Oh My Introvert Husband

Oh My Introvert Husband
OMIH-35



"Astaga, Maudy... Cika..." Sungut Alea tak percaya dengan ucapan sahabatnya. "Lo berdua gak tau aja bagaimana sikapnya sama gue kalau di rumah!" Ketus Alea.


"Di rumah?!" Pekik Cika dan Maudy berbarengan. Pikiran mereka kini sudah melalang buana memikirkan apa yang dilakukan Alea dan Aidan di rumah mereka.


"Pasti Kak Aidan sangat ganas..." Cicit Maudy terkekeh geli.


"Pastinya dong, Dy... Lo lihat aja bentuk tubuhnya dan auranya yang dingin itu. Dari novel yang sering gue baca. Kalau cowok yang kaya Kak Aidan itu sangat ganas kalau di atas ranjang." Lanjut Cika ikut terkekeh.


Kening Alea berkerut dalam tidak mengerti maksud perkataan sahabatnya. "Maksud lo pada apaan sih!" Kesal Alea yang tidak mengerti.


"Lo gak usah pura-pura gak ngeri deh, Lea..." Cibir Maudy.


Cika mengangguk. "Gak usah malu kali, Lea... Cuma sama kita-kita aja..." Sahut Cika melihat wajah Alea yang nampak bingung namun disalahartikan oleh mereka.


"Apaan sih! Gue benar-benar gak ngerti!" Sungyt Alea.


"Ish... Lo ini..." Cebik Cika. "Maksud kita itu Kak Aidan pasti sangat ganas jika sedang berada di atas ranjang dengan lo..." Melihat wajah Alea yang masih bingung Cika pun kembali melanjutkan ucapannya. "Sangat ganas saat membuatkan kami ponaan." Tutur Cika terkekeh kecil.


Mendengar penjelasan Cika membuat kedua bola mata Alea membulat sempurna.


"Lo berdua apa-apaan sih!" Ucap Cika merasa kesal dengan pikiran kotor sahabatnya. "Gue bahkan tinggal beda kamar dengan dia!" Jelas Alea yang tidak ingin pikiran dua sahabatnya semakin jauh.


"Apa?!" Lagi-lagi Cika dan Maudy dibuat terkejut dengan pengakuan Alea.


"Jadi lo belum ngelakuin hal yang selayaknya dilakuin pasangan suami istri dengan Kak Aidan?" Tanya Cika tak percaya.


Alea dengan cepat menggeleng. "Gue hanya mau memberikan sesuatu yang paling berharga di diri gue buat orang yang gue cintai." Ucap Alea.


"Tapi kan Kak Aidan itu suami lo, Lea! Sudah kewajiban lo buat ngelayani dia!" Protes Maudy yang tidak setuju dengan ucapan Alea.


"Gue tahu itu, Maudy. Hanya saja gue sadar jika saat ini hubungan kita hanya sebatas keterpaksaan karena sebuah kesalahan. Bisa saja 'kan suatu saat nanti Aidan berniat menceraikan gue dengan alasan dia belum bisa mencintai gue. Walau pun status gue berubah menjadi janda, setidaknya gue itu janda perawan." Ungkap Alea. Namun pikirannya sedikit takut jika Aidan benar-benar berniat menceraukan dirinya.


"Dan lo akan terima jika Kak Aidan benar-benar menceraikan lo?!" Tanya Cika tak percaya dengan ucapan Alea yang dianggapnya tidak masuk akal.


"Lantas gue bisa apa jika memang takdir kami seperti itu nantinya?" Balas Alea seadanya. Namun berbeda dengan hatinya yang entah mengapa tak rela ketika mengatakannya.


"Ya lo harus berjuang buat Kak Aidan jatuh cinta sama lo dong, Lea! Secara lo itu istri sahnya. Lo harus mulai belajar untuk membasmi para pelakor yang berniat menghancurkan rumah tangga lo kelak seperti dedemit yang waktu itu di kantin bersama gengnya Kak Aidan!" Tekan Cika.


*


Happy reading!:)


Jangan lupa like, komen, vote dan rate bintang 5 supaya author makin semangat nulisnya. Dukungan teman-teman sangat berarti untuk kinerja jari author dalam menulis😉


Terimakasih sudah membaca karya recehku:)