My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Hukuman di mulai



"Sayang,,,kenapa gak bilang kalau mau mampir ke sini,mommy kan bisa siapin makanan kesukaan kamu" Ucap mommy sarah saat melihat jihan dan jeno masuk kedalam rumah


"Maaf mom lagian ini juga mendadak karna mas sean yang Tiba-tiba nyuruh aku langsung ke sini" Jawab jihan sambil menyalami tangan mertuanya


Setelah berbincang dengan mertuanya jihan memutuskan untuk istirahat di kamar sean


Jam empat sore sean sampai di mansion orang tua,sean memasuki rumahnya sambil menyapu ruangan dengan pandangannya


"kak jihan lagi istirahat di kamarnya" Ucap jeno yang berjalan dari arah dapur


tanpa basa-basi sean langsung berlari ke lantai atas di mana kamarnya dan jeno berada.


ceklek


Pemandangan pertama yang Sean lihat adalah jihan yang tertidur di bawah selimut yang menutupi separuh tubuhnya


Sean menghampiri jihan yang tertidur pulas,menyingkirkan helaian rambut jihan yang menghalangi wajahnya.


"Nyenyak banget tidurnya, capek banget yaa" sean berucap dengan sangat pelan lalu mengecup kening jihan


Merasa tidurnya terganggu jihan melenguh mereganggkan ototnya dan mengerjapkan matanya.


"Ya Ampun mas" Jihan terkejut melihat sean kini duduk di pinggir ranjang sambil menatapnya dengan tersenyum


"Mas udah pulang yaa,maaf gak nungguin kamu aku ketiduran" jihan merasa bersalah karna tidak menyambut suaminya yang datang bekerja.


"Tak apa,mas juga baru sampai" Sean mengusap lembut rambut jihan


"Capek banget ya keliatan nyenyak banget tidurnya" lanjut sean


"Mas,," Panggil jihan dengan wajah menunduk


"Kenapa,,?" Sean memegang dagu jihan dan mengangkat wajah jihan untuk menatapnya


"Maaf,,," Lorih jihan


"Kamu gak salah sayang,besok biar mas suruh angga yang selesai kan ya" Ucap Sean mengerti apa yang di maksud jihan


"Mas udah tau?" Tanya jihan lagi dan mendapat anggukan dari sean sebagai jawaban


"Mas aku heran ya sama guru baru itu,yang lain hukumannya ringan tapi aku sendirian yang Paling berat" Jihan mengutarakan kekesalan nya pada sandy


"Emang kamu di hukum apa aja?" Tanya sean


"Aku di suruh jadi asisten nya selama satu bulan,apa membersihkan toilet dan memanggil wali murid belum cukup juga" imbuh jihan


"Kamu di suruh jadi asisten nya selama sebulan" Tanya sean memastikan dan di angguki oleh jihan


Mendengar apa yang jihan katakan membuat sean mengeratkan rahangnya dengan tangan terkepal


***


Jihan berjalan bersama dengan sahabatnya menuju kelas


"kamu" tunjuk sandy pada jihan


Jihan menoleh ke kiri dan kanan memastikan siapa yang sandy maksud,


"Kamu yang bernama jihan Larasati" ulang sandy


"saya pak" tunjuk jihan pada dirinya sendiri


"Iya memang siapa lagi,atau ada lagi yang bernama jihan Larasati selain kamu di sini" Ucap sandy


"Ada apa pak?" Tanya jihan


"Kamu lupa dengan hukuman kamu kemarin" ucap sandy dan jihan menggeleng


"Ini bawa ke ruang guru sekarang" sandy menyerahkan tumpukan buku paket pada tangan jihan yang bisa di pastikan itu lumayan berat


"Mana ada hukuman begini baru nemu gue" Gumam jihan yang masih di dengar oleh sandy


"Udah sana keburu bel masuk,atau mau gue bantu" Razi menawarkan bantuan pada jihan


"Kalau sampai ada yang membantu maka saya akan menambah hukuman kamu" Ucap sandy sambil berjalan


"Maaf ya ji kali ini gak bisa bantu" Ucap dinda


Jihan berjalan di belakang mengikuti langkah sandy yang cukup lebar,


ceklek


sandy membuka pintu ruang guru,tampak beberapa guru yang sudah berada di ruangan itu,termasuk juga sean


Sean sempat terkejut melihat jihan yang tengah membawa tumpukan buku yang sean juga tau pasti itu berat.


Sesaat pandangan sean dan jihan bertemu,sandy yang melihat sean yang terlihat cemas mengangkat sudut bibirnya tipis.


"Mau di taruh dimana pak?" Tanya jihan dengan sopan


"Taruh di situ aja,susun dengan rapi agar tidak berantakan" perintah sandy


sean yang melihat secara langsung hanya bisa mengepalkan kedua tangannya untuk menahan emosinya


"Sudah selesai pak,sekarang saya bisa kembali ke kelas" ucap jihan pamit undur diri