Oh My Introvert Husband

Oh My Introvert Husband
Amukan Alea



Bunyi ketukan pintu dari luar ruangan kerja Ayah Rangga pun menghentikan pembicaraan merek. Wajah Yura nampak menyembul dari pintu yang sudah terbuka sambil menunjukkan ponsel Aidan di tangannya.


"Ini Mama Kak Alea nelfon terus dari tadi." Menunjukkan ponsel Aidan yang masih berdering panggilan masuk menampilkan nama Mama Zaskia di sana.


Aidan pun beranjak mendekat ke arah Ayura dan mengambil ponselnya.


"Hallo, Mama?" Ucap Aidan saat panggilan sudah tersambung.


"Hallo, Aidan... Kamu dimana, Nak?" Tanya Mama Zaskia dengan nada terdengar panik di seberang sana. Sayup-sayup Aidan juga dapat mendengar suara tangisan seorang wanita yang sangat ia kenali suaranya.


"Aidan berada di rumah Bunda dan Ayah, Ma. Ada apa Mama menelfon? Dan sepertinya Alea sedang menangis?" Suara Aidan terdengar begitu khawatir.


"Ini Alea terus menangis sejak bangun tidur tadi manggil-manggil nama kamu. Katanya dia mimpi buruk tentang kamu, Nak... Bisakah kamu datang ke rumah untuk menenangkannya? Kasian Alea sedang hamil, nak... Mama takut jika Alea terus seperti ini akan berakibat buruk pada kandungannya." Suara Mama Zaskia terdengar semakin khawatir.


"Baiklah. Aidan akan segera berangkat ke sana, Ma." Putus Aidan.


Tak ingin membuang waktu, Aidan pun segera keluar dari dalam ruangan kerja ayahnya tanpa mendengarkan Bunda Vara dan adiknya memanggil-manggil namanya. Saat ini Aidan benar-benar mengkhawatirkan kondisi istrinya itu.


"Aidan... Kamu mau kemana nak?? Sebenarnya ada apa ini?" Tanya Bunda Vara berhasil mencekal tangan Aidan yang sedang mengambil kunci mobilnya.


Aidan menghela nafas panjang. "Alea, Bunda... Mama Zaskia menelefon jika saat ini Alea sedang menangis dan tak mau berhenti akibat mimpi buruk." Jelas Aidan.


"Memangnya Alea mimpi apa sehingga menangis seperti itu?" Bunda Vara nampak bingung.


"Entahlah... Aidan juga tidak tahu, Bunda..." Desah Aidan. "Bunda... Aidan harus segera berangkat sekarang juga." Pamit Aidan mengambil tangan sang bunda lalu menyalaminya. Kemudian melakukan hal yang sama pada Ayah Rangga


"Hati-hatilah, nak... Tetap utamakan keselamatan kamu." Pesan Bunda Vara yang mengetahui Aidan pasti akan membawa mobilnya dengan kencang.


Aidan mengangguk dan kemudian berlalu dari hadapan kedua orang tuanya beserta adik-adiknya.


Dua puluh menit berlalu, akhirnya mobil bewarna hitam yang dikendarai Aidan pun telah sampai di depan perkarangan rumah orang tua Alea. Setelah memarkirkan mobilnya dengan asal, Aidan pun segera berlari memasuki rumah.


"Mama..." Panggil Aidan pada Mama Zaskia yang terlihat sedang membawa nampan berisi minuman dan makanan di tangannya.


"Aidan..." Seru Mama Zaskia.


"Alea mana, Ma?" Tanya Aidan dengan nafas naik turun.


Tanpa menunggu lama, Aidan pun segera berlari menaiki tangga satu persatu menuju kamar Alea. Dari luar kamar Aidan dapat mendengar dengan jelas suara tangisan istrinya yang menyayat hati.


Ceklek


Pintu kamar pun terbuka dan menampilkan wajah Aidan di sana. Alea dan Papa Bara yang sedang menenangkan Alea pun sontak melihat ke arah pintu.


"Aidan... Hiks... Hiks..." Isak tangis Alea. Alea pun seger turun dari ranjang sambil membawa guling di tangannya.


"Sayang..." Lirih Aidan saat Alea berjalan mendekat ke arahnya.


Buk


Buk


Buk


Pukulan bertubi-tubi dari guling yang berada di tangannya berhasil mendarat di tubuh Aidan. Aidan menutupi wajahnya saat mendapatkan pukulan mentah dari istrinya itu.


"Alea... Hentikan...!!" Pekik Mama Zaskia melihat aksi brutal anaknya. Mama Zaskia pun mendekat dan segera mengambil guling di tangan anaknya.


"Lo jahat, Aidan... Lo jahat..." Raung Alea saat guling di tangannya sudah terlepas dan saat ini tubuhnya sudah berada di pelukan Aidan.


***


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya☺