
"Bukankah kata Cika dan Maudy bus yang membawa rombongan Aidan sudah sampai di kampus dua jam yang lalu. Tapi kenapa Aidan belum sampai juga di rumah?" Alea nampak mondar-mandir di depan pintu rumahnya menanti kedatangan suaminya.
Akibat sudah lelah menunggu, Alea pun memutuskan masuk ke dalam rumahnya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah.
Senja pun mulai menyambut. Aidan yang baru bisa pergi meninggalkan Velissa pun memutuskan untuk pulang menemui kekasih hatinya.
Ceklek
Pintu kamar pun terbuka. Aidan melangkahkan kaki jenjangnya menuju ranjang dimana Alea nampak tertidur pulas dengan mulut sedikit terbuka.
"Capek banget sepertinya." Aidan mengelus rambut panjang Alea kemudian mencium singkat kening Alea.
Merasa ada pergerakan dari ranjangnya, kedua mata Alea pun terbuka.
"Aidan..." Lirih Alea mengucek kedua matanya.
"Maaf gue ganggu tidur lo." Ucap Aidan merasa bersalah.
"Lo baru pulang?" Tanya Alea bangkit dari pembaringan.
Aidan mengangguk.
"Kenapa gak minta gue buat jemput lo? Dan kenapa nomor lo gak bisa dihubungi?" Cecar Alea yang sudah duduk di tepi ranjang bersebelahan dengan Aidan.
"Maaf. Ponsel gue kehabisan daya. Dan gue lupa mengchargenya." Jelas Aidan mengarahkan pandangannya pada ponselnya yang saat ini tengah dicharge.
Alea mengangguk saja. "Gue takut tau!" Ucapnya dengan bibir mengerucut.
Aidan terkekeh. Mengelus rambut panjang istrinya.
"Aidan..."
"Alea..."
Ucap mereka secara bersamaan. Alea dan Aidan pun saling pandang.
"Lo duluan aja." Ucap Alea karena melihat ada hal serius yang ingin dibicarakan Aidan.
"Alea... Ada yang ingin gue bicarakan kepada lo. Tapi gue harap lo dapat mengerti kondisi gue saat ini." Walaupun terasa berat, namun Aidan harus tetap mengatakannya pada Alea. Ia tidak ingin ada kesalahpahaman diantara mereka. Apalagi Aidan dapat merasakan jika Alea menaruh rasa kecemburuan yang besar kepada sahabat kecilnya.
"Katakan saja. Jangan bikin gue penasaran." Cetus Alea.
Aidan meraih kedua tangan Alea kemudian meletakkan di pahanya. "Sepertinya satu minggu ke depan gue bakal jarang pulang ke rumah." Ucap Aidan dengan berat.
"Kenapa?" Tanya Alea dengan cepat.
"Saat sedang melakukan peninjauan di salah satu pabrik kemarin, Velissa tiba-tiba pingsan. Keadaan Velissa cukup tidak baik karena Velissa demam tinggi dan juga asam lambungnya kambuh. Saat ini Velissa harus melakukan perawatan di rumah sakit sampai kondisinya benar-benar pulih."
Alea menatap lurus ke depan. Sepertinya ia sudah cukup paham arah pembicaraan suaminya.
"Kedua orang tua Velissa saat ini tengah melakukan perjalanan bisnis di luar negeri. Dan mereka baru bisa kembali satu bulan lagi."
"Langsung saja. Inti pembicaraan lo ini apa?" Ketus Alea memalingkan wajahnya ke samping.
"Maafin gue, Lea. Saat ini Velissa benar-benar membutuhkan gue untuk menjaganya di rumah sakit. Velissa tidak ingin dirawat oleh siapapun selain gue."
"Masih ada Aksa dan juga Leo. Kenapa hanya lo yang dia inginkan!" Seru Alea merasa tak suka.
Helaan nafas Aidan terdengar kasar. "Dari kecil Velissa sudah terbiasa dengan kehadiran gue saat dia sakit seperti saat ini. Bagaimana pun juga, Velissa adalah sahabat gue. Dan gue gak bisa jika tidak peduli dengan keadaannya saat ini." Aidan kembali meraih kedua tangan Alea yang mulai terlepas dari genggamannya.
"Gue janji, hanya sampai Velissa kembali pulih."
"Apa lo bisa menjaga kepercayaan gue? Apa lo paham apa yang ada di hati gue saat ini? Gue takut Aidan..." Lirih Alea. Air matanya pun mulai menetes
"Lo harus percaya jika hanya lo yang ada di hati gue." Ucap Aidan tanpa mengatakan yang Alea inginkan.
Bukan karena lo mencintai gue? Lo hanya butuh tubuh gue aja kan? Batin Alea merasa miris.
***
Maaf ya teman-teman. Aku hanya bisa menulis 500an kata setiap babnya. Ada beberapa hal yang menjadi faktor pendukung aku melakukan itu. Selain waktuku yang sangat singkat, aku juga harus mengejar target untuk menyelesaikan novel aku yang lain. Dan aku memang hanya menulis 500an kata di setiap bab novel aku yang lainnya.
Aku akan tetap namatin novel ini walau terbilang agak lama. Mohon pengertiannya. Terimakasih☺