
"Harusnya kita yang nanya sama lo, Alea! Hal apa yang lo sembunyiin dari kita selama ini?" Tanya Cika tersirat penekanan disetiap perkataannya.
"Maksud lo apaan sih, Cika? Gue gak ngerti!" Ucap Alea berkilah.
"Lo nganggap kita apa sih selama ini, Lea?" Timpal Maudy yang merasa Alea masih saja berkilah.
Ketiga sahabat itu kini saling menatap dengan tajam. Alea berusaha untuk menutupi keberannya. Sedangkan Cika dan Maudy menutupi apa yang mereka tahu.
"Lo masih mau nutupin sesuatu sama kita, Le?" Tanya Cika sekali lagi. Raut wajah kecewa nampak jelas di wajah Cika.
Alea menatap Cika dan Maudy bergantian. Melihat kekecewaan dari dua sahabatnya membuat Alea mendesah pasrah. Mungkin sudah saatnya ia memberi tahu masalah pernikahannya dan Aidan.
"Kemarin gue dan Maudy ngikutin lo pulang kuliah. Sampai dimana gue dan Maudy lihat lo dan Kak Aidan memasuki rumah yang sama." Ucap Cika yang melihat Alea hanya diam saja. "Gue juga sempat nanya pada satpam di komplek tempat tinggal lo jika lo dan Kak Aidan tinggal di sana berdua." Lanjut Cika.
"Duduk dulu baru gue jelasin." Ajak Alea pada Cika dan Maudy karna pada saat ini posisi mereka masih dalam keadaan berdiri.
Cika dan Maudy menurut. Mereka sama-sama menunggu penjelasan dari Alea.
"Cika... Maudy..." Ucap Alea menatap bergantian Cika dan Maudy.
"Ya?" Ucap Cika dan Maudy berbarengan.
Alea menghela nafas sebelum angkat bicara.
"Sebenarnya gue udah nikah dengan Aidan." Ucap Alea pelan namun masih bisa didengar dengan jelas oleh Cika dan Maudy.
"Apa?!" Pekik Cika dan Maudy bersamaan. Walau pun sudah menduga-duga namun mereka masih tetap terkejut ketika mendengar langsung pengakuan Alea.
"Bagaimana bisa??" Tanya Cika yang masih dalam keterkejutannya.
"Gue ingat. Dan malam itu lo hilang tanpa kabar." Balas Cika sedikit kesal jika mengingatnya. "Gue juga ingat jika gue dan Maudy gak tidur sampe pagi karnya nyariin lo kemana-mana." Jelas Cika membuat Alea sedikit merasa menyesal telah merepotkan dua sahabatnya.
"Maaf..." Lirih Alea dengan kepala tertunduk.
"Jadi lo kemana malam itu, Lea? Lo jujur harus sama kita" Tekan Maudy.
"Jadi malam itu gue..." Alea pun mulai menceritakan awal mula kejadian pertemuannya dan Aidan hingga perintah kedua orang tuanya yang menyuruhnya untuk menikah dengan Aidan untuk menutupi aib mereka jika kejadian itu tercium oleh publik.
Cika dan Maudy mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Alea dengan mulut sedikit terbuka. Mereka tidak menyangka, jika niat mereka membaea Alea ke klab malam untum menghibur sahabatnya malah berujung permasalahan.
"Maafin gue, Lea... Kalau aja gue gak ngajakin lo waktu itu..." Sesal Cika yang diangguki cepat oleh Maudy. "Lo jadi terjebak dalam pernikahan yang bahkan belum lo inginkan." Lanjut Cika.
Alea menggeleng. "Itu semua bukan salah kalian... Udah takdir hidup gue yang harus gue jalani." Ucap Alea meyakinkan dua sahabatnya.
"Tapi lo juga beruntung, Lea!" Ucap Maudy keras secara tiba-tiba.
"Beruntung? Kening Alea nampak mengkerut. "Kenapa gue jadi beruntung?" Tanyanya lagi tidak mengerti.
"Ya, tentu saja lo beruntung. Dengan kejadian itu lo bisa menikah dengan cowok paling populer di kampus ini!" Jelas Maudy antusias yang langsung dibenarkan oleh Cika.
***
Happy reading!:)
Jangan lupa like, komen, vote dan rate bintang 5 supaya author makin semangat nulisnya. Dukungan teman-teman sangat berarti untuk kinerja jari author dalam menulis😉
Terimakasih sudah membaca karya recehku:)