
"ternyata kuliah tak seberat yang gue pikirin" Kata sofi sambil menyandarkan tubuhnya pada razi
"Lo mikirnya terlalu berat,belum juga di jalanin" timpal razi membenarkan letak kepala sofi di pundak nya
"Ehh,lo pada di sini ternyata gue cariin kemana-mana" Tiba-tiba rendy datang bersama arman,arman adalah satu-satunya di antara mereka yang mengambil jurusan yang berbeda.
"lo udah makan belum ji" Tanya rendy pada jihan
"belum kak ini mai makan tapi nungguin tuan mudanya dulu" jawab jihan terkekeh saat menyebut suaminya sendiri dengan sebutan tuan muda
"Mau nyusul?" Tanya rendy yang di jawab dengan anggukan kepalanya
###
Jihan sudah berada di sebuah cafe seberang kampus nya bersama para anggotanya
"Sayang" Sean langsung menghampiri jihan dan mengecup kening jihan tanpa perduli keberadaan yang lain
"Kebiasaan main nyosor aja gak tau tempat" celetuk andi yang ikut datang bersama sean dan Angga
"Ngapain lo disini" Tanya rendy pada andi
"Ya makan lah udah tau ini cafe ya kali gue kesini mau operasi pasien" Jawab andi
"Gue pikir lo udah ganti profesi jadi asisten sean nemenin si Angga biar gak tertekan" ucap rendy terkekeh
"Ogah gue punya boss model dia" Andi melirik sean sengit
"Jadi lo gak mau punya boss kayak gue begitu,,,"
"Angga keluarin surat pengunduran diri atas nama dia sekarang juga" Tunjuk sean pada andi dengan tersenyum miring
"Ok siap,,dengan senang hati" Angga mengacungkan jempol nya lalu mengeluarkan ponsel dari saku jasnya
"Bercanda sen,,sensitif amat lo" kata andi dengan wajah yang memelas
"makanya jadi bawahan jangan banyak gaya" ujar sofi menimpali
Andi yang merasa tersinggung dengan ucapan sofi hanya bisa mengeratkan rahangnya namun tatapan mematikan dia arahkan ke sofi
Tanpa mereka sadari seseorang tengah menatap penuh kebencian,terlebih untuk sean dan jihan
"Kenyang banget," ucap jihan mengelus perutnya yang ada di bawah meja
Sean juga ikut mengelus perut jihan
"Ji boleh gue elus perut lo gak" Tanya rendy yang sedari tadi memperhatikan sean dan jihan
"mau ngapain lo,enggak gak boleh" tolak sean dengan cepat
Namun jihan dengan cepat menarik tangan rendy dan meletakkan nya di perutnya.
"Hallo baby,,,kenalin ini uncle,eh jangan panggil uncle panggil Ayah aja yaa,mommy kamu adik nya uncle kamu tau kan,,eh kok uncle lagi" Ucap rendy pada dirinya sendiri
"emmm,,sehat sehat yaa di dalam perut Mommy,kalau udah keluar nanti Ayah ajak main bareng bapak bapak dan ibu ibu kamu yang lain yaa,kamu punya banyak bapak dan ibu loh,nanti kamu pasti pusing sendiri melihatnya" Rendy terkekeh
sedangkan yang lain malah terharu dengan ucapan rendy termasuk jihan dan sean,sedangkan jihan sudah terlihat matanya yang berkaca-kaca
"Hai boyy,," Kini berganti dengan ubay yang menggeser posisi rendy
"Jangan panggil aku bapak yaa,yang pantas di panggil bapak itu sahabat daddy kamu,panggil paman aja yaa,aku adik kedua dari Mommy kamu" ubay berbicara sambil mengelus perut jihan
"Paman sayang kamu boy,paman yakin kamu cowok makanya paman panggil boy,,hehe,jangan nakal yaa kasian itu Ayah rendy nya tertekan sama permintaan kamu,bukan cuma dia sih aku dan lainnya juga,Tapi kita sayang kok sama kamu dan mommy kamu,sehat ya boy kita tunggu kamu,paman janji bakal ajak kamu keliling kota tiap weekend kalo kamu udah lahir"
Mendengar itu jihan langsung memeluk ubay,begitu pun ubay yang membalas pelukan jihan,,
Dinda,sofi,razi dan Arman juga ikut berdiri dan memeluk jihan dan ubay yang ada di tengah-tengah.
"Gue sayang sama kalian,kalian anugerah terindah yang tuhan kirim dalam hidup gue,sekarang gue tambah bahagia dengan kehadiran suami gue dan sahabatnya yang juga sangat baik sama gue" Ucap jihan dengan air mata yang mengalir
"Apapun yang terjadi kita akan selalu bersama sampai kakek nenek" Ujar sofi
melihat persahabatan mereka sean dan sahabatnya ikut merasa terharu dan mereka merasa beruntung bisa kenal dan bertemu dengan mereka yang memiliki ketulusan.
"Ubay,awas ingus lo jatuh ke baju jihan" Dinda berusaha mencairkan suasana
"Bang*at,,,kurang ajar lo din" Ubay percaya begitu saja dan mengelap hidungnya sendiri
Yang lain malah tertawa dengan sikap ubay yang terkadang polos.
"Udah ayookk balik ke kampus" Ajak razi sambil membenarkan letak tas nya yang dia sandang
mereka berjalan bersama sambil sesekali tertawa dengan apa yang mereka bicarakan
"Mas aku jalan kaki aja yaa bareng mereka" Kata jihan pada sean saat sampai di parkiran
"tapi panas sayang,naik mobil aja ya sama mas" Tolak sean karna tidak ingin istrinya kepanasan
"Nanti kalau ada yang liat gimana" jihan mengatakan ke khawatirannya
"Tenang aja ji,gue ikut sama lo dan sean,Angga sama andi aja satu mobil" Ucap rendy yang mengerti maksud jihan
"Dinda lo ikut sini ya bareng kita" Ajak rendy pada dinda
Sedangkan yang lain ikut mobil andi yang punya kapasitas lebih,beda dengan mobil sean yang hanya bisa untuk 4 orang,. mobil Lamborghini avendator sedangkan mobil andi Mercedes-Benz AMG G65
Saat jihan hendak masuk ke mobil sean Tanpa sengaja pandangan nya menangkap sesuatu yang membuat jihan sedikit panik
Tanpa pikir panjang jihan langsung Berlari seakan lupa dengan keadaan nya yang sedang mengandung.
"Awaasss" Jihan menarik tangan orang tersebut membuatnya hampir terjatuh jika sean tidak segera menangkap tubuhnya