My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Akibat Kecapean



Jam 17.00 sean baru sampai rumah,setelah selesai dengan tugasnya mengajar sean langsung menuju ke kantor untuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya.


Sean memasuki kamarnya dan melihat jihan yang tertidur pulas di bawah selimut,sean mendekatinya dan mencium kening jihan


"Maaf tadi mas hukum kamu" ucap Sean pelan sambil menyingkirkan beberapa rambut jihan yang menghalangi pandangannya


Sean menarik selimut jihan untuk membangunkan nya,tapi sean malah melihat jihan yang masih berpakaian sekolah lengkap membuatnya sedikit terkejut karna tidak seperti biasanya jihan.


"Apa jihan pulang sekolah langsung tidur,berarti dia tidur udah lima jaman" gumam Sean sedikit heran


Sean mengguncang tubuh jihan Perlahan


"Ji,,,bangun ini udah mau magrib loh" ucap Sean lembut sambil mengelus bahunya


"Bangun dulu mandi" sean membalikkan tubuh jihan yang tidur menyamping jadi terlentang


Tampak wajah jihan yang sedikit pucat,membuat sean merasa bersalah.


Jihan menggeliat saat sean mengusap kepalanya.


"Ehh Mas,,maaf aku ketiduran jadi gak tau mas pulang" ucap jihan sambil duduk


"Iya gak apa-apa,kamu kenapa tidur masih pakek seragam" Tanya sean sambil mengelus lengan jihan yang berada di atas pahanya


"Lupa mas,capek banget makanya buru-buru langsung tidur" jawab jihan


"Maafin mas ya" ucap Sean lembut


"Maaf buat apa mas,?" Tanya jihan bingung


"Gara-gara mas kamu jadi kecapean" kata sean merasa bersalah


"Mas gak salah,,aku yang salah coba aja aku gak terlambat aku gak bakal di hukum" jelas jihan


"Mas mau mandi ya,bentar aku siapin airnya dulu,mas mau mandi pakek air biasa atau air hangat" Tanya jihan mengalihkan pembicaraan agar sean tak menyalahkan dirinya sendiri


"Air biasa aja biar seger" jawab sean


Jihan turun dari tempat tidur melangkah menuju ke kamar mandi untuk menyiapkan air mandi untuk sean.


Sean memilih menunggu jihan di depan pintu sambil melihat apa yang jihan lakukan. Setelah selesai menyiapkan air mandi Sean,jihan bergegas keluar untuk menyiapkan baju sean.


Sean langsung memeluk jihan,membuat jihan kaget dan hampir terjatuh.


"Mas iihh,,kaget untung aku gak jatuh" ucap jihan cemberut


"Mas tidak akan membiarkan kamu terjatuh,ya udah mas mandi dulu ya" ucap Sean mengecup bibir jihan singkat


Dua puluh menit kemudian sean baru keluar dari kamar mandi.


Pemandangan yang paling jihan kagumi,sean dengan rambut basah nya dan bentuk tubuhnya yang begitu indah,tampak begitu seksi di matanya.


"Mas tau kalau mas ganteng,biasa aja liatnya semuanya yang ada pada mas hanya milik kamu" Ucap Sean tersenyum genit sambil mengedipkan sebelah matanya


"Narsis,,siapa juga yang liatin" elak jihan mengalihkan pandangannya


Sean hanya tersenyum melihat jihan dengan pipi yang memerah karna malu.


Jihan beranjak dari sofa berniat ke kamar mandi hendak membersihkan badannya karena dari pulang sekolah jihan belum mandi.


Ketika hampir sampai di depan pintu kamar mandi,jihan Tiba-tiba oleng dan menabrak pintu sampai membuatnya terjatuh.


Sean yang berada di depan rias sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk terkejut dan langsung berlari ke arah jihan.


"Kamu kenapa,?" Panik sean memangku dan menyandarkan tubuh jihan padanya.


"Gak apa-apa mas,aku cuma gak enak badan aja,rasanya lemes gitu" ucap jihan berusaha berdiri sendiri,namun dengan cepat sean langsung mengangkat jihan membawanya ke atas ranjang.


"Kamu kenapa, jangan bikin mas khawatir gini,kita ke dokter ya" ucap Sean dengan khawatir


"Enggak usah mas aku cuma kecapean aja kok,ini gak mas pegang sendiri gak panas kan?" Ucap jihan sambil menempelkan punggung tangan Sean pada keningnya untuk meyakinkan.


"Udah makan,,?" Tanya sean lagi


Jihan yang mendengarnya langsung terkejut,mengingat dirinya belum makan sama sekali dari siang,jihan yang kecapean tidak ikut makan bersama sahabatnya setelah mengerjakan tugas hukuman nya.


Sampai jihan lupa dan pulang sekolah dirinya juga langsung tidur.


Jihan sudah siap-siap akan mendapatkan omelan dari sean,.