirnya tiga sahabat itu pun tertawa bersamaan. Dari jarak dekat, Kenzo dapat melihat dengan jelas senyuman Alea yang begitu manis dan memikat hati. Jantung Kenzo tak henti-hentinya berdebar saat berada di dekat Alea seperti saat ini.
"BTW gue laper nih!" Ucap Alea memegang perutnya.
"Gimana kalau kita cari makanan dulu baru lanjutin buat belanja." Saran Kenzo.
"Boleh deh. Kebetulan gue juga udah lapar." Timpal Cika.
Akhirnya mereka pun memilih untuk makan di restoran cepat saji yang ada di dalam mall.
"Lo kenapa?" Tanya Kenzo melihat Alea yang sedikit meringis saat berjalan tadi?
"Gue gapapa. Ayo duduk." Ajak Alea mendudukkan tubuhnya di samping Maudy. Kenzo pun ikut mendaratkan tubuhnya di kursi samping Alea.
Tak lama Cakra dan Raffi pun datang membawa makanan untuk mereka. Mereka pun mulai menyantap makanan masing-masing di selingi canda tawa.
"Pelan-pelan kali Lea, gak ada yang mau ambil makanan lo." Ucap Kenzo melihat Alea yang terburu-buru menghabiskan sepotong ayam di tangannya.
Alea terkekeh.
"Itu belum seberapa, lo belum liat aja waktu Lea lagi ganasnya. Makanan kita bisa dia embat semua." Seloroh Maudy.
"Apaan sih!" Sungut Alea merasa malu. Namun terkekeh juga karna merasa ucapan Maudy ada benarnya.
"Mau nambah? Biar gue pesanin lagi?" Tawar Kenzo.
Alea menggeleng seraya tersenyum. Beberapa saat Kenzo nampak terdiam memperhatikan wajah Alea yang begitu cantik di matanya. Pantas saja kehadiran Alea di angkatan mereka membuat kaum pria begitu bersemangat untuk darang ke kampus hanya untuk melihat wajah cantik Alea.
Tiba-tiba saja tubuh Alea menegang kala tangan Kenzo sudah berada di bibirnya. Melihat rekasi Alea, Kenzo pun mengungkapkan maksudnya.
"Ada saos di bibir lo." Ucapnya kembali mengelap bibir Alea dengan tisu.
Cika dan Maudy serentak terbatuk-batuk dengan aksi Kenzo. Sedangkan Cakra dan Raffi melebarkan senyuman ke samping. Sedangkan seseorang yang baru saja memasuki restoran nampak mengepalkan kedua tangannya melihat pemandangan yang membuat hatinya memanas.
***
Maaf ya aku jarang up. Karna aku ada kesibukan di dunia nyata hehe...
Jangan lupa like, komen dan votenya ya.