Oh My Introvert Husband

Oh My Introvert Husband
Obsesi semata



Semenjak kejadian hari itu, Aidan memang lebih bersikap protektif kepada Alea. Tak sekali pun Aidan membiarkan Alea bepergian tanpa dirinya. Aidan tidak ingin Alea kembali mendapatkan perlakuan buruk dari teman-temannya maupun sahabatnya—Velissa.


Apalagi saat ini usia kandungan Alea sudah memasuki tujuh bulan. Perut Alea pun sudah bertambah besar seperti orang yang hamil sembilan bulan. Maklum saja, hamil anak kembar membuat perut Alea bertambah lebih besar dari pada usia kandungan normal pada umumnya.


"Kak Aidan makin hari makin manis ya sama lo, Lea." Ucap Cika setelah mereka mendaratkan tubuhnya di kursi kantin.


Alea tersenyum seraya membuang nafas lega setelah berhasil mendaratkan tubuhnya di kursi. "Semenjak usia kandungan gue bertambah besar dia memang banyak berubah. Bahkan wajah sedingin esnya pun mulai meleleh hari demi hari." Kelakar Alea.


Cika dan Maudy terkekeh.


"Lagian lo masih kuliah aja sedangkan perut lo udah besar gini." Ucap Maudy sambil bergedik ngeri.


"Bener tuh kata Maudy. Lo gak berat apa bawa perut segede itu?" Timpal Cika.


Alea tersenyum. "Gue masih kuat kok buat kuliah. Lagi pula gue kan bosan kalau di rumah terus."


"Hai Alea..." Suara Kenzo terdengar mengalun memanggil nama Alea membuat mereka mengalihkan pandangan pada pria itu.


"Lo baru keluar kelas?" Tanya Cika pada Kenzo yang diangguki Kenzo dengan cepat.


"Bumil makan apa nih siang ini?" Tanya Kenzo mendaratkan tubuhnya di samping Alea. Hubungan pertemanan Kenzo, Alea, Cika dan Maudy pun terus terjalin walau Aidan sering merasa cemburu dengan kedekatan mereka. Namun Aidan tidak pernah melarang Alea berteman dengan Kenzo karena pria itu cukup berpengaruh untuk menjaga Alea saat dirinya tidak berada di dekat Alea.


"Gue makan ayam bakar buatan Mama. Nih gue bawa banyak. Lo mau?" Tanya Alea memperlihatkan kotak bekalnya.


"Gak perlu. Buat lo aja udah gak cukup." Seloroh Kenzo.


Wajah Alea seketika berubah masam. Kenzo yang melihatnya pun tak dapat menyurutkan tawanya.


"Aidan... Gue mohon dengerin omongan gue kali ini..." Velissa berusaha menjangkau lengan Aidan. Namun Aidan dengan sigap menjauhkan tubuhnya.


"Gue gak punya waktu." Ucap Aidan dengan dingin.


Aksa dan Leo yang berada di belakang Aidan nampak menatap iba pada Velissa. Karena setelah satu bulan sejak pernikahan Aidan dan Alea terbongkar, Velissa nampak menunjukkan raut penyesalan dari wajahnya. Berbagai cara telah Velissa lakukan untuk dapat berbicara dengan Aidan. Namun Aidan selalu dengan keras menolaknya.


"Aidan... Gue mohon untuk kali ini saja..." Pinta Velissa dengan menghiba.


Namun Aidan menulikan telinganya dan terus berjalan melewati koridor kelas.


"Vel..." Ucap Aksa menahan pergelangan tangan Velissa saat ia berusaha mengejar Aidan.


"Aksa..." Lirih Velissa dengan mata berkaca-kaca.


"Gue tahu lo udah mulai berubah. Namun perubahan lo itu sudah terlambat di mata Aidan. Gue rasa lo cukup sadar dengan kesalahan lo yang hampir membuat rumah tangga Aidan dan Alea hancur."


"Gue tahu gue memang salah..." Air mata Velissa pun mulai terjatuh membasahi pipi mulusnya.


"Yang lo rasakan dari dulu itu pada Aidan bukanlah cinta. Namun sebuah obsesi untu dapat memilikinya. Jika lo memang mencintai Aidan, lo pasti berusaha untuk ikhlas menerima Aidan bahagia dengan pilihannya sendiri." Timpal Leo.


***


Hallo pembaca setia Oh My Introvert Husband... Terimakasih yaa telah mengikuti jalan cerita Alea dan Aidan hingga sampai ke tahap ini... Cerita Alea dan Aidan sebentar lagi bakalan tamat yah... Maaf jika cerita ini sangat jauh dari harapan kalian semua... Cerita keluarga Ayah Rangga dan Bunda Vara bakalan berlanjut dengan cerita Yura, ya. Ditunggu saja launchingnya... Terimaksih🖤🖤🖤🖤