
"Jihannn,,," Teriakan dinda dan sofi mengundang tatapan dari beberapa mahasiswa yang berada di kampus itu.
"Kalian baru sampek juga" Tanya jihan yang di benarkan oleh sahabatnya
mereka memasuki kampus bersamaan dengan Rendy dan Angga yang berjalan di bagian paling depan.
Angga,Rendy,dan sean sangat terkenal di kalangan cewek-cewek di kampus itu,selain dengan wajah tampan dan kepintaran mereka,mereka juga selalu aktif dalam kegiatan apapun di kampus tersebut.
Membuat Mereka semakin di gilai.
***
"Ji,lo yakin mau kuliah dalam kondisi hamil muda seperti ini" Tanya razi memastikan
"Gue udah memikirkannya zi,gue gak Kenapa napa,entar kalo perut gue udah gede baru ambil cuti" Jawab jihan
Tak lama setelah nya makanan yang mereka pesan datang juga.
Jjhan makan dengan lahap makanan yang di pesan tadi,bahkan sekarang dia mengambil makanan Rendy dan Angga yang baru di cicipi beberapa sendok.
"Ji,,doyan apa lapar" Ucap dinda heran melihat porsi dan cara makan jihan
"Itu sudah biasa bagi ibu hamil jadi kalian gak usah kaget,maklumi aja" Jawab andi yang Tiba-tiba muncul bersama dengan sean
"Tapi gak gitu juga kayak orang gak makan satu minggu aja" kata dinda
sofi yang mengerti dengan situasi langsung beranjak dari tempat duduknya yang awalnya duduk bersama jihan kini beralih ke bangku sebelah duduk bersama ubay Dan menyisakan sedikit ruang di sebelahnya.
"lah gue duduk di mana,?" kata andi bingung masih dengan posisi berdiri
"itu di sebelah sofi masih bisa,duduk aja di situ" Jawab Dinda yang duduk satu bangku dengan Angga dan rendy tepat di depan sofi.
"Kamu ganti duduk sini" tunjuk andi pada razi yang duduk di bangku yang lebih pendek yang pas untuk dua orang seperti bangku jihan
"Enak aja,orang aku udah dari tadi di sini kak andi aja yang duduk di situ" Tolak razi yang ingin mengerjai sofi dan andi
"Iya si andi ribet amat si cuma duduk Doang" Timpal rendy yang seakan tau maksud razi
Andi menarik napas berat sebelum menjatuhkan pantat nya ke bangku tersebut
"Awas pak pelan-pelan bangkunya keras,entar pantatnya bisa encok lagi duduk main nemplok sembarangan" Ujar sofi tanpa menoleh sedikitpun pada andi
"Mas aku ke toilet sebentar yaa" Jihan beranjak pamit ke toilet
"mau mas antar" sean menawarkan diri untuk mengantarnya
"gak usah mas cuma ke toilet aja" tolak jihan
Setelah membuang halangan nya jihan bergegas keluar untuk kembali ke meja dimana rombongan nya berada
Di tengah perjalanan jihan menuju tempat duduknya,tiba-tiba seseorang mencekal tangan nya,jihan yang tadinya tidak melihat keadaan sekitar sedikit terkejut.
"anet,,lo disini juga" Ucap jihan Setelah melihat siapa yang mencegatnya
"Kenapa kaget ya," Ucapnya dengan gaya angkuhnya
"Enggak kok biasa aja,maaf ya net kalo gak ada yang penting gue duluan dulu udah di tungguin sama yang lain" ujar jihan dengan sopan
"isshh,,gaya banget lo" timpal anet sambil mencebikkan bibirnya
saat memasuki cafe tadi Anet tak sengaja melihat keberadaan jihan dan sahabatnya,melihat kedekatan jihan dan sahabat sean membuat anet iri di tambah saat sean datang dan memperlakukan jihan dengan begitu manisnya,membuat kebencian anet semakin besar pada jihan.
"Maksud kamu apa gue gak ngerti,maaf ya duluan gue buru-buru" Pamit jihan melangkah meninggalkan anet dan kedua temannya
"Dasar perempuan murahan" Ucapan anet sontak membuat jihan menghentikan langkahnya membuat anet tersenyum puas karna jihan terpancing dengan ucapannya
"Maaf sebelumnya yang lo maksud murahan siapa ya" Tanya jihan Setelah menghadap pada anet kembali
"Lo mau tau siapa yang gue maksud murahan,,," Anet menjeda ucapannya menelisik jihan dari bawah ke atas dan dari atas ke bawah.
"Perempuan yang tidak jelas asal usul nya Tiba-tiba datang dan menjadi nyonya di keluarga orang terpandang dengan alasan perjodohan,padahal lo ngelakuin itu karna om dan tante udah bayarin biaya operasi nyokap lo kan" Ujar anet dengan menatap jihan dengan penuh kebencian
Jihan menghela nafas panjang untuk mengatur emosinya
"terus kalo gue nikah sama sean karna orang tuanya sudah bayarin operasi nyokap gue kenapa,ada masalah sama lo,emang lo yang bayarin" Jihan mulai terpancing emosi dengan perkataan anet
"jelas masalah buat gue,karna lo udah merebut kak sean dari gue" Jawab anet dengan lantang
"Lo ingat baik-baik ya,kalo gue gak bisa memiliki kak sean maka yang lain juga gak boleh memilikinya" Ucap anet dengan tegas menyenggol bahu jihan dan meninggalkan jihan yang masih terdiam sendiri di tempatnya
"Ya tuhan cobaan apalagi ini" Gumam jihan sambil merapikan penampilan nya untuk kembali ke tempat dimana suami dan sahabatnya berada