Oh My Introvert Husband

Oh My Introvert Husband
OMIH-30



"Karna lo malam ini tidur di rumah gue, jadi malam ini lo boleh tidur di kasur yang sama dengan gue." Ucap Alea kemudian berlalu dari hadapan Aidan.


"Hish, gara-gara tidur sama si kulkas gue jadi harus pake baju kayak gini!" Gerutu Alea menatap pantulan tubuhnya di cermin. Baju tidur lengan panjang bermotif hello kitty melekat longgar di tubuhnya. Seandainya ia tidak tidur bersama Aidan, Alea sudah akan menggunakan gaun malamnya yang terasa lebih nyaman digunakan saat tidur.


Aidan menatap heran penampilan Alea yang tidak seperti biasanya. Rasanya ia ingin tertawa saja melihat baju bermotif hello kitty yang kini membalut tubuh istrinya terlihat begitu menggemaskan.


"Kenapa lo?" Ketus Alea merasa tak suka dengan tatapan mengejek Aidan yang kini duduk di sofa kamarnya.


Aidan mengedikkan kedua bahunya tanpa mengeluarkan suara dan lagi-lagi membuat Alea mendengus kesal.


"Ngeselin banget sih lo!" Sungut Alea. Kemudian melangkah ke arah ranjang.


Dua orang manusia berbeda jenis kelamin itu terlihat sibuk dengan ponsel masing-masing. Alea yang sudah merasakan kantuk yang teramat sangat memilih meletakkan ponselnya di atas nakas. Hujan di luar masih deras seakan tak mau berhenti membuat mata Alea semakin memberat merasakan hawa dingin menembus pori-porinya. Sebelum memejamkan mata, Alea menyempatkan melirik Aidan yang masih fokus pada layar tabnya. Entah apa yang pria itu lakukan Alea tak memperdulikannya.


Pukul 11 malam Aidan yang sudah selesai mengecek pesan masuk ke dalam emailnya beranjak dari sofa dan meletakkan tab beserta ponselnya di atas nakas di samping rajang. Matanya kini menatap Alea yang sudah tertidur pulas. Kemudian ikut membaringkan tubuhnya di ranjang yang kosong di sebelah Alea setelah melepaskan kaos yang dikenakannya.


Pukul setengah 5 pagi, Alea terbangun dari tidurnya. Untuk yang kedua kalinya ia terbangun merasakan sesuatu yang berat menghimpit tubuhnya. Bahkan kini wajahnya tengah berada di dada telanjang seorang pria yang Alea sudah tebak itu adalah suaminya. Kepala Alea mendongak melihat wajah Aidan yang masih tenang dalam tidurnya.


Kebiasaan amat nyuri-nyuri kesempatan meluk-meluk gue! Batin Alea.


"Kalau dilihat-lihat lo ganteng juga. Cuma wajah dingin dan menyebalkan lo itu menutupi kegantengan lo." Gerutu Alea. Melepaskan tangan Aidan yang masih memeluk tubuhnya bagaikan guling dengan perlahan. "Kebiasaan banget sih gak pake baju kalau lagi tidur." Ucapnya kemudian berlalu ke arah kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Alea berniat untuk turun ke lantai bawah membantu Bi Inah beserta para pelayan yang lain untuk memasak sarapan. Sekaligus belajar, pikirnya.


Sungguh menarik. Batin Aidan. Kemudian melanjutkan tidurnya kembali.


Setelah keluar dari dalam kamar mandi, Alea melirik sekilas Aidan yang masih tertidur di atas ranjang. Tanpa berniat membangunkan Aidan karena waktu masih terlalu pagi, Alea melanjutkan langkahnya keluar dari kamar menuju dapur.


"Eh, Non Alea sudah bangun?" Tanya Bi Inah ketika melihat Alea memasuki dapur.


Alea mengangguk. Para pelayan yang sedang memperaiapkan bahan-bahan masakan secara bergantian menyapa Alea yang dibalas Alea dengan anggukan dan senyuman manisnya.


*


*


Happy reading!:)


Jangan lupa like, komen, vote dan rate bintang 5 supaya author makin semangat nulisnya. Dukungan teman-teman sangat berarti untuk kinerja jari author dalam menulis😉


Terimakasih sudah membaca karya recehku