
Kini jihan tengah berada di dapur berkutat dengan alat masaknya.
*Ra bakal tak baleni
Tresnoku sing koyo wingi
Mergo janji tok blenjani
Kowe ra iso nepati
Ra bakal tak lalekke
Loro sing wes tak rasakke
Iki pancen wes takdire
Aku ra biso ro kowe
Aku mung biso dedungo
Marang Gusti kang Maha Kuasa
Mergo tresno mung tok gawe loro
Nanging piye maneh kabeh takdire kang Maha Kuasa*
Jihan memasak sambil bernyanyi seperti itulah kebiasaan nya.
Tanpa dia sadari sean tengah mengawasinya dari meja makan sejak 20 menit yang lalu
Tanpa sadar sean mengangkat ujung bibirnya membentuk sebuah senyuman
Jihan yang sudah selesai memasak berniat akan memanggil sean untuk makan malam, tapi dia di kejutkan oleh keberadaan sean yang sudah duduk manis di meja makan
"Lah kapan datangnya" ucap jihan bingung
"Dari tadi,gue lapar niatnya mau cari makanan,bukan nya nemu makan malah nemu orang gila lagi konser" ucap Sean
"Sialan lo ngatain gue gila?" Kesal jihan
"Lo bilang apa barusan,?" Tanya sean
"Emang gue bilang apa?" Tanya balik
"Gue gak mau lo denger lo ngomong kasar lagi,dosa ngomong gitu sama suami" peringatan sean
"Iya maaf,," lirih jihan
Lalu menghidangkan makanan yang tadi dia masak dan mereka menikmati makan malam bersama
***
Di kamar jihan, kini dia sedang bertukar pesan bersama sahabatnya di grup khusus yang mereka buat
Dinda :"Jihan,,lo gak dimarahin kan Sama pak sean"
Jihan : "Apaan sih lo,dia gak ada marah tuh sma gue"
Ubay: "lo ya ji,,,emang bini gak ada akhlak,tega²x lo muji mantan pacar lo di depan suami sndri😤
Dinda : "Sejak kapan status rehan jadi mantan lo ji"
Sedangkan jihan yang membaca pesan itu terdiam kala mengingat hubungannya dengan rehan
Dinda,sofi, : "jihan kemana lo kok ngilang sih"
Jihan: "Gue bingung dengan hubungan gue dan rehan,udah hampir tiga bln dia gk ada kbar😔
Razi :"Ji,, suatu saat rehan datang apa yang akan lo lakuin,,apa lo akan kembali sama rehan?"
Ubay :"Udah mau ngomong"
Dinda: "bukan ngomong lebih tepatnya nanya,ini kan chat bukan ngomong langsung bego*
Ubay :"lo ya dasar,,gini aja di permslhin"😠
Jihan: "Gue bner² gk tau,jujur gue msh sayang sm rehan,kita udh lama ngejalin hubungan ini,tp gue juga cuma mau menikah sekali seumur hidup"
Sofi :"saran gue mending lo coba deh buka hati lo buat pak sean, dia keliatan baik kok,cuma ya,,, gitulah lo tau sendiri sifat suami lo,tp klo brsma orng trdkatx gk kaku kok,bukti kmren pas lgi kumpul bareng sahabat dan kluargax"
Ubay:"Iya gue setuju dengan sofi"
Dinda ;"gue juga setuju,ya kali suami ganteng kayak pak sean lo buang gitu aja"
Jihan : "lo kira pak sean apaan maen buang aja"
Jihan: "Udah gue mau tidur,jangan ganggu!"
Lalu jihan menyimpan ponselnya ke nakas dekat tempat tidur nya,dia tidak lagi memperdulikan ponsel yang beberapa berbunyi notifikasi
"Kalo boleh jujur, gue sebenernya nyaman di dekat pak sean,tapi gue juga gak berani memiliki perasaan lebih,apalagi orang seperti pak sean rasanya gak mungkin kalo tidak kekasih" Batin jihan memikirkan apa hang sedang dia alami kini
Tiba-tiba tanpa jihan sadar sean menghempaskan tubuhnya tepat di samping jihan,membuat nya terlonjak kaget
"Ya tuhan,,lo mau bikin gue jantungan" ucap jihan sembari memegang dadanya
"Apaan sih,gitu aja kaget" ucap Sean enteng sambil menarik selimut
"Ngapain di sini,sana pergi balik lagi ke kamar lo" jihan mendorong sean
Namun bukannya pergi sehun malah semakin berguling semakin mendekati jihan
"Mulai sekarang kita akan tidur satu kamar,gak ada bantahan" tegas sean
"Lo ya,,selalu begitu,se enaknya aja" ucap jihan dengan wajah cemberut
"Udah tidur, gak banyak omong,"
Sean memandangi wajah jihan dan mulai mendekatinya,sean mengecup kening jihan membuat wajah jihan merona karena malu,kaget dan deg-degan jadi satu