
Pagi itu Cika dan Maudy nampak sudah menunggu Alea di meja makan bersama Mama Zaskia dan Papa Bara.
"Pagi banget dateng ke sininya?" Ucap Alea mendaratkan bokongnya di kursi sebelah Mama Zaskia.
"Jelas saja kita ingin nibrung sarapan di sini kali, Lea. Lagi pula kita mulai ketagihan dengan sarapan buatan Tante Zaskia." Ucap Cika.
Alea menggeleng. "Kebiasaan banget deh." Serunya yang dibalas Cika dan Maudy dengan tertawa.
Papa Bara pun mulai mengintrupsi untuk segera memulai sarapan pagi mereka. Setelah menyelesaikan sarapan, Alea pun pamit kepada Papa Bara dan Mama Zaskia untuk berangkat ke kampus diikuti oleh Cika dan Maudy.
"Lo gak bawa mobil, Cik?" Tanya Alea tak melihat adanya mobil Cika.
"Enggak. Mobil gue masuk bengkel. Jadi sekalian aja dijemput sama Maudy." Jelas Cika.
Alea mengangguk paham. Mereka pun masuk ke dalam mobil. Mobil yang dikendarai Maudy pun mulai melaju meninggalkan perkarangan rumah Alea. Selama di dalam perjalan Alea lebih banyak diam sambil memainkan ponselnya. Sedangkan Cika dan Maudy sibuk berbalas cerita tentang pria yang kini menjadi idola mereka.
"Lo gak ada komunikasi dengan Kak Aidan lagi, Le?" Tanya Cika melirik ke arah kursi belakang dimana Alea kini tengah berbaring.
"Gak usah bahas dia. Gue lagi gak mood bahas dia." Cetus Alea.
Cika membungkam mulutnya. Cika dapat melihat jika saat ini Alea masih menyimpan kekecewaan yang besar kepada suaminya.
"Pelan-pelan aja Dy bawa mobilnya. Nanti gue bisa jatuh ini!" Seru Alea saat Maudy menambah kecepatannya.
"Lagian lo kenapa baring segala sih, Lea." Sahut Maudy. "Kan jadi kena lampu merah deh!" Desahnya.
"Gue ngantuk banget ini!" Keluh Alea mulai memejamkan kedua matanya.
"Kebiasaan banget deh." Maudy menggelengkan kepalanya.
Tiga puluh menit berlalu, akhirnya mobil yang dikendarai Maudy pun sudah sampai di perkarangan kampus.
"Kenzo..." Alea melebarkan senyumannya saat Kenzo sudah berada di dekatnya.
"Lo udah sembuh?" Tanya Kenzo.
Alea mengangguk. "Gue udah baik-baik aja kok." Balas Alea tersenyum.
Kenzo tersenyum lega. Pandangannya pun jatuh pada perut Alea yang nampak sedikit membuncit dari bajunya yang sedikit longgar.
"Lo beneran lagi hamil?" Tanya Kenzo lagi memastikan perkataan Alea tempo hari diseberang telefon yang mengatakan dengan jujur jika dirinya sudah menikah dan sedang mengandung.
"Beneran. Ada dua ini." Balas Alea mengelus perutnya.
Kenzo tersenyum. Walau hatinya saat ini sangat sakit saat mengetahui kenyataan besar jika wanita yang dicintainya sudah menikah bahkan akan memiliki anak.
"Ya udah yuk ke kelas. Bukannya hari ini kita masuk ke kelas yang sama?" Ajak Alea yang diangguki Kenzo.
Mereka pun berjalan beriringan menuju kelas. Cika dan Maudy yang berada di belakang Alea dan Kenzo menyunggingkan senyuman sinis saat melihat seseorang tengah menatap mereka dengan tajam.
"Nanti gue mau beli burger yang kemarin elo beli waktu itu." Ucap Alea saat mereka sudah berada di dalam kelas.
"Lo masih ngidam burger yang gue beli itu?" Tanya Kenzo yang masih berdiri di samping kursi Alea.
Alea mengangguk. "Nanti tunjukin gue tempatnya dong. Gue mau beli sendiri ke sana." Pinta Alea.
"Baiklah..." Ucap Kenzo sambil menyematkan senyum tampannya.
***