
"Kamu,,saya suruh keluar bukan untuk buat keributan,tapi kenapa kamu malah bikin ribut sih" tanya sean geram
"Saya tidak buat keributan pak,saya hanya main basket, mengisi waktu saya yang bapak kasih itu,dari pada saya bengong terus kesurupan kan repot nanti,mending main basket itung² nyegerin badan pak biar gak kaku" seloroh jihan tanpa rasa bersalah
"Ini anak,baru sekarang gue ketemu orang yang sama sekali gak ada takut takutnya sama gue" gumam Sean dalam hati sambil memijit pelipisnya
"Kamu mending keluar sekarang, capek saya ngomong sama kamu,gak ada gunanya" ucap Sean
"Nahh,gitu dong.dari tadi kek. Siapa juga yang mau lama-lama di sini" jihan pergi sambil tertawa melihat wajah kesal Sean
"Bener bener,,,bisa gila gue lama lama ngajar di sini kalo muridnya model kayak gitu semua" lirih Sean mengingat kelakuan jihan dan teman-temannya.
Jam sekolah telah berakhir
Jihan bersama murid yang lainnya bergegas pergi meninggalkan sekolah tersebut dengan kendaraan masing-masing
Di perjalanan
Ingin ku teriak,,,
Ingin ku menangis,,,
Tapi air mata ku sudah tiada lagi,,,
Walau lelah hatiku takkan aku mengeluh
Biarlah hanya tuhan yang tau...
Jihan tak henti-hentinya bernyanyi sambil mengendarai motornya menuju Cafe milik arman tempatnya bekerja.
Banyak orang yang tersenyum melihat kelakuan gadis berumur 17tahun itu,namun ada juga yang mencibirnya dan menganggap nya stress.
Tak jauh dari posisi jihan ada dua pasang mata yang tengah memperhatikan jihan dari dalam mobil yang terpakir di sebuah mall
"Wahh,,,sen,lo liat itu kayaknya murid lo deh,liat seragam nya sama persis dengan sekolah milik keluarga lo" ucapnya seseorang pada sean sambil menunjuk ke arah jihan
"Lo bener, dia memang murid gue." Jawab Sean biasa aja
"Ceria banget kayaknya tuh anak,dan terlebih dia juga cantik" sambung asisten sekaligus sahabat Sean itu memandang jihan
"Doyan lo sama yang model begitu, gak ada Anggun nya yang ada malah bar-bar" ucap Sean mengingat kelakuan jihan di sekolah
"Awas lo jatuh cinta sama tuh cewek" timpal Angga menggoda sahabatnya tersebut
"Ogah" jawab Sean cuek
Sedangkan Angga hanya tertawa dengan respon sahabatnya itu.
Di tengah asiknya jihan bernyanyi di atas motor tak sengaja matanya melihat pemandangan yang sangat tak di sukai nya
Di depannya seorang wanita paruh baya tengah berteriak minta tolong karna di ganggu tiga preman yang pastinya ingin mengambil barang milik ibu² tersebut.
"Heh bocil lo gak usah ikut campur urusan orang, mending lo pergi sono sebelum gue kasih lo pelajaran" kata pereman yang paling tinggi besar dan menyeramkan menurut jihan
Namun dia juga tak tega dengan wanita tersebut jika dia meninggalkannya sendirian.
"Wahh,,, kalo mau ngasih pelajaran gue ucapin terima banyak bang,gue sama sekali tak tertarik, di sekolah gue tugas udah numpuk takut otak gue gak muat" ucap nya sambil cengengesan
"Ini bocah bener-bener nantangin ya," ucap salah satunya dan hendak maju ke arah jihan
Namun dengan cepat jihan menendang area vital nya membuat preman tersebut berteriak sambil jungkir balik menahan sakit.
"Dasar bocah sialan, awas lo" ujar bos dari preman tersebut
"Gue cuma ngelindungin diri bang,kalo gue gak ngelawan mungkin abang juga bakal apa-apain saya kan" jawab jihan
Tanpa aba-aba jihan langsung menghajar mereka,perkelahian mereka cukup menguras tenaganya bagi jihan,namun hasilnya jihan menang melawan tiga preman tersebut.
Membuat rasa lelahnya tak sia-sia.
Jihan tersenyum hangat pada wanita yang di tolongnya itu.
Ketika jihan hendak menghampiri wanita yang tadi di ganggu oleh preman, ponselnya berbunyi menampilkan nama sang adik
Jihan berhenti sejenak untuk mengangkat nya
"Halo,,,kenapa jay,?" Tanya jihan pada Jay di seberang sana
"..........."
"Apa,,bagaimana bisa jay,sekarang lo dimana?" Tanya jihan dengan raut wajah sedih
Setelah menutup panggilan nya,jihan menuju ke arah wanita yang di tolongnya tadi
"Tante,,tante gak apa-apa kan?" Tanya jihan memastikan
"Tante baik-baik saja nak,terimakasih sudah menolong tante" ucap wanita tersebut tersenyum melihat ketulusan jihan
"Tante maaf ya,,tapi saya buru-buru bunda saya masuk rumah sakit, saya harus segera kesana,tante gak apa-apa kan kalo saya tinggal" Tanya jihan lagi
"Tak apa-apa nak,sebentar lagi anak tante datang kesini, apa perlu tante anterin kamu ke rumah sakit" kata wanita itu
"Tidak usah tante makasih atas tawarannya,kalo gitu saya pamit permisi dulu ya tante,, Assalamualaikum" jihan pamit sambil menyalami tangan wanita tersebut
"Waalaikum salam,,,,hati-hati di jalan ya nak,jangan melamun tetap fokus" wanita tersebut mengingatkan jihan
Jihan yang sudah berada di atas motornya mengacungkan jempolnya dengan menunjukkan senyum termanisnya ke arah wanita tersebut
"Gadis yang baik,,, gadis itu mengingatkan saya pada sahabat yang saya cari selama ini" gumam wanita itu