Oh My Introvert Husband

Oh My Introvert Husband
OMIH-54



"Lo yakin mau berangkat ke kampus hari ini?" Tanya Aidan pada Alea yang sedang menyisir rambutnya di depan cermin saat dirinya baru saja masuk ke dalam kamar Alea.


Dengan wajah yang masih malu-malu Alea mengangguk. "Gue ada kelas siang ini dan juga mau ngumpulin tugas. Lagian gue juga udah janji sama teman-teman mau nonton habis kuliah. Gue gak enak nolak mereka terus." Ungkapnya.


"Masih sakit?" Tanya Aidan kembali merasa bersalah.


"Udah lumayan gak sakit lagi karna di kasih salep tadi." Balas Alea yang masih dalam suasana canggung.


"Mau bareng gue ke kampus?" Tawar Aidan. "Gue juga ada mata kuliah siang ini." Lanjutnya kemudian.


"Gue sendiri aja. Aman kok."


"Ya udah, gue berangkat dulu." Aidan yang hendak keluar dari dalam kamar Alea menghentikan langkahnya saat tangannya di cekal oleh Alea.


"Kenapa?" Tanya Aidan heran melihat wajah Alea nampak grogi.


Alea mengulurkan tangannya.


"Salim." Ucapnya dengan bibir mengerucut melihat Aidan yang tak kunjung memahami maksud dan tujuannya.


Aidan menerima uluran tangan Alea. Kemudian membenamkan ciuman singkat di kening Alea lalu berlalu dari dalam kamar meninggalkan Alea yang berdiri mematung.


"Lo manis banget sih. Gue takut jatuh cinta sama lo jika lo seperti ini terus." Lirih Alea.


*


"Lea, lo kenapa? Jalan lo kok aneh gitu?" Tanya Maudy melihat jalan Alea yang tidak seperti biasanya.


Alea memberikan isyarat pada Maudy untuk menutup mulut. Karena teman-teman mereka sudah mulai berdatangan masuk ke dalam kelas.


"Lo kenapa sih?" Tanya Cika berbisik saat Alea sudah mendaratkan tubuhnya di kursi.


"Emang gue habis diperawanin." Ucap Alea dengan santai.


"Apa?!" Pekik Cika dan Maudy berbarengan.


"Pelanin suara kalian!" Gerutu Alea yang merasakan telinganya kini berdengung.


"Lo hutang penjelasan sama kita!" Tekan Maudy saat dosen pengajar sudah masuk ke dalam ruangan.


Alea, Cika dan Maudy berjalan dengan pelan ke arah kantin saat jam mata kuliah mereka baru saja selesai. Sesampainya di kantin, Alea sejenak beradu pandang dengan Aidan yang tengah duduk bersama Aksa, Leo dan Velissa. Secepat kilat Alea langsung memutus pandangan mereka saat merasa dadanya begitu nyeri melihat Velissa yang kini tengah duduk begitu dekat dengan Aidan.


Cika dan Maudy dapat menangkap maksud dari pandangan Alea. Mereka bersamaan menatap sinis pada Velissa yang seperti kegatalan.


"Tuh ada bangku kosong. Ke sana aja yuk!" Ajak Cika menunjuk meja yang agak jauh dari kursi Aidan dan teman-temannya.


Alea dan Maudy mengangguk menyetujui.


"Kegatelan banget sih si Velissa itu." Gerutu Maudy melihat Velissa yang kini tengah mencoba memberikan baksonya ke arah mulut Aidan.


"Bener banget tuh. Apa dia gak liat kalau Kak Aidan udah risih sama sikapnya itu." Timpal Maudy. "Ya, gak, Le?" Tanya Maudy pada Alea yang hanya diam saja.


Cika dan Maudy pun saling pandang saat melihat tatapan Alea yang kosong tak seperti biasanya. Sedangkan Alea kini tengah berperang dengan pemikirannya sendiri.


Gimana kalau Aidan nantinya berniat menceraikan gue? Sedangkan gue udah gak perawan lagi. Mana ada laki-laki yang mau dengan status gue nantinya. Alea menyadari jika di luar sana banyak sekali wanita yang mengejar cinta suaminya termasuk Velissa teman dekat suaminya itu.


Gue gak mau jadi janda. Mulai sekarang gue harus fokus untuk menjadi istri yang baik di dapur maupun di kasur agar Aidan tidak akan mudah meninggalkan gue nantinya. Tekad Alea.


*


jangan lupa like, komen dan votenya:)