
"Huh, akhirnya." Alea nampak lega ketika sudah selesai membuang hajatnya.
Ketika hendak keluar dari dalam kamar mandi, tubuh Alea tidak sengaja bertabrakan dengan tubuh wanita yang hendak masuk ke dalam kamar mandi.
"Eh, maaf, gue gak sengaja!" Ucap Alea tak enak pada wanita yang ditabraknya.
Bukannya menjawab ucapan Alea, wanita itu justru memperhatikan Alea dengan lekat.
Merasa dirinya diperhatikan, Alea pun ikut memperhatikan wanita yang ditabraknya.
Bukannya dia cewek yang jalan bareng Aidan kemarin? Batin Alea mengingat sesuatu.
"Lo, Alea?" Tanya wanita itu terdengar sedikit tidak ramah di telinga Alea.
"Ya, lo kenal gue?" Tanya Alea tanpa menyebyt embel-embel 'Kak pada Velissa. Ya, wanita itu adalah Velissa yang tidak senga bertemu di dalam kamar mandi dengan Alea. "Jelas aja lo kenal sama gue. Secara gue cantik! Siapa juga yang gak kenal sama gue!" Sombong Alea. Bukannya berniat seperti itu. Namun ketika melihat raut tak suka wanita di depannya padanya, Alea seolah tertantang untuk meladeninya.
"Sayangnya gue gak kenal tuh sama, lo!" Balas Velissa mematahkan kesombongan Alea.
"Gak kenal? Loh, bukannya lo tau nama gue tadi?" Skak mat! Ucapan Alea berhasil membuat Velissa mati kutu.
"Yang sopan ya lo kalau ngomong sama senior!" Cecar Velissa merasa tak suka. Di saat seperti ini, sifat asli Velissa pun nampak keluar.
"Lo nyuruh gue sopan? Cih. Lihat-lihat juga kali siapa orang yang mau disopanin itu! Kalau orangnya seperti lo... Sepertinya gak perlu!" Cetus Alea. Alea menahan tawanya melihat wajah Velissa yang sudah merah padam. "Minggir! Gue bukan orang yang suka berlama-lama dalam kamar mandi umum!" Ucapnya. Kemudian keluar dari dalam kamar mandi setelah sebelumnya menyenggol bahu Velissa.
"Sialan!" Umpat Velissa merasa geram dengan sikap Alea padanya. Baru kali ini ada wanita yang berani padanya. Karena selama ini tidak ada satu pun orang yang berani melawan perkataannya mengingat Velissa adalah salah satu wanita beruntung yang bisa berteman dekat dengan pemilik kampus mereka. "Lo akan menyesal karena sudah berani bermain-main dengan gue!" Geramnya dengan tangan terkepal erat.
"Sikapnya sangat berbeda ketika sedang bersama Aidan. Dasar serigala berbulu domba!" Geruru Alea sambil berjalan cepat kembali menuju kantin. Moodnya pagi ini bertambah buruk akibat pertemuan tak sengaja dengan Velissa.
"Kenapa wajah lo?" Tanya Cika melihat raut masam pada wajah Alea.
"Gue tuh lagi sebel!" Gerutu Alea.
Alea pun menceritakan kejadian saat ia bertemu Velissa di kamar mandi.
"Lo beneran dia kaya gitu?" Tanya Maudy seolah tak percaya pada ucapan Alea. Diikuti Cika yang ikut mengangguk. Sama-sama tak percaya.
Alea mendengus. "Sejak kapan gue jadi orang pembohong!"
"Selama ini yang kita lihat, Kak Velissa nampak ramah dan lemah lembut. Gue gak nyangka sifat aslinya seperti itu." Cika menggeleng.
"Gue juga!" Timpal Maudy.
"Kita gak bisa nilai orang dari covernya aja!" Nasihat Alea. Cika dan Maudy mengangguk bersamaan.
"Mulai sekarang lo harus hati-hati, Lea." Ucap Cika tiba-tiba.
"Hati-hati? Kening Alea mengkerut.
"Lo gak lupa 'kan jika Kak Velissa adalah sahabat baik suami lo. Dan lo juga pasti gak buta dan sadar jika Velissa terlihat jelas menaruh hati sama suami lo dari caranya memperlakukan Kak Aidan selama yang kita lihat?" Ucap Maudy memperjelas ucapan Cika.
Alea tersentak. Ia memang melupakannya.
***
Segini dulu ya... Kalau sempat nanti aku sambung lagi. Mataku sudah 5 watt😌😌
Happy reading!:)
Jangan lupa like, komen, vote dan rate bintang 5 supaya author makin semangat nulisnya. Dukungan teman-teman sangat berarti untuk kinerja jari author dalam menulis😉