Oh My Introvert Husband

Oh My Introvert Husband
Cemburu menguras hati



"Aidan..." Alea masih berupaya melepaskan cekalan tangan Aidan. "Lepasin tangan gue..." Pinta Alea lagi. Namun Aidan hanya diam dan terus menariknya hingga masuk ke dalam apartemen.


"Lo kenapa bawa gue ke sini Aidan? Dan ini apartemen siapa?" Tanya Alea yang sudah merasa takut. Apa lagi ia dapat merasakan hawa hitam menyelimuti Aidan saat ini.


Bruk


Aidan menghempaskan kasar tubuh Alea ke atas ranjang membuat wanita itu merintih kesakitan. Aidan pun mulai merangkak ke atas ranjang dan menindih tubuh Alea. Tangannya kini sudah bergerilya di atas tubuh wanita itu.


"Hiks..." Alea hanya bisa menangis mendapat perlakuan buruk oleh Aidan. "Apa salah gue Aidan... Kenapa lo bersikap seperti ini sama gue?" Lirih Alea. Alea memang belum menyadari jika kemarahan Aidan saat ini karna kejadian di cafe mertuanya tadi.


"Lo mau tau apa salah lo?" Ucap Aidan menatap Alea dengan tajam di bawah kungkungannya. "Gue gak suka jika apa yang sudah menjadi milik gue di sentuh oleh orang lain!" Teriak Aidan di depan wajah Alea.


"Hiks." Alea hanya bisa menangis tanpa menjawab.


Aidan yang sudah emosi sedari tadi dengan kasar merobek pakaian yang dikenakan Alea hingga menampakkan pakaian dalam Alea. Alea berteriak berusaha menghentikan aktivitas Aidan yang sudah diliputi emosi. Aidan pun bertambah emosi saat Alea menahan tangannya yang hendak melepaskan pakaian terakhir di tubuh wanita itu.


"Apa lo mau menolak gue karna dia huh?" Maki Aidan kemudian melepaskan paksa pakaian dalam Alea hingga wanita itu sudah polos tanpa sehelai benang pun.


Dan tanpa aba-aba Aidan pun langsung menyatukan tubuh mereka hingga membuat Alea memekik kesakitan. Aidan pun melakakukannya dengan penuh kesetanan hingga membuat Alea beberapa kali memintanya untuk berhenti. Namun lagi-lagi Aidan menulikan telinganya.


"Agh... Sial...!!" Maki Aidan pada dirinya sendiri. Cermin yang tak bersalah pun menjadi pelampiasan amukannya hingga membuat buku-buku jarinya berdarah.


Belum juga menyurut kekesalan Aidan sejak kejadian di kampus tadi, kini darah Aidan sudah kembali mendidih ketika mengingat tatapan yang ditujukan Kenzo pada istrinya di cafe. Setelah puas melampiaskan amarahnya, Aidan pun keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk melilit pinggangnya.


Aidan menghela nafasnya dengan kasar saat melihat tubuh Alea yang sudah bergulung di dalam selimut. Aidan mendekat menatap wajah Alea yang masih belum kering oleh air mata.


"Maafin gue." Lirihnya kemudian berlalu dari sana.


Pagi harinya Alea terbangun dengan tubuh begitu remuk. Pandangannya mencari-cari sosok Aidan yang tidak terlihat sama sekali di dalam kamar. Alea masih bingung di apartemen siapa kini ia berada. Namun sedetik kemudian ia kembali menangis ketika mengingat perlakuan Aidan tadi malam.


"Sebenernya gue salah apa? Kenapa lo setega itu sama gue... Hiks... Hiks... Dan apa sekarang lo ninggalin gue gitu aja setelah lo memperkosa gue?" Isak Alea lagi.


Krek


Tak lama pintu kamar pun terbuka dengan menampilkan wajah Aidan menyembul dari sana dengan membawa nampan berisi makanan. Melihat kedatangan Aidan, Alea pun memalingkan wajahnya dan mengusap kasar air matanya. Ia masih sungguh kesal dengan pria itu.


*