My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Ingin lebih sekedar Kakak



"Perasaan gue gak enak bay,seperti ada yang dinda sembunyikan dari kita" ucap jihan pada ubay Yang masih berada di rumahnya


Ubay juga membenarkan apa yang dikatakan jihan,akhir akhir ini dinda sedikit berbeda,tidak seceria biasanya. mereka sangat tau dengan sifat satu sama lain,karna mereka sudah bersama dalam waktu yang cukup lama sekitar tujuh tahun selalu bersama dalam suka dan duka.


"sudah jangan banyak pikiran,sekarang rendy lagi mencari tau apa yang sebenarnya terjadi dengan dinda,nanti kamu akan tau" sean mengelus punggung jihan menenangkan istri nya yang mengkhawatirkan sahabatnya


"Btw, kak andi udah punya pacar belum?" Tanya ubay mengalihkan topik agar jihan tidak terlalu memikirkan dinda


"Jones bay" Bukan andi yang menjawab tapi Angga dengan senyumnya yang terlihat sangat menyebalkan buat andi


"Jangan deket deket lo sana jauh jauh,gue ketiban sial mulu kalo dekat lo" Ucap jeno yang baru saja bergabung dan menirukan ucapan andi tempo lalu


Angga terkekeh geli melihat kelakuan jeno yang menggoda andi "hahahah,,makanya kak jangan galak galak sama cewek entar cinta tau rasa,bukannya kenangan manis malah kenangan pahit yang di ingat pas mengenang awal mula kisahnya" ledek jeno lagi tertawa ngakak


"Bener di,kalau kata orang bijak,cinta dan benci itu bedanya tipis banget" timpal sean,Mereka tertawa sedangkan andi tetap memasang wajah datar dan dinginnya.


"Dasar kakak adik gak punya akhlak,,tau gini gue mending pulang tidur di rumah" kesal andi menyandarkan kepalanya menutupi wajahnya dengan bantal sofa


"Gue setuju kalo lo sama sofi di,dia baik cantik juga,meski rada nyebelin" Angga memelankan suaranya saat ucapan terakhirnya sambil melirik ke arah jihan dan ubay merasa tidak enak dan takut mereka tidak terima sahabatnya di bicarakan


Mendengar itu ubay tertawa "Trio angel kita memang nyebelin kak,sangat sangat nyebelin malah,untung kesayangan kalo bukan udah kita lempar ke kandang buaya kalo udah mode bawel" Ujar ubay yang mendapat jitakan dari jihan


"Terus kenapa gak lo aja kalo gitu yang pdkt an sama dia" kata andi menatap malas angga


"Bukan selera gue,tapi kalo besoknya gue mau ya bakal gue kejar lah gak ada ruginya juga,daun muda cuyy" Angga tersenyum miring melihat tanggapan andi yang mencebikkan bibirnya


"Apa lo liatin gue begitu,mau gue colok tuh mata" tantang andi membuat yang lain tertawa,mereka masih saja terus menggoda andi


###


Dinda menangis di pelukan rendy,meluapkan Perasaan nya meski tanpa mengatakan apapun


"Lo ada masalah apa,kenapa jadi seperti ini?" Tanya rendy yang masih mengusap kepala dinda


Rendy membawa dinda duduk di tempat awal dinda berada,di bawah pohon menghadap danau


Rendy menatap dalam dinda,semakin dinda berpaling muka semakin yakin pula rendy bahwa dinda tidak jujur tentang keadaannya


"kapan pun lo mau gue siap jadi pendengar nya" rendy menepuk pelan kepala dinda


dinda menoleh merasakan perasaan nya yang semakin hari semakin tak nyaman,cepat cepat dinda mengalihkan pandangannya dari rendy


"Makasih kak atas perhatiannya,makasih juga sudah menganggap gue adik" Rasanya tenggorokan dinda tercekat saat mengucapkan kata adik


Begitu pun dengan rendy yang hatinya menolak keras tak ingin sekedar menjadi kakak,tapi rendy belum sepenuhnya menyadari Perasaan nya sendiri.


###


"Ciee ciee,,,Jeno lagi chattingan sama cewek,,kakak bilang sama mas deh biar tau bentar lagi bakal punya ipar baru" Jihan tertawa melihat wajah kesal jeno saat dia menggodanya


"Siapa yang mau punya ipar baru sayang" Tanya sean menuruni tangga dengan angga dan andi di belakangnya


"Noh lagi chattingan sama cewek,kalo bukan pacarnya terus siapa dong,secara sifatnya sebelas dua belas sama kamu" Jawab jihan terkekeh


"Waduuhhh,kalah gue dari bocah" celetuk andi berjalan menghampiri jeno yang duduk di sofa


"Kak andi masih di sini gue kira udah balik" ucap jihan saat melihat andi yang masih di rumahnya


"hahahah,,,lo di usir tuh sama nyonya" timpal angga


"Ya elahh ji,bentar lagu gue pulang kok,kalo bukan laki lo yang nahan,gue udah pulang dari tadi" Andi menunjukkan wajah melas yang di buat semelas mungkin


"bukan,,bukan,,gak gitu maksudnya,aku pikir kakak udah pulang dari tadi soalnya mobilnya gak ada aku liat di depan" Jihan merasa tak enak hati mendengar ucapan andi yang mengira dirinya tidak suka dengan keberadaan andi di rumahnya