Oh My Introvert Husband

Oh My Introvert Husband
Terbongkar



Tak lama suara teriakan Cika dan Maudy pun menggema di dalam kamar mandi.


"Alea..." Cika dan Maudy dengan cepat menangkap tubuh Alea yang hampir terjatuh.


"Alea... Lo kenapa Lea? Alea Bangun..." Cika menepuk pipi Alea berharap bisa membangunkan sahabatnya.


"Alea..." Maudy pun tak kalah khawatir melihat keadaan Alea yang tak sadarkan diri. Maudy pun segera keluar dari dalam kamar mandi setelah meletakkan kepala Alea di atas paha Cika.


"Tolong... Tolongin Alea pingsan!" Pinta Maudy pada teman-temannya.


"Alea pingsan?" Sahut salah satu pria teman sekelas mereka.


Maudy mengangguk. "Tolong angkat Alea." Pinta Maudy lagi.


Pria itu mengangguk kemudian meminta kepada beberapa orang temannya untuk membantu membopong tubuh Alea.


"Ada apa ini?" Tanya Velissa yang baru saja datang bersama dua orang teman wanitanya saat melihat keramaian di depan kamar mandi.


"Itu Alea pingsan di kamar mandi, Kak!" Sahut teman sekelas Alea.


Tak lama beberapa pria pun keluar dari dalam kamar mandi membawa tubuh Alea.


"Alea." Gumam Velissa menatap wajah pucat Alea.


"Kenapa dengan dia? Kenapa Alea bisa pingsan?" Tanya Velissa merasa begitu penasaran.


Cika dan Maudy nampak keluar dari dalam kamar mandi mengikuti langkah teman-temanya yang akan membawa Alea ruangan organisasi jurusan mereka.


"Tadi di kelas Alea tiba-tiba mual seperti ingun muntah saat mencium bau parfum Resti."


"Mual-mual?" Sela Velissa merasa aneh.


"Benar, Kak. Sepertinya Alea sedang hamil! Apalagi saat di kamar mandi tadi kami mendengar Ale muntah-muntah di dalam sana." Seru seseorang tiba-tiba.


"Alea hamil?" Kedua bola mata Velissa membola sempurna. Pemikirannya pun melayang kemana-mana. Jika benar Alea hamil, siapa ayah dari bayinya? Aidan? Tidak mungkin Aidan. Karena gue yakin Aidan tidak akan melakukan hal di luar batas pada seorang wanita. Apalagi dari yang gue dengar Aidan dan Alea udah lama putus sejak gue dirawat di rumah sakit. Pasti anak itu anak haram Alea dengan pri lain. Batin Velissa.


Velissa pun turut mengikuti langkah adik kelasnya yang saat ini menuju ke ruangan organisasi jurusannya dengan sudut bibir terangkat. Aidan pasti akan merasa menyesal telah pernah memilih Alea sebagai kekasihnya! batin Velissa tertawa jahat.


"Ada apa ini?" Tanya Bu Dewi yang melihat Alea tengah dibopong oleh beberapa mahasiswanya.


"Apa? Bagaimana bisa?" Tanya Bu Dewi terkejut.


"Alea muntah-muntah dan akhirnya pingsan." Sahut mereka berbarengan.


Bu Dewi melebarkan kedua bola matanya. "Siska..." Panggil Bu Dewi pada anaknya yang sedang melakukan panggilan telefon dengan seseorang.


"Ada apa, Ma?" Sahut Siska anak Bu Dewi.


"Cepat kamu periksa keadaan mahasiswa Mama di dalam sana. Kau membawa alat-alat pemeriksaanmu bukan?" Tanya Bu Dewi pada anaknya yang kebetulan seorang lulusan tenaga kesehatan.


Siska pun mengangguk dan segera masuk ke dalam ruangan dimana Alea berada. Tak lama Cika dan Maudy pun keluar dari dalam ruangan setelah mendapat intruksi dari anak Bu Dewi.


Lima belas menit menunggu, akhirnya Siska pun keluar dari dalam ruangan.


"Bagaimana keadaannya Siska?" Tanya Bu Dewi tidak sabar. Begitu pula dengan seorang wanita yang berada di belakang Bu Dewi.


"Setelah aku periksa, sepertinya mahasiswa Mama sedang mengandung. Itulah akibatnya dia tidak bisa mencium bau yang menyengat dan membuatnya muntah-muntah. Karena cairan di tubuhnya sudah semakin berkurang, itulah akibat yang membuat dia jatuh pingsan." Jelas Siska anak Bu Dewi yang membuat orang-orang yang mendengarnya membulatkan kedua bola mata berbarengan terkecuali Cika dan Maudy.


***


Sambil menunggu cerita Alea dan Aidan update, kalian bisa mampir di dua novel aku yang lainnya, ya.


- Hanya Sekedar Menikahi (On Going)


- Serpihan Cinta Nauvara (End)


Jangan lupa beri dukungan dengan cara


Like


Komen


Vote


Agar author lebih semangat untuk lanjutin ceritanya, ya☺