
"Assalamualaikum bunda" Ucap Razi,ubay,dinda dan sofi serempak
"Wa'alaikum salam,,eh kalian udah datang,ayo masuk habis itu makan siang dulu,bunda udah masak banyak tadi" Ucap bunda Ais berlalu setelah membuka pintu
Razi dan sofi mengikuti langkah bunda Ais sambil membawa beberapa kantong kresek di tangan
"Ini apa nak,?" Tanya bunda Ais saat Razi dan sofi menaruhnya di atas kabinet.
"Ini bunda,tadi sebelum kesini kita belanja dulu" jelas sofi
"Bunda kan selalu bilang jangan seperti ini nak,,simpan uang kalian,tidak perlu mikirin bunda,kalian makan minum disini bunda tidak perna merasa keberatan ataupun kekurangan nak," Bunda ais mengelus pundak sofi dan razi
"Jika nanti kalian seperti ini lagi,bunda Gak akan buka pintu jika kalian datang,kalian anak bunda,bahkan kalian mau tinggal di sini sama bunda,bunda juga akan senang sekali" lanjut bunda
"Iya bunda,,,kita hanya mau berbagi sama bunda,ini kan tanggal tua bunda,kita habis gajian" Ucap razi
"Anak² bunda memang baik,tapi lain kali berbagi sama yang lebih membutuhkan ya nak,di luar sana masih ada yang lebih membutuhkan" jelas bunda Ais memeluk keduanya
"Cuma sofi dan razi aja nih yang di peluk,Ubay enggak di peluk" Ucap yang tengah berdiri di ambang pintu bersama Arman dan dinda. Membuat bunda Ais tersenyum
"Sini semua anak bunda" bunda ais merentangkan kedua tangannya
Arman,razi dan dinda berjalan ke arah bunda Ais,.
Baru mereka akan memeluknya tubuh mereka udah tergeser oleh seseorang.
"Minggir ini bunda jay," ucap jay langsung memeluk bunda Ais dan menurunkan tangannya
"Bodo Amat" ucap ubay lalu menghambur ke pelukan bunda Ais.
"Bunda sayang kalian" Ucap bunda Ais memejamkan matanya merasakan pelukan dari mereka semua
"Kita juga sayang bunda" jawab ubay
*
Kini mereka duduk santai di ruang tamu bunda Ais,ada yang bermain game,bermain gitar.
"Bay,,,lo lagi ngapain sih," Tanya razi melihat ubay Yang sangat sibuk dengan ponselnya
"Mau balap lagi lo" ucap Arman tanpa menoleh
"Kapan?" Kata Razi lagi
"Entar malem,mau gak ikut lo" jawab ubay
"Kita nonton ubay yuk nanti" seru dinda yang di setujui oleh yang lainnya
"Si jihan gak di ajak?" Timpal dinda lagi
"Gue gak yakin bakal di ijinin sama pak sean" celetuk razi menyandarkan tubuhnya pada sofa
"Bilang aja dulu,siapa tau di ijinin" ucap jay menimpali
Mereka mengangguk menyetujui apa yang jay katakan.
Dari luar terdengar suara deru mobil yang berhenti di halaman bunda Ais
"Assalamualaikum" Ucap jihan muncul dari balik pintu
"Wa'alaikum salam" jawab mereka semua bersamaan dengan bunda Ais yang muncul dari arah dapur.
Sean dan jihan menyalami tangan bundanya.
"Ji,,nanti nonton ubay yuk" Ucap razi dengan hati-hati karna ada sean
Sean menoleh pada jihan dengan tatapan seolah menanyakan apa yang di maksud razi
"Nanti malam ubay mau balapan,boleh ikut kan,?" Ucap jihan menatap sean
"Gak boleh," jawab sean singkat
"Yahhh,,mas ijinin ya,plisss" bujuk jihan menunjukkan senyum manisnya
"Iya boleh,tapi mas harus ikut,gak boleh kalo cuma jalan sama meraka aja" Ucap Sean
Sebenarnya sean kurang suka dengan apa yang di lakukan oleh mereka, tapi sean tidak bisa langsung melarang nya,mungkin sean akan menunggu waktu yang tepat untuk menasehati mereka terutama Ubay.