
Rani yang geram mendengar ucapan jihan langsung mendorong nya membuat jihan terjatuh dan karna tak bisa menjaga ke seimbangan jihan pun terbentur pada si kaki meja yang mengakibatkan kening nya terluka dan sedikit berdarah
Dengan sekuat tenaga jihan berdiri melangkah ke arah Rani dan...Plakk
Satu tamparan keras mendarat mulus di pipi Rani dari jihan,sedangkan jihan sudah berada di antara dinda dan sofi.
Baru beberapa langkah jihan maju matanya tak sengaja menangkap sosok yang sangat dia kenali,menatap ke arahnya dengan tatapan tajam berjalan ke arah nya membuat jihan menghentikan langkahnya
Dan bersamaan saat itu juga jihan dan dinda merasa terdorong dari belakang karna seseorang yang membelah jalannya namun untungnya jihan dan dinda tidak terjatuh.
"Sen,,," Ucap seorang gadis yang Tiba-tiba memeluk sean di depan umum
Sedangkan jihan dan kedua sahabatnya menatap tak percaya dengan apa yang tengah mereka lihat saat ini.
"Kamu apa-apaan sih ran,main peluk orang sembarangan" ucap Sean datar melepaskan pelukan Rani
"Ada apa ini,?" Kini sean beralih menatap jihan dan sahabatnya
"Begini pak,,," dinda menjelaskan apa yang terjadi
"Bohong Sen,dia yang udah nampar aku tadi" elak Rani dengan menampakkan raut wajah sedih
"Lo yang duluan,gue udah minta maaf tapi lo malah menghina gue" ucap jihan tak terima di salahkan
"Cukup... Lo bisa gak sih jangan bikin ulah,malu maluin tau gak" Bentak sean
Sean beranggapan jika jihan yang salah,karna sean hanya melihat pada saat jihan menampar Rani,sean tidak tau kejadian yang sebenarnya.
"Lo kalo gak tau apa-apa lebih baik diam,gak usah ikut campur," Ucap jihan pada sean
"Gue udah liat apa yang lo lakukan sama rani" ucap Sean
"Terus,,,," ucap jihan lagi
"Lo minta maaf sekarang sama dia," Tegas sean
Sedangkan Rani yang berdiri di samping sean tersenyum penuh kemenangan
"Oke,,,Kalo menurut lo yang salah itu gue,gue akan minta maaf. Tapi ingat baik-baik, jangan asal menilai sesuatu yang lo sendiri tak tau apa sebabnya" Ucap jihan tersenyum sinis namun terdapat kekecewaan pada tatapan nya
"Gue minta maaf, semoga lain waktu gue berurusan lagi dengan lo,dan satu lagi,, Selamat buat Kalian,lo dan dia emang pasangan yang cocok" Setelah mengucapkan itu jihan pergi meninggalkan Sean yang masih terdiam memikirkan perkataan jihan
"Sen,,, Lo udah salah besar,mending lo temuin bibi lo sana" Bisik rendy pelan di telinga sean
Sean tersadar dan hendak menyusul jihan,namun tangannya di tarik oleh rani.
"Gue mau pulang" Ucap Sean menghempaskan tangan rani
Sean pergi mencari keberadaan jihan di Cafe tersebut, ketika melihat dinda dan sofi sean menghampiri nya
"Kalian tau dimana jihan gak?" Tanya sean yang datang bersama rendy Lalu Angga yang juga datang menghampiri mereka
"Itu dia pak,kita sedang mencari jihan dia gk ada di belakang" ucap sofi khawatir
"Mungkin jihan kecewa sama bapak, bapak gak tau apa-apa main nyalahin orang sembarangan,meski bapak dan jihan gak punya perasaan tapi setidaknya bapak sedikit aja mempercayai jihan, ini malah di marahin dan di bentak lagi depan umum" Ucap dinda panjang lebar mengeluarkan kekesalan nya pada sean
"Lo apaan sih ngomong gitu,gak tau" sofi menyenggol lengan dinda
"Biarin,,, gue gak rela sahabat gue di gituin,belum sembuh luka hatinya ini malah nambah rasa kecewanya. Di pikir mudah apa merima orang baru dalam kehidupannya, bukannya bikin nyaman malah bikin tersiksa" ucap dinda tak perduli dengan teguran sofi
Sean hanya diam mendengar amarah Dinda padanya, dia juga berfikir mungkin dirinya sudah keterlaluan pada jihan
"Kalian tau tempat dimana jihan biasanya kalo ada masalah, mungkin dia pergi kesana" Tanya sean lagi
"Sebelum bapak nanya saya sudah lebih dulu menanyakan jihan pada ubay Dan razi juga Arman. Tapi jihan gak ada sama mereka." Jelas sofi
"Ya sudah kalo gitu saya cari jihan dulu,saya akan pulang siapa tau jihan kembali ke rumah,kalo ada apa-apa hubungi saya" Ucap Sean meninggalkan semua orang di sana
Kini tinggal Rendy,Angga,Sofi dan dinda
Mereka mengecek keadaan Cctv Cafe tersebut, terlihat jihan langsung pergi setelah kejadian tadi,Rendy dan Angga juga sudah melihat kejadian yang sebenarnya.
"Kemana lagi mau cari jihan,," ucap sofi Hampir putus asa
"Udah lo tenang aja,entar bakal balik sendiri kok,lo kayak enggak tau aja sifat sahabat lo yang satu itu" Ucap dinda santai
Kini semua beralih menatap pada dinda
"Apa sih pada ngeliatin gue gitu,gue kan ngomong apa adanya,nih gue kasih tau ya,, jihan itu kalo ada masalah yang serius dia akan pergi tapi balik lagi kok,ada tempat yang biasa jihan datangi jika ada masalah tapi kita semua tidak tau tempatnya dimana,karna tempat itu adalah tempat favorit jihan dan rehan,hanya mereka berdua yang tau" Ucap dinda panjang lebar
"Rehan,,,siapa dia?" Tanya Angga
"Rehan itu pacarnya jihan,mereka udah pacaran selama lebih dari dua tahun,tapi yaa seperti yang kalian tau,kandasnya karna apa, Bahkan sampai sekarang jihan belum mengatakan yang sebenarnya pada Rehan, karna dia takut rehan akan marah dan kecewa" Sofi menjelaskan siapa rehan
"Rumit juga ternyata kisah mereka,apa jihan masih mencintai pacarnya itu ya" Ucap rendy
"Ya jelas lah,kalo bukan karna di jodohin dia juga masih sama rehan kali" ucap dinda