
Ke esokan harinya di sekolah
Pagi ini jihan ada jadwal olahraga.
Jihan menuju lapangan bersama dengan teman sekelasnya, di perjalanan jihan tak sengaja berpapasan dengan sean yang juga mengenakan kaos olahraga yang baru juga keluar dari kelas sebelah,kelas dua belas jurusan IPS.
Kini mereka sudah berkumpul di tengah lapangan.
"Pagi pak,," Sapa Salah satu murid yang berjalan di depan jihan
"Hem,," sean menjawabnya dengan deheman
"Pak sean ngapain di sini,," Ubay angkat bicara mewakili rasa penasaran teman lainnya
"Mulai hari ini saya yang akan menggantikan pak muhsi menjadi guru olahraga" jelas sean
"Yang bener pak,,?" Tanya salah satu murid perempuan memastikan
"Hem" sean mengangguk
"Kenapa gak dari kemaren pak,kalo gini kan jadi makin semangat Olahraga nya" ucap murid itu tadi yang mendapat sorakan dari murid lainnya
Sean hanya menggelengkan kepalanya mendengar itu.
"Hari ini saya menggabungkan kelas IPS dan IPA,saya harap kalian bisa bekerja sama" ucap Sean lagi
"Yaa,gak seru banget gabung mereka" ucap salah satu anak kelas IPA
"Ya sudah sekarang kita mulai,dari yang perempuan dulu latihan basket, sesuai tim di kelas kalian,yang laki-laki sekarang latihan futsal yang sebagian dari kalian olahraga sesuai bidang kalian masing²,mengerti" jelas sean menunjuk pada lapangan yang berada tepat di sebelah lapangan basket
"Baik pak" jawab mereka serempak
"Pak,,,," Jihan mengangkat tangannya
"Hem,, ada pertanyaan?" Tanya sean menoleh ke arah jihan
"Cuma pengen manggil aja pak," jawab jihan terkekeh
Sean menghela nafas panjang, menatap jihan dengan wajah malas seolah mengatakan "jangan membuat ulah jihan"
"Huhuuuuuuuuu" mereka menyoraki jihan sambil tertawa
"Nah kan jadi rileks,, Biar gak Tegang pak,kasian anak anak pada menggigil liat ekspresi bapak yang dingin" ucap jihan tertawa
"Emang kamu kedinginan ji,Tp tenang aja ada aa bagas yang akan menghangatkan kamu" ucap Aji mendorong bagas kesamping jihan
"Cieee" Ucap mereka serempak sambil bertepuk tangan
"Njirr,,, Ya kali gue selimut tetangga sama bagas" umpat jihan memukul pelan aji
"Gue lupa kalo lo udah ada pawang nya ji,bisa habis si bagas di tangan rehan kalo ketauan lo selimut tetangga sama dia" ucap salah satu mereka
Jihan yang sadar dengan perkataan murid tadi langsung terdiam hanya menunjukkan cengiran kudanya.
Sedangkan sean wajah nya terlihat lesu,dengan candaan istri kecilnya itu.
Meski sekedar candaan tapi berhasil membuat desiran panas merambah di dalam darahnya.
"Kalo gak mau sama bagas mending sama pak sean sekalian ji,yang dingin kan pak sean Sedangkan lo hangat jadi cocok tuh kayanya" Timpal ubay mencairkan suasana
"Gimana pak,mau gak sama jihan dia bisa menghangatkan pak sean yang dingin" ucapan ubay membuat semua murid di sana tertawa
"Kamu dan kamu,,lari keliling lapangan 30 kali putaran" Titah Sean menunjuk pada ubay Dan aji
"Hah.!! Gak salah pak,! Yang bener aja,saya cuma becanda kali pak" protes ubay tak terima
"10 putaran aja ya pak" nego aji dengan muka memelas
"Sukurin lo" tawa jihan bersama yang lainnya
Ubay dan aji maju ke depan sean yang ada di bagian garis pinggir lapangan.
"Sekarang pak,,?" Tanya ubay lagi
"Besok" Ucap Sean tegas
"Besok katanya ji,ayo balik lagi ke barisan" Ucap ubay menarik baju aji hendak kembali ke barisan nya
"Jadi 50 kali putaran" ucap Sean membuat ubay menghentikan langkahnya
Ubay menghentikan niatnya yang akan kembali ke barisan
"Hah,,yang bener saja pak" ubay Dan aji berucap bersamaan dan melongo di buatnya
"Serius pak,," Tanya ubay lesu
"Kapan saya bercanda, ayo cepat kalau tidak saya akan menambah jadi 70 kali putaran" tegas sean
Mau tak mau ubay Dan aji berlari sepanjang lapangan dengan 50 kali putaran
"Gila,,, Pak sean sekalinya ngasih hukuman gak tanggung²" ucap Aji sambil terus berlari di samping Ubay
"Bisa hilang pesona gue kalo gini" timpal ubay
"Hadehhh,,otak lo isinya cuma cewek mulu" ujar aji sinis
"Saya menyuruh kalian berlari bukan ngerumpi" teriak sean pada ubay Dan aji
"Gila itu kuping atau apa tau aja kita lagi ngobrol" ucap ubay
***
Di sisi lain jihan tengah bermain basket bersama dengan dinda,sofi,ila dan sula teman sekelasnya melawan tim dewi.
Tim dewi bermain agak kasar waktu olahraga,beberapa kali hampir membuat jihan terjatuh,tampak jelas jika mereka mengincar jihan.
Setelah selesai dengan olahraganya jihan bersama dinda dan sofi beristirahat di bawah pohon palem di pinggir lapangan itu.
meluruskan kakinya dan bersandar satu sama lain.
Tiba-tiba bagas datang membawa minuman
"Nih minum," Ucap bagas menyodorkan sebotol air mineral pada jihan dan diterima oleh jihan
"Cuma jihan aja nih yang di kasih, kita enggak,,?" Ucap dinda melengos
"Iya nih si bagas,di kira cuma jihan doang yang capek" timpal sofi mencebikkan bibirnya
"Ya udah nih buat kalian," kata jihan memberikan minuman nya pada dinda
"Gak apa-apa kan gas kalo gue kasih mereka,kasian tenggorokan nya udah kering" Kekeh jihan
Bagas hanya menanggapi dengan senyuman,lalu meninggalkan jihan dan teman-temannya untuk kembali ke lapangan.
Jihan melihat ubay,arman dan razi yang sedang bermain futsal.
Melawan kelas bagas sedangkan sean mengawasi dari samping pojok lapangan sambil berdiri berkalung peluit.
Murid kelas jihan bersorak saat Arman berhasil mencetak gol.
mereka maju ke arah lapangan Bola guna menyaksikannya dari jarak yang lebih dekat.
Tanpa sengaja jihan menangkap sosok rehan berdiri di seberang lapangan tengah melihat ke arahnya berada.
Jihan membuang mukanya ke arah lain saat pandangan mata mereka tak sengaja bertemu.