Oh My Introvert Husband

Oh My Introvert Husband
Tamu tak diundang



Suara alaram memekakkan telinga membangunkan Alea yang sedang tertidur pulas didekapan Aidan. Kedua kelopak mata Alea terbuka sempurna saat menyadari bunyi alaram itu ia pasang untuk membangunkannya pagi ini. Alea dengan hati-hati melepaskan tangan Aidan yang melingkar di pinggangnya. Menyambar ponsel di atas nakas kemudian mematikan alaramnya.


Alea bergegas menuju kamar mandi guna mencuci muka dan menggosok giginya. Ia harus segera turun ke lantai bawah untuk membantu mertuanya yang akan memasak di pagi hari. Karna sudah mengetahui kegiatan pagi hari di mansion mertuanya, Alea berinisiatif untuk turut membantu mertuanya. Lagi pula ia merasa sungkan jika bangun seperti biasanya di kediaman mertuanya.


"Eh kamu udah bangun, sayang?" Bunda Vara yang baru saja mengambil bahan-bahan yang akan dimasak dari lemari pendingin pun menghentikan sejenak kegiatannya.


"Udah Bunda. Apa yang bisa Lea bantu Bunda?" Tanya Alea mendekat ke arah Vara.


Bunda Vara tersenyum. "Kamu tolong potongin sayurnya aja, sayang." Jawabnya tanpa menilak niat baik menantunya.


Alea pun dengan senang melakukannya. Dan di pagi yang masih gelap dua orang wanita berbeda usia itu bekerja sama untuk membuat sarapan pagi sambil bercerita ringan. Alea nampak tak menyurutkan senyumannya saat Bunda Vara menceritakan tingkah laku Aidan sedari kecil. Tawa renyah pun sesekali terdengar dari obrolan mereka yang terus berlanjut.


*


Sinar matahari yang masuk melalui jendela mengganggu tidur pria tampan yang masih bergulung di dalam selimut. Aidan meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku sambil mencari keberadaan Alea yang sudah tidak berada di sampingnya.


Ceklek


Pintu kamar terbuka dan menampilkan wajah Alea di sana.


"Dari mana aja?" Tanya Aidan setelah turun dari tempat tidur.


"Habis bantuin Bunda masak. Lo baru bangun?" Tanya Alea mendekat ke arah Aidan.


Aidan mengangguk. "Masak apa tadi, hem?" Tanya Aidan sambil mendekap tubuh Alea.


"Lepasin, ih. Gue kan bau dari dapur." Gerutu Alea memberontak dalam pelukan Aidan.


Aidan terkekeh dan melepaskan pelukannya. "Mandi bareng, ya?" Tanya Aidan. Tanpa menunggu jawaban Alea, Tubuh Alea pun sudah terbang di udara.


"Ih... Kebiasaan deh!" Sungut Alea saat sudah berada di gendongan Aidan.


Aidan menarik tipis sudut bibirnya dan membawa tubuh Alea ke kamar mandi.


*


Saat sedang menikmati sarapan masing-masing. Keluarga itu dikejutkan oleh kedatangan seseorang secara tiba-tiba.


"Tante..." Velissa berjalan begitu anggun mendekat pada Bunda Vara. Wanita itu tidak menyadari jika di meja makan itu ada seseorang yang saat ini tengah menjadi rivalnya.


"Eh, Velissa... Ayuk sarapan bareng." Ajak Bunda Vara setelah tangannya dicium oleh Velissa.


Velissa nampak tersenyum manis. Kemudian turut menyapa Ayah Rangga. Hingga saat ia membalikkan badan untuk melihat Aidan, tubuhnya tiba-tiba menegang saat melihat sosok wanita yang saaat ini duduk di sebelah Aidan.


"Elo..." Suara Velissa terdengar sedikit keras dengan wajah terkejut. Namun dengan cepat Velissa menormalkan kembali ekspresinya.


"Alea..." Ulang Velissa lagi. "Lo sedang apa di sini?" Tanyanya lembut namun penuh penekanan.


Alea hanya mengedikan bahunya. Ia sungguh malas meladeni wanita licik di depannya saar ini.


****


Lanjut?


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya☺