Oh My Introvert Husband

Oh My Introvert Husband
OMIH-24



"Lo mau beli apa sih ke sini, Lea?" Sungut Maudy merasa aneh ketika Lea berjalan ke arah bahan-bahan masakan.


"Tentu aja gue mau beli bahan makanan. Masa gue beli baju ke sini!" Jawab Lea jengah.


"Iya gue tahu, Lea. Maksud gue buat apa lo beli bahan masakan segala? Lo kan gak pandai masak!" Sindir Maudy membuat Alea mendelik.


"Tentu saja gue mau belajar masak." Jawab Alea sekenanya.


"Apa?! Belajar masak?!" Ucap Cika dan Maudy berbarengan. Suara mereka yang sedikit keras membuat para pengunjung mall menatap tak suka pada mereka.


"Berisik! Mending kalian bantuin gue cari bahan apa aja yang bisa di pakai buat masak!" Titah Alea.


"Emang lo mau belajar masak apa?" Tanya Cika melihat deretaan macam-macam ikan dan daging di depannya.


"Apa aja yang bisa di masak." Jawab Alea sembari melihat layar ponselnya yang menampilkan bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan untuk memasak.


Setelah membeli bahan-bahan yang diperlukan, Alea, Maudy dan Cika yang sudah merasa lapar pun memutuskan untuk makan di restoran cepat saja yang ada di dalam mall.


"Akhir-akhir ini lo aneh banget tau, Lea..." Ucap Cika yang dengan cepat diangguki Maudy.


"Aneh gimana?" Tanya Alea berusaha bersikap biasa saja.


"Ya aneh aja. Seperti sekarang contohnya. Lo bilang mau belajar masak. Biasanya lo kan paling anti yang namanya masuk ke dapur. Bisa bedaian bawang merah dan bawang putih aja udah syukur." Ucap Cika.


"Bener banget tuh!" Timpal Maudy.


"Bukannya anti kali!" Cebik Alea. "Gue takut aja kalau gue masuk ke dalam dapur bisa bikin dapurnya kebakaran!" Kelakar Alea.


"Alasan aja lo!" Dengus Maudy.


Cika dan Maudy saling tatap melihat Alea yang masih fokus dengan ponsel di tangannya. Mereka merasa aneh dengan sikap Alea yang tiba-tiba ingin belajar memasak.


"Om dan Tante udah balik ke luar negeri lagi, Lea?" Tanya Cika saat Alea baru saja melajukan mobilnya keluar dari perkarangan Mall.


Cika mengangguk mengerti. Tidak ingin melanjutkan pertanyaannya yang bisa membuat Alea bersedih. "Udah lama banget kita gak main ke rumah lo, Lea. Habis dari jemput mobil di kampus kita langsung ke rumah lo aja gimana?" Tawar Cika.


"Boleh, boleh... Kebetulan Mama dan Papa gue juga lagi ke rumah kakak gue liat cucunya. Bosan banget gue di rumah gak ada orang." Ucap Maudy antusias.


"Aduh... Maaf banget ya, gaes... Kapan-kapan aja kalian main ke rumah gue. Karena ada yang mau gue kerjain. Kalau ada kalian nanti gue gak fokus ngerjainnya." Kilah Alea.


"Emang lo mau ngerjain apa sih, Lea? Tugas dari Bu Dewi?" Selidik Cika.


"Salah satunya itu. Kalian kan tau gue belum ngerjain tugas sama sekali."


Cika dan Maudy mengangguk membenarkan. Apalagi tugas mereka akan dikumpulkan dua hari lagi dan ditambah tugas baru mata kuliah mereka tadi pagi yang harus dikumpul di hari yang sama pasti akan memerlukan waktu untuk mengerjakannya.


"Lo ngerasa kan, Dy, kalau Alea semakin hari semakin aneh?" Tanya Cika setelah mobil Alea menjauh dari pandangan mereka.


"Ngerasa gue. Apalagi Alea sepertinya tidak ingin kita datang ke rumahnya. Seperti ada yang Alea sembunyikan dari kita."


"Besok kita harus selidikin apa yang buat Alea berubah." Ucap Cika yang diangguki Maudy dengan cepat.


*


*


*


*


Lanjut? Happy reading!:)


Jangan lupa like, komen, vote dan rate bintang 5 supaya author makin semangat nulisnya. Dukungan teman-teman sangat berarti untuk kinerja jari author dalam menulis😉


Terimakasih sudah membaca karya recehku: