Oh My Introvert Husband

Oh My Introvert Husband
Cepatlah hadir



"Aidan..." Lirih Alea dengan nafas yang mulai tidak beraturan.


"Apa hem?" Tanya tanpa menghentikan aktivitasnya.


"Gu—" Alea hanya bisa memejamkan kedua matanya menikmati sensi yang diberikan oleh Aidan.


Merasa istrinya sudah siap, Aidan pun segera membopong tubuh Alea ke atas ranjang. Tangan kekarnya pun mulai beraktivitas menanggalkan satu persatu pakaian yang melekat pada tubuh Alea. Begitu pula dengan tangan Alea yang juga sudah aktif melepaskan pakaian Aidan.


"Aidan... Gue takut..." Lirih Alea dengan nafas tersengal-sengal setelah percintaan mereka yang berlangsung cukup lama.


"Takut kenapa, hem?" Tanyanya mengelap keringat yang bercucuran di dahi Alea dengan jemarinya.


"Gimana kalau gue hamil... Kita terlalu sering melakukannya..." Lirih Alea dengan mata mengembun. Entahlah, Alea sangat takut jika dirinya hamil di usianya yang masih sangat muda. Apa lagi Aidan belum sedikit pun mengatakan cinta padanya.


"Kenapa mesti takut? Lo punya suami. Wajar saja jika lo akan hamil nantinya."


Alea hanya bisa menangis menatap wajah suaminya tanpa ingin mengutarakan maksud hatinya. Melihat respon istrinya, Aidan pun membawa tubuh polos Alea ke dalam dekapannya.


"Tidak perlu dipikirkan. Lo punya guea. Gue berharap dia cepat hadir di dalam sini." Ujar Aidan mengelus lembut perut Alea.


Alea semakin mengeratkan pelukannya. Entah mengapa ia merasa dicintai saat ini. Karena sudah lelah dan mengantuk, kedua mata Alea pun mulai tertutup membawanya terbang ke alam mimpi.


"Sebenarnya apa yang ada di dalam pikiran lo saat ini?" Gumam Aidan menanamkan ciuman cukup lama di kening Alea.


*


"Alea..." Tepukan pada pundaknya membuat Alea menghentikan langkahnya.


"Kenzo..." Ujar Alea mengelus dadanya merasa kaget.


Kenzo terkekeh melihat ekspresi Alea yang menggemaskan di matanya. "Lo sendiri?" Tanya Kenzo saat tidak melihat keberadaan Cika dan Maudy.


Alea mengangguk membenarkan. "Mereka belum pada datang." Ujar Alea.


Kenzo mengangguk paham. "Ikut gue yuk. Dari pada lo sendirian."


Alea nampak berpikir lalu mengiyakan ajakan pria itu. Lagi pula Alea merasa tidak enak karna sering mengabaikan pria sebaik Kenzo. Tanpa aba-aba Kenzo pun menarik tangan Alea. Awalnya Alea sedikit terkejut. Namun melihat tatapan lembut Kenzo membuat Alea membiarkan saja perlakuan pria itu.


"Lo nanti ikutan tampil?" Tanya Alea saat Kenzo membawanya masuk ke dalam ruangan musik. Alea menatap satu persatu teman angkatannya yang sedang berlatih memainkan alat musik mereka masing-masing.


Kenzo mengangguk. "Gue harap lo nanti bisa liat waktu gue tampil sampai akhir." Ujar Kenzo mengingat kejadian di kafe tempo hari. Bahkan hatinya sedikit remuk karna tak bisa melanjutkan niatnya saat itu.


"Maaf..." Lirih Alea merasa tidak enak.


"Tak apa..." Mengacak rambut Alea.


Alea menjatuhkan bokongnya pada kursi yang terletak di sudut ruangan. Pandangannya tak henti memperhatikan Kenzo yang sudah mulai menyanyikan lagu yang akan dibawakannya nanti. Alea akui jika suara Kenzo memang sangatlah bagus. Alea pun mulai ikut terbuai mengikuti alunan lagu yang dibawakan Kenzo. Pria sejuta pesona itu memang banyak memiliki bakat di bidang apa pun. Pantas saja ia dengan cepat memgambil hati teman-teman dan seniornya untuk menjadikan Kenzo ketua di angkatan mereka.


**