My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Kekonyolan



Satu bulan berlalu hubungan sean dan jihan semakin hari semakin bertambah dekat,hanya saja sampai saat ini sean masih belum menyentuh jihan seutuhnya,dia sudah bertekad sebisa mungkin akan menunggu jihan sampai selesai ujian,tapi jika suatu hari nanti sean tak bisa mengontrolnya itu juga tidak akan menjadi masalah,karna jihan juga tidak keberatan akan hal itu.


***


Di sekolah kini semua murid tengah jam istirahat,ada sebagian dari murid yang juga memilih beristirahat di kelasnya termasuk jihan dan sahabatnya bersama beberapa teman kelas lainnya.


Mereka bercanda dan tertawa bersama ada juga yang saling kejaran,


Tiba-tiba Aji teman sekelasnya menyusun bangku di Depan kelas di bantu oleh salah satu temannya.


Dinda Tiba-tiba mengambil sapu dan penggaris lalu di berikan pada sofi,dan ember kecil yang biasa di pakai buat ngepel dan di berikan pada ubay.


Mereka naik ke atas bangku yang di susun tadi,lalu razi menarik jihan menuju ke depan.


Jihan yang mengerti apa yang akan mereka lakukan mengambil buku menggulung nya, dengan aba-aba dari aji mereka memerankan peran masing-masing. Layaknya sedang konser mereka bernyanyi sambil memainkan apa yang mereka pegang seolah itu alat musik.


mereka menyanyikan lagu berjudul (Kau tercipta bukan untukku, Nella kharisma)


Jihan masih asik dengan apa yang dilakukan nya,namun siapa sangka jika salah satu teman sekelasnya mengirim video mereka pada grup sekolahnya.


Dalam hitungan detik video itu langsung menyebar dan mendapat ribuan komentar.


Di ruang guru


"Ini anak selalu ada aja kelakuannya" ucap pak iwan menatap ponsel yang di ada genggamannya


"Mereka ini bener-bener,tapi menghibur juga" ucap guru lainnya ikut tersenyum


Sean yang mendengar notifikasi dari ponselnya langsung mengecek nya.


Betapa terkejutnya sean melihat kelakuan istri kecilnya itu.


"Astaghfirullah,," gumam Sean memijit pelipisnya


Pak iwan yang melihat sean hanya tersenyum,dia bisa menebak jika sean sedang memikirkan jihan lebih tepatnya apa yang jihan lakukan.


Sean melihat jam di pergelangan tangannya,kurang sekitar lima belas menit lagi jam istirahat habis.


Tapi sean meminta untuk segera mengakhiri waktu istirahat itu,dengan alasan akan mengadakan ulangan dan nantinya murid bisa pulang lebih awal setelah mengerjakannya agar tak terlalu capek.


Jihan masih asik bernyanyi sambil bergoyang bersama teman-temannya,mereka yang awalnya gaduh Tiba-tiba sepi tak ada tawa maupun sorakan atau yang lainnya.


Jihan tidak menyadari sean yang kini sudah berdiri di belakangnya,lebih tepatnya di bawahnya karna jihan berada di atas bangku yang di susun menjadi panggung.


"Ji,,,," tegur dinda yang turun dari bangku itu sambil menarik ujung baju jihan


"Apaan sih din narik-narik," jihan menepis tangan dinda


"Udah konsernya,?" Suara bariton yang sangat familiar di telinga jihan membuat jihan menghentikan gerakannya menelan ludahnya kasar


sean menatap tajam jihan dengan posisi kedua tangannya yang di masukkan pada saku celananya.


"Hehehe,,Pak guru,kok bisa di sini" cengir jihan menggaruk tengkuk nya dengan tampang bodohnya


"turun" ucap Sean singkat


Namun dengan cepat sean menarik telinga jihan, "Aww,aaw sakit pak,lepasin bisa copot ini telinga saya" Ucap jihan berusaha melepaskan tangan sean


Jihan hendak turun dari atas bangku itu namun salah satu kakinya tak imbang Karna menahan tangan sean yang menariknya,jihan terjatuh menabrak dada sean.


Kelas yang tadinya sepi kini ricuh kembali melihat adegan sean dan jihan,dimana jihan menabrak tubuh sean membuat sean terhempas pada tembok. jika orang tak melihat awal kejadian mungkin akan mengira jika jihan yang mendorong dan menghimpit sean ke tembok.


"Awas nanti sampai rumah mas hukum," bisik sean di telinga jihan


Dengan cepat jihan menjauhkan dirinya dari sean.


"pepet terus ji,," Teriak salah satu murid


"Diam kalian,,sekarang bereskan ini semua" Ucap Sean dengan tegas


"marah mulu pak,gak capek apa,awas tensi nya naik" ucap jihan lalu ngacir ke belakang bersama sahabatnya.


Sean hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istri kecilnya itu.


"Ya tuhan,,,mommy,,, Aku seperti nikahin bocah yang bisa bikin bocah ini mah,," batin sean berteriak