My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Mengatakan Sebenarnya



Setelah menempuh perjalanan selama dua jam mereka sampai di sebuah pantai yang akan mereka tempati.


Jihan membangun tenda bersama dinda dan sofi namun hampir separuh mereka di bantu oleh ubay,Arman Dan razi.


Setelah selesai mendirikan tenda mereka di minta berkumpul oleh Pembina.


Mereka diminta untuk berbagi tugas untuk mengumpulkan kayu bakar,air bersih untuk persiapan malam nanti.


Setelah selesai dengan tugasnya jihan bersama dengan dinda dan sofi berjalan menuju pantai,hendak menikmati sunset.


"Nyamannya,,," seru dinda menghirup angin segar di pantai tersebut


Mereka duduk di bawah pohon rindang tak jauh dari tempat mereka camping


"Sunset nya cantik ya?" Ucap seseorang Tiba-tiba duduk di sebelah jihan


"Re,,,sejak kapan di sini?" Tanya jihan saat membuka matanya dan melihat rehan.


Jihan mencari keberadaan dinda dan sofi,namun tak menemukannya.


Rehan hanya tersenyum tak menanggapinya


"Ikut aku yuk,," lalu beranjak dan menarik tangan jihan


Jihan mengikuti langkah rehan yang entah kemana akan membawanya.


Tanpa sengaja jihan melihat sean yang juga tengah menatapnya, sesaat mata mereka bertemu pandang.


Ingin rasanya jihan melepaskan genggaman tangan rehan,namun dia urungkan karna mungkin Ini saatnya dia memberi tahu rehan tentang Status nya.


Terasa cukup sepi rehan melepaskan genggaman nya lalu berbalik menatap jihan.


Rehan langsung memeluk jihan erat,cukup lama rehan memeluknya dan jihan membiarkan itu,dia menganggap mungkin ini pelukan terakhir mereka sebagai kekasih.


"Re,,ada yang mau aku bicarakan sama kamu" Ucap jihan pelan sambil mendorong pelan dada rehan melepaskan pelukannya


"Kenapa,, kamu keliatan serius banget,aku masih kangen sama kamu ji" Ucap rehan bingung dengan ekspresi raut wajah jihan


"Re,,,maafin aku,,,


"Maaf untuk apa sayang,,kamu kenapa kok sedih gitu sih,aku udah kembali buat kamu,udah jangan sedih lagi" ucap rehan membelai rambut jihan


"Maafin aku re,,aku gak bisa melanjutkan hubungan kita" kata jihan sambil menutup matanya,kata-kata jihan memang cepat namun terdengar jelas di telinga rehan


"Maksud kamu apa yang,,, jangan becanda gini gak lucu tau" rehan berusaha menepis fikiran buruknya dan mencoba memastikan perkataan jihan


"Aku serius re,,kita tak bisa melanjutkan hubungan kita" Jihan mengucapkan nya dengan suara bergetar dan airmata yang mulai menetes


"Maksud kamu apa dan Kenapa jihan,,apa alasannya kenapa kamu Tiba-tiba seperti ini? Kamu becanda kan yang" Ucap rehan dengan nada yang mulai naik satu oktaf


"Jawab ji,,, jangan diam aja,kamu cuma bercanda kan. Aku butuh penjelasan kamu" rehan mengguncang tubuh jihan


"Aku,,, Aku udah nikah sebulan yang lalu re,,, maafkan aku..Aku di jodohkan dengan anaknya sahabat bunda" jelas jihan, sungguh sakit saat jihan menatap mata rehan yang terlihat begitu terluka dan kecewa.


Cepat atau lambat rehan akan tau.


"Apa maksud kamu ji,kenapa kamu lakukan ini sama aku ji,apa salah ku?" Rehan meneteskan airmata yang sedari tadi di tahannya.


Sakit... itulah yang rehan rasakan saat ini, orang yang sangat di cintai nya kini sudah menjadi istri orang lain.


Cinta yang selama ini dia jaga kini hilang begitu saja.


Rehan menjatuhkan tubuhnya di atas hamparan pasir di pantai tersebut, kakinya tak sanggup lagi menopang tubuhnya, sakit yang di rasakan begitu hebat.


"Kenapa kamu melakukan ini sama aku jihan,, apa salah ku,tak bisakah kamu menunggu aku kembali," isak tangisnya begitu menyakitkan,baru kali dia melihat sisi rapuh dari seorang rehan,itupun juga karenanya. jihan pun tak kuasa melihatnya,namun apalah daya ini juga bukanlah keinginan jihan.


Takdir memisahkan mereka dengan cara yang menyakitkan, cinta yang mereka jaga,impian yang mereka susun tentang kehidupan di masa yang akan sirna sudah.


Jihan ikut menjatuhkan tubuhnya di depan rehan,menggenggam tangan hangat yang selama ini selalu membelai nya,menghapus air matanya,yang selalu memberikan kekuatan untuk nya.


Rehan melepaskan tangan jihan,,


Menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Isak tangis masih terdengar jelas


"Re,,,bukan ini mau ku rehan, bukan cuma kamu yang terluka re,aku juga sama." Ucap jihan


"Aku sudah menghubungi kamu waktu itu,tapi kamu tak bisa di hubungi re,aku hampir putus asa re" ucap jihan kembali menggenggam tangan rehan


"Tapi kenapa kamu tidak menolak nya jihan,," ucap rehan dengan lantang


"Aku gak bisa re" jawab jihan


"Apa kamu mencintai suamimu" Tanya rehan


Jihan hanya terdiam mendengar pertanyaan rehan.


Rehan pun menghempaskan tangan jihan lalu berdiri dan meninggalkan jihan sendirian.


***


Jihan kembali ke tenda saat matahari benar-benar sudah tenggelam.


Dengan langkah gontai jihan menyusuri pantai tersebut, sedikit jauh dari tempatnya berdiri jihan melihat sean duduk bersama rendy dan Angga


"Mas,,," Panggil jihan saat berada di depan sean


Sean yang tengah asik dengan ponselnya melihat ke arah jihan yang tengah berdiri di hadapan nya.


Rendy dan Angga yang mengerti situasi mereka pergi meninggalkan tempat itu,memberi ruang untuk mereka menyelesaikan masalahnya.


Menjaga keadaan setempat takut ada yang melihat jihan dan Sean yang sedang berdua