My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Beni vs Max



"Kalian kenal sama beni?" Ucap Arman membuka pembicaraan


"Kenal,, kalian juga kenal sama dia?" Tanya dafa balik


Mereka saling pandang dan menganggukkan kepalanya bersama.


"Assalamualaikum,," Tiba-tiba jeno dan Jay nyelonong masuk dan langsung duduk di sebelah jihan


"Kebiasaan ini dua bocah,dateng gak permisi main nyelonong aja kayak ayam" Ucap ubay


"Yaah,ganteng gini di samain seperti ayam" ucap jeno pura-pura merajuk


"Apa kalian bermasalah dengan beni,?" Arman kembali pada bahasan pertama,membuat mereka kembali fokus dengan pada apa yang mereka bahas,sedangkan jeno dan Jay hanya menyimak jadi pendengar karna tidak mengerti apa yang mereka bahas.


"Bukan kita sih sebenarnya yang punya masalah sama beni,tapi max" jawab ivan


"Max,?" Ulang Arman,razi da ubay bersama


"Heem,,dari dulu mereka selalu bersaing lebih tepatnya si beni yang selalu berusaha menjajarkan dirinya dengan max,bahkan masalah cewek juga gitu,beni selalu merusak hubungan max dengan pacarnya" ivan menjelaskan


"Dan sekarang dia bersekolah disini" imbuh razi sambil memainkan ponselnya


"Sepertinya akan sering ada pertikaian di sekolah ini,mengingat bagaimana beni" ucap dafa awas


"Max nanya keberadaan kita," ucap ivan menunjukkan ponselnya pada dafa


"Suruh aja kesini,tapi jangan bawa orang lain" ucap Arman datar


***


Mereka kini berkumpul di Basecamp menikmati makanan yang mereka pesan tadi dengan canda tawa.


Namun max dari tadi mencuri pandang pada jihan yang berada tepat di depannya.


***


Di sisi lain


Rendy tengah berada di mansion daddy Sakha membahas tentang permasalahan yang kini terjadi


"Bagaimana menurut kamu ren,ga" Tanya daddy Sakha pada rendy dan Angga yang duduk di hadapannya


"Apa tidak apa-apa jika kita merahasiakan ini dari mereka" Tanya daddy Sakha lagi


"Kita tunggu mereka bergerak dulu dad,kalo mereka sudah bergerak di luar batas baru kita jelaskan pada mommy dan jihan" jelas Angga


"Kamu tumben diam ren" ucap daddy Sakha melihat rendy yang hanya diam saja


"Enggak dad,aku cuma lagi mikir aja" jawab Rendy sambil menggaruk dagunya seolah tengah memikirkan sesuatu.


"Mikirin apa?" Daddy sakha mulai keluar jiwa keponya jika bersama rendy


"Mikir itu cewek cewek apa sih yang di liat dari sean,emang sih dia tajir ganteng juga,tapi dinginnya minta ampun kalo bukan sama orang yang tidak di maunya,"


"semenjak putus dari rani dia gak perna dekat dengan perempuan lagi,bahkan terlihat membenci yang namanya wanita,sampek aku sempat berfikir kalo sean itu mulai belok" jelas rendy panjang lebar


Pleettak


Daddy sakha memukul rendy dengan bantal sofa yang ada di tangannya.


"Sakit daddy" Aduh rendy pura-pura kesatkitan sambil mengusap kepalanya


"Kamu ini kalau bicara sembarangan,gak mungkin sean Belok daddy yakin dan bisa pastikan itu,bahkan daddy yakin kalo sean sangat perkasa" Ucap daddy Sakha tersenyun membanggakan sean anaknya.


"Iya,,iya,,daddy maaf," ucap rendy sedang Angga hanya tersenyum melihat perdebatan keduanya


***


Di sekolah


"Itu si miss queen caper banget sih tadi" Ucap seseorang yang selalu tak menyukai jihan yaitu dewi


"Iya dew,mana pakek acara tatapan lagi sama si max centil banget gak sih" timpal salah satu teman dewi


"Gue gak bakal biarin itu terjadi,dulu rehan,terus bagas sekarang max,gue gak mau terus-terusan kalah dari si missqueen," ucap dewi penuh dendam


#Jangan lupa like ya kakak,,, biar author semangat...


jangan pelit like yaaa