My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Cemburu Buta



"Bagus banget yaa bintang nya malam ini" gumam jihan berdiri di balkon kamarnya sambil melipat kedua tangannya bertumpu pada pagar besi yang terdapat pada balkon itu.


Jihan terus menatap langit yang terlihat begitu cerah dan cantik dengan adanya taburan bintang


Ting.. ponsel jihan berbunyi tanda notifikasi dari salah satu aplikasinya


"Apaan sih ini rame banget" jihan berbicara dengan dirinya sendiri


Beberapa saat kemudian tampak tag begitu banyak muncul dari akun Instagram nya.


"Ya Ampun apa ini kok banyak banget" jihan berucap sambil membuka untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi


Jihan sedikit terkejut dengan apa yang kini dilihatnya


Rehan mengunggah sebuah video dirinya yang tengah menyanyikan sebuah lagu dengan di iringi gitar yang jihan begitu hafal dengan gitar itu,gitar yang pernah jihan kasih dulu sebagai kado ulang tahun untuk rehan.


Dalam video itu tampak rehan yang begitu menghayati lagu yang di nyanyikan itu,seolah dia tengah mencurahkan isi hatinya melalui lagu tersebut.


(Semoga engkau bahagia\=ziell ferdian)


###


[Aku yang terluka


Untuk yang kesekian kalinya


Sudah cukup sudah


Sakit yang kurasa


Kau putuskan pergi


Tinggalkan aku


Demi dirinya


Semoga engkau bahagia


Dengan dirinya di sana


Jangan hiraukan diriku


Di sini yang terluka


Suatu saatnya nanti


Kutemukan pengganti


Yang seperti dirimu


Yang sangat ku cintai]


Jihan terus melihat tag yang masuk untuk dirinya,kebanyakan yang berkomentar adalah anak dari sekolah jihan,yang sudah tau hubungan jihan dan rehan. Namun sampai sekarang mereka masih belum tau bahwa hubungan rehan dan jihan sudah berakhir


@sintia.N12:"Kak rehan lagunya melow banget,buat siapa?😔"


@Nada.Nadia:Jangan bilang kalian end,aduuhh gue belum siap nerima kenyataan couple fav gue ini😭 @Larasati_J gue butuh kejelasan"


@Ubay_A.S:@Larasati_J Waduhh Jangan sampai ada perang dunia ini😁


@Dinda.Adnid:@Ubay_A.S lo bisa Jangan becanda deh,mendingan lo diam deh😡"


Jihan terus membaca komentar yang ada tag dirinya.


Jihan tampak masih menatap rehan yang sedang bernyanyi,tanpa jihan sadari sean tengah berdiri di belakangnya dengan tangan yang terkepal erat


Rasa cemburu menyelimuti hati sean,ada rasa takut jika jihan masih menaruh rasa pada rehan muncul kembali di pikirannya.


Sean berbalik hendak pergi namun tanpa sengaja kakinya tersenggol pada pintu yang menghubungkan kamarnya dengan balkon.


"Mas,,ngapain di situ" Tanya jihan yang melihat keberadaan sean


"Sial" batin sean


"Mas ngapain berdiri di depan pintu sini deh" jihan menepuk sofa sebelahnya


Sean hanya diam tanpa menjawab pertanyaan dari jihan


Sedang jihan nampak heran dengan ekspresi sean yang tidak seperti biasanya.


"Mas,,besok aku boleh ikut main basket gak,sama sahabat aku juga kok mas" Jihan meminta izin kepada sean untuk mengikuti latihan basket bersama dengan sahabatnya


"Heem" sean hanya menanggapi dengan deheman saja sambil memainkan ponselnya


"Mas,jalan-jalan yuk,aku pengen banget makan sate gerobak di pinggir jalan" jihan berucap dengan antusiasnya


"Besok aja aku lagi banyak kerjaan" sean menanggapinya dengan datar tanpa menoleh sedikitpun pada jihan


Mendengar apa yang di katakan oleh sean,jihan cukup terkejut di buatnya.


Sean tidak perna seperti itu,sesibuk sibuknya sean dia tidak perna menolak apa yang di inginkan oleh jihan.


"Mas kenapa,apa ada masalah,,?" Tanya jihan lembut


"Kenapa,?" Ucap Sean


"Iya mas kenapa,gak seperti biasanya mas gini,kalo ada masalah cerita jihan mas," jihan mengelus lengan sean


Namun baru saja jihan menyentuhnya sean langsung berdiri dan berjalan meninggalkan jihan dengan rasa terkejutnya.


Tanpa jihan sadari airmata nya mengalir begitu saja mendapatkan perlakuan seperti itu dari suaminya.


Jihan berdiri hendak menyusul sean,tapi ketika jihan berada di ambang pintu masuk ke kamarnya terdengar suara Deru mobil keluar dari halaman rumahnya.


"Mas sean mau kemana,tidak seperti biasanya pergi tanpa pamit" jihan berdialog sendiri


"Apa aku berbuat kesalahan,tapi apa?"