My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Camping Selesai



Pagi ini Kini mereka sudah berada di dalam bus kelompok dari mereka untuk kembali karena acara camping yang sudah selesai.


Jihan bersama murid yang lain sudah berada di dalam bus berdasarkan kelompok seperti awal berangkat.


"Bay,,pinjam paha lo gue ngantuk mau tidur" ucap jihan saat bus mulai berjalan sambil membenarkan paha ubay


"Tidur aja gue mau maen game" seru ubay mengikuti arahan jihan


Baru kepalanya akan mendarat di paha ubay Tiba-tiba telinga jihan di tarik oleh seseorang.


"Bangun,,," suara bariton itu berhasil membuat mata jihan kembali terbuka lebar dan buru-buru duduk


"Mas,eh pak sean" ucap jihan cengengesan sambil menjauhkan tangan sean dari telinga nya.


"Kamu pindah sana" kata sean pada ubay menunjuk kursi kosong di sebelah rendy tepat belakang sofi dan razi


"Hadehhh,bau bau bucin ini kayaknya" seru ubay memutar kedua matanya jengah beralih ke samping rendy. sedangkan rendy hanya tertawa melihat wajah kesal ubay.


"Kamu mau tidur kan,ayo sini" sean menepuk pahanya


"Enggak mau,takut ada yang liat" jihan menggelengkan kepalanya bersandar pada kaca jendela bus


"Gak ada.kita di posisi paling belakang gak bakal ada yang liat" sean langsung memeluk jihan dan membenamkan wajah jihan di dadanya


Jihan mendongak menatap dagu mulus sang suami, menatap bibir tipis dengan hidung mancung milik suaminya.


Sungguh perpaduan yang sempurna,sungguh jihan di buat kagum dengan ketampanan sang suami.


"Udah puas liatin nya" sean tersenyum membalas tatapan jihan,membuat jihan salah tingkah.


Jihan yang tersadar hanya nyengir kuda,lalu melepaskan pelukannya.


"Kak rendy pinjam gitarnya dong" ucap jihan pada rendy


Seluruh murid di dalam bus ada yang mulai berdiri melihat ke arah jihan,tak ada sedikit kecurigaan mereka melihat jihan duduk di dekat sean,karna yang mereka tau jihan masih kekasih dari rehan.


"Ayo neng ji nyanyi,biar kita gak ngantuk" ucap salah satu temen kelas jihan


Jihan memetik gitarnya di iringi satu lagi gitar yang di mainkan oleh razi.


Ubay menyanyi dengan lagu berjudul Cinta monyet-Goliath


Mereka semua ikut bernyanyi bersama sambil bertepuk tangan,ada juga yang joget seperti cacing kepanasan.


Sean yang duduk di sebelah jihan hanya menatap jihan dengan penuh cinta, melihat aksi jihan yang terlihat begitu cantik baginya saat jihan fokus memainkan gitar di tangannya.


Kini jihan yang menyumbangkan suaranya dengan lagu berjudul satu satunya cinta


###


Katamu kamu cinta kepadaku selamanya


Katamu kamu rindu kepadaku selalu


Tapi mengapa aku masih ragu


Katamu aku ini cinta dalam hidupmu


Tapi mengapa aku masih ragu


Mungkinkah aku ini menjadi satu-satunya cinta


Yang terakhir kamu dan tak akan ada cinta yang kedua


Dan ketiga dan cinta lainnya


Katamu kamu hilang jika aku pun pergi


Katamu kamu musnah jika cintaku punah


Tapi mengapa aku masih ragu


Katamu kamu cinta kepadaku selamanya


Katamu kamu rindu kepadaku selalu


Katamu aku ini cinta dalam hidupmu


Tapi mengapa aku masih ragu


Mungkinkah aku ini menjadi satu-satunya cinta


Yang terakhir kamu dan tak akan ada cinta yang kedua


Dan ketiga dan cinta lainnya


Mungkinkah aku ini


Menjadi satu-satunya cinta


Yang terakhir kamu dan tak akan ada


Cinta yang kedua dan ketiga dan cinta lainnya


***


Jihan menggeliat sembari membuka matanya,hal pertama dia tangkap dalam pandangan nya adalah wajah tampan sang suami


"Kok udah bangun, masih kurang setengah jam lagi" ucap Sean mengecup singkat kening jihan


Jihan yang merasakan kehangatan sean hanya tersenyum.


Sean menggenggam tangan jihan,


beberapa menit mereka sampai di sekolah


Jihan keluar dari bus bersama dengan ke lima sahabatnya.


"Ji,,lo pulang sama siapa?" Tanya sofi


"Gue pulang bareng sama pak sean" jawab jihan memijit tengkuk nya yang terasa pegal


Ketika mereka sedang asik bercanda menunggu jemputan,tiba-tiba rehan muncul di hadapan jihan bertepatan dengan mobil sean yang juga berhenti tepat di depan mereka.


Tanpa basa-basi rehan langsung memeluk jihan. Jihan yang bingung hanya diam mematung dengan aksi tak terduga dari rehan.


Sean yang menyaksikan itu merasakan ada desiran panas merambah di dalam darahnya,apalagi seseorang yang tengah memeluk jihan berstatus mantan kekasihnya.


Sungguh tak rela dia melihat jihan berada di pelukan laki-laki lain tepat di depan matanya.


"Ehh kak rehan,belum pulang kak?" Tanya dinda basa-basi mengalihkan perhatian rehan


"Dinda,,,iya gue masih ada perlu sama jihan mau ngomong hal penting" ucap rehan setelah melepaskan pelukannya dari tubuh jihan


"Ji ayo cepetan masuk kakak udah ngantuk mau cepet² tidur,"teriak rendy dari mobilnya yang berada di belakang mobil sean


"Buruan atau gue tinggal,gue juga udah laper banget" teriak ubay sambil mengeluarkan separuh badannya dari mobil rendy


"Re,,,Aku pulang duluan ya,lain kali aja ngomong nya,ubay udah nungguin tuh" Tolak jihan dengan halus tak ingin menyinggung rehan


"Oke gak apa-apa,,,hati-hati" ucap rehan sambil mengacak rambut jihan membuatnya sang empunya cemberut membuat rehan tersenyum, sesaat jihan menatap senyum itu,senyum yang begitu dia rindukan selama ini.


Namun dengan cepat jihan menangkis pikirannya membuang jauh bayangan rehan.


Jihan masuk ke dalam mobil rendy,dan duduk di kursi belakang.


"Ji,,mending lo cepet selesaikan masalah lo sama rehan deh," Ubay membuka pembicaraan


"Gue udah bilang sama tentang gue bay,tapi gue masih bingung rehan seolah tak mau mengerti" Jawab jihan lesu


"lo gak aja betapa hancurnya rehan saat lo mengatakan itu,gue khawatir rehan akan jadi seperti dulu" Ucap ubay menerwang jauh ke luar jendela mobil


Jihan hanya terdiam menghela nafas berat mendengar apa yang ubay katakan.