My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Ungkapan Hati jihan



Jihan Berlari keluar cafe tersebut, sekuat tenaga jihan menahan air matanya agak menangis di depan sean.


"Lo udah keterlaluan sen" ucap rendy lalu pergi menyusul jihan


Saat di depan cafe rendy mencari keberadaan jihan Namun tak menemukannya, meski baru beberapa kali bertemu dengan jihan tapi rendy sudah menyayangi nya seperti adiknya sendiri.


***


Jihan berada di sebuah taman dekat Danau,duduk sendirian memikirkan apa yang saat ini di alaminya.


"Gue kira Lo udah bisa menerima gue sebagai istri lo,melihat bagaimana perlakuan lo ke gue akhir² ini,Tapi ternyata gue salah," Ucapnya sambil menghapus air matanya yang mengalir di pipinya


"Di saat gue mulai nyaman dengan lo,kenapa seperti ini yang gue dapatkan,"


"Gue memang bukan siapa-siapa buat lo,guenya aja yang terlalu banyak berharap sama lo,,,"


"Dasar sean sialan" Teriak jihan


Tiba-tiba Hujan turun bersama dengan gemuruh seakan menandakan ikut merasa suasana hati jihan.


Jam 11 malam jihan pulang kerumah sean dengan kondisi yang basah kuyup dan keadaan di luar pun juga masih hujan deras.


Jihan memasuki kamar sean mengambil bajunya yang ada di kamar sean,jihan memilih kembali ke kamar yang sebelumnya dia gunakan


Saat masuk ke dalam kamar itu jihan melihat sean yang masih terjaga dan duduk di sofa kamarnya.


jihan mengambil bajunya,dia berlalu pergi meninggalkan sean begitu saja, tanpa ada niat untuk menyapanya.


***


Kini hari yang di tunggu telah tiba, Hari ini adalah hari keberangkatan ke acara camping yang jihan maksud sebelumnya.


Beberapa hari ini jihan tinggal bersama sean namun tak ada tegur sapa antara mereka semenjak kejadian di cafe waktu itu.


Di halaman sekolah semua murid sudah berkumpul dengan membawa barang masing-masing


"Jihan,,"


"Dinda,sofi yang lain mana? lo baru datang juga" Tanya jihan saat melihat ke arah dinda dan sofi yang baru datang.


"Mereka bertiga lagi di jalan bentar lagi sampai" jawab sofi


"Ji,," Panggil seseorang dari belakang jihan


jihan pun memalingkan badannya melihat ke arah sumber suara tersebut.


"Rehan,,, kamu kok ada di sini?" Tanya jihan yang bingung melihat kehadiran rehan


"Kalian udah siap,langsung ke bus kita aja yuk" Ucap ubay Yang muncul bersama dengan razi dan Arman


"Ayo,, Bay bawain Tas gue dong,,berat nih," kata dinda memelas pada ubay


"Lo ya,,,giliran butuh aja pasang wajah sok imut. coba kalo enggak mana ada gitu" cibir ubay seraya mengambil tas dinda dan membawa nya.


Di dalam mereka dapat kursi dua baris bagian paling belakang,dinda duduk dengan Arman,sofi dengan Razi dan Paling belakang Jihan dan ubay.


Disamping kursi ubay Dan jihan Dua kursi masih kosong dan belum ada yang menempati.


Dari dalam bus jihan tak henti-hentinya melihat sean yang juga sibuk dengan aktivitasnya, terbesit rasa rindu saat dirinya melihat sean,tapi ada rasa kecewa juga kala mengingat bagaimana sikap sean terhadap dirinya.


"Ji,,,Lo kenapa bengong" Ucap ubay menepuk pundak jihan


"Lo ngagetin gue aja bay,jujur aja gue kangen sama sean bay" kata jihan dengan wajah tertunduk


"Ji,gue boleh nanya sesuatu sama lo,?" Ucap ubay Yang kini menghadap ke arah jihan dengan posisi kedua kakinya di lipat di atas kursi.


Jihan pun mengangguk


"Gimana perasaan lo sama pak sean Ji,? " Tanya ubay pelan


jihan pun menerawang lurus ke depan,memikirkan pertanyaan ubay


"Gue gak tau bay,tapi gue merasa nyaman saat bersama dia." jawab jihan lirih


"Terus gimana dengan rehan,apa lo udah ngomong sama dia tentang Status lo sekarang?" Tanya ubay lagi yang di jawab dengan gelengan kepala oleh jihan


"Secepatnya gue akan bicara sama rehan tentang Status gue,tapi bagaimana pun juga tak mudah buat gue melupakan rehan,namun sekarang udah berbeda." jihan menjeda ucapannya dan menarik nafas dalam


"Dulu hati gue selalu bergetar dengan sikap dan kelembutan rehan,tapi sekarang entah kenapa gue tak merasakan itu lagi,hanya saja kenyamanan gue bersama dia yang tak bisa hilang" lanjut jihan


Ubay yang mendengarnya hanya mengelus pundak jihan lalu memeluknya,memberikan kekuatan pada sahabatnya itu.


lalu dengan serentak sahabatnya juga memeluk jihan.


"Lo pada ngapain sih,pengap tau" Ucap ubay mendorong tubuh mereka yang tengah memeluknya dan jihan


"Iya lo pada ngapain sih," ucap jihan


"Lo pada nguping ya dari tadi" Selidik jihan pada ke empat sahabatnya yang berdiri di belakang dan ada pula yang duduk di tengah-tengah jihan ubay


mereka hanya tersenyum menunjukkan deretan giginya sambil mengangguk.


jihan dan ubay hanya menggelengkan kepalanya dengan kelakuan sahabatnya itu