Oh My Introvert Husband

Oh My Introvert Husband
Sangat bau



Pagi ini Cika dan Maudy dibuat terkejut oleh kehadiran Aidan di rumah Alea. Cika dan Maudy saling berpandangan satu sama lain seolah meminta jawaban. Namun kedua-duanya saling mengangkat bahu tanda tidak tahu. Dan mereka pun semakin dibuat terperangah saat Alea terlihat begitu manja dengan suaminya saat sedang menikmati sarapan mereka.


"Pagi ini aku berangkat sama Cika dan Maudy aja, ya." Ucap Alea saat mereka sudah selesai menikmati sarapan pagi.


"Baiklah. Tapi mulai besok aku yang akan mengantarkan kamu ke kampus." Ucap Aidan yang dengan cepat diangguki oleh Alea.


Setelah berpamitan kepada Papa Bara dan Mama Zaskia, Alea pun berangkat bersama Cika dan Maudy sedangkan Aidan berangkat ke kampus dengan menggunakan mobilnya sendiri.


"Lo beneran udah baikan sama Kak Aidan, Le?" Tanya Cika yang sedang fokus pada kemudinya.


"Iya. Gue udah mutusin buat maafin Aidan."


"Secepat itu?" Cika dan Maudy menggelengkan kepala berbarengan.


"Udah satu bulan gue ngacuhin suami gue sendiri. Dan menurut gue itu udah terlalu lama. Lagi pula gue takut Aidan akan jenuh berjuang dan memilih meninggalkan gue dan anak-anak." Lirih Alea.


"Tapi apa lo yakin jika Kak Aidan tidak akan lagi mengulangi perbuatannya?" Cika masih saja meragu.


"Entahlah... Namun jika Aidan masih tetap memilih lebih mengutamakan sahabatnya seperti kemarin, gue gak akan segan-segan meninggalkan dia." Tekad Alea.


Mobil pun terus melaju membelah keramaian kota di pagi hari. Hingga beberapa saat berlalu, mereka pun telah sampai di kampus.


"Loh Kak Aidan udah duluan sampe dari kita?" Tanya Cika melihat mobil Aidan sudah lebih dulu terparkir dari pada mobilnya.


"Sepertinya begitu." Timpal Maudy.


"Kan lo tahu sendiri kalau kak Aidan itu jago dalam apapun termasuk dalam membawa mobil dengan cepat." Lanjut Maudy kemudian.


Alea yang mendengarkan perkataan sahabatnya hanya diam sambil terus mengetikkan sesuatu di layar ponselnya.


*


Jam kuliah pertama pun dimulai, Alea yang sedang memperhatikan dosen menjelaskan mata kuliah pagi ini nampak tidak begitu fokus saat seseorang yang baru datang duduk di sebelahnya.


"Res, lo pakai parfum apa sih? Kok bau banget." Keluh Alea menutup hidungnya dengan kedua tangannya.


"Gue pake parfum yang seperti biasanya kok. Dan parfum gue ini wangi Alea. Enak aja lo ngatain parfum mahal gue bau!" Protes Resti sambil mencium bau badannya.


"Tapi lo beneran ba—"


Hoek


Hoek


Tak kuat menahan rasa mualnya, Alea pun bangkit dari duduknya dan meminta izin untuk ke toilet kepada dosen pengajarnya. Suasana di dalam kelas pun nampak ricuh akibat mendengar suara Alea yang ingin muntah.


"Alea kenapa?" Tanya Cika pada Maudy saat melihat Alea berlari ke luar kelas mereka.


"Sepertinya Alea mual nyium bau parfum Resti." Jawab Maudy khawatir.


Cika dan Maudy pun buru-buru pamit kepada dosen mereka untuk menyusul Alea ke kamar mandi. Suasana di kelas pun semakin ricuh saat salah satu dari mereka mengatakan sepertinya Alea sedang hamil.


Hoek


Hoek


Alea yang berada di dalam kamar mandi masih tak henti-hentinya mengeluarkan cairan dari dalam mulutnya.


"Alea... Lo gak papa?" Cika dan Maudy masuk ke dalam kamar mandi dengan raut wajah khawatir. Sedangkan di luar kamar mandi, kini para mahasiswa nampak semakin banyak mengerumuni pintu kamar mandi untuk memastikan ucapan salah satu teman mereka adalah benar.


***


Sambil menunggu cerita Alea dan Aidan update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.


- Hanya Sekedar Menikahi (On Going)


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya☺