
"Morning,," Sean mengecup singkat kening dan bibir jihan tak lupa senyum di wajahnya yang selalu dia berikan untuk sang istri.
"Morning juga sayang," timpal jihan yang tidak sadar dengan ucapannya
"Kamu bilang apa barusan" ulang sean lagi dengan semangat
"Apa,,?" Tanya jihan balik sambil mengernyitkan dahinya
"Kamu barusan panggil mas apa,coba ulangi mas mau denger lagi" pinta sean
"Gak ada aku bilang apa-apa,udah mas minggir aku mau mandi" ucap jihan mengalihkan pembicaraan
***
Jihan sudah siap untuk berangkat ke sekolah tinggal menunggu jeno yang belum datang.
"Tumben tu anak belum datang" ucap Sean berjalan beriringan dengan Jihan menuju kursi yang berada di teras rumahnya
"Mungkin lagi di jalan kali mas" timpal jihan sambil duduk
Tidak lama kemudian tampak jeno yang memasuki halaman rumah sean menggunakan motor sport kesayangan nya yang berwarna merah
"Pagi kak,pagi kakak ipar,maaf telat kesiangan soalnya" Sapa jeno pada kedua Kakaknya saat turun dari atas motornya
"Gak apa-apa no,masih pagi juga" kata jihan sambil melihat jam di pergelangan tangannya
"Kok bawa motor,mobil lo kemana" Tanya sean
"Di bawa kak rendy,semalem dia nginep di mansion gak bawa mobil,kak angga ada urusan katanya gak bisa anter" Jelas jeno
"Kenapa gak pakek mobil yang lain aja,kenapa bawa motor,lo mau bikin kakak lo kepanasan" ucap Sean lagi
"Haiiisssh,,posesif amat jadi orang" celetuk jeno
"Gak apa-apa mas,lagian seru kok naik motor,sebenarnya aku juga lebih suka motoran sih dari pada mobil lebih bebas gitu rasanya" sanggah jihan membela jeno,sedangkan jeno tersenyum penuh kemenangan
"Ya udah ayo kak berangkat takut kesiangan kena macet" ajak jeno pada jihan sambil berjalan menuju motornya
Jihan dan jeno saling pandang dengan sorot mata yang terlihat bingung.
"Ini pakek mas mau ambil motor mas dulu di garasi" sean kembali dengan membawa helm dan jaket di tangannya. sean langsung memakaikan jaket dan menyerahkan helm itu pada jihan
"Maksudnya gimana sih mas" bingung jihan
"Kamu berangkat sama mas aja naik motor,katanya kamu suka naik motor ya udah sama mas aja,lagian mas gak rela kamu nempel nempel sama cowok lain" jelas sean enteng,sedangkan jeno dan jihan hanya melongo seperti orang bodoh mendengar apa yang sean katakan
"Heehh,, cowok lainn??,,hello kakak ku sayang,ini gue jeno adik lo,adik kandung lo sendiri,lo bilang gue cowok lain bener-bener" Jeno tidak habis pikir dengan sikap kakaknya itu yang begitu posesif
"Jangan bilang kamu cemburu sama adik kamu sendiri mas" jihan menatap sean dengan tatapan menelisik
"Udah jangan cerewet,pokoknya kamu berangkat sama mas,entar kalo udah mau sampai sekolah baru ganti sama jeno" terang sean tak mau di bantah langsung pergi meninggalkan jihan dan jeno
"Dasar posesif" celetuk Jeno
"Ngatain gue lagi,gue bakalan potong uang jajan lo" ancam sean membuat jeno langsung bungkam hanya menunjukkan wajah kesalnya.
"Tau gini gue gak ke sini,tinggal nunggu di jalan aja" gerutu jeno
"Sabar no,lo kayak gak tau kakak lo aja yang suka se enaknya" jihan terkekeh
"Sayang,,ayo naik" Ucap Sean setelah berada di depan jeno dan jihan
"Buruan kak naik,keburu macannya mengaum lagi" ucap jeno pada jihan,Sedangkan jihan hanya tertawa melihat wajah kesal jeno
Jihan memakai helm nya dan berjalan ke sean dan langsung menaiki motor sport berwarna hitam milik Sean
"Pegangan yang erat yang,entar jatuh kalo gak Pegangan" sean mengingatkan jihan untuk berpegang
"Iya ini udah,,," belum selesai jihan dengan ucapannya sean sudah terlebih dahulu menarik tangan jihan agar memeluk nya,melingkarkan kedua tangan jihan di pinggangnya.
"Pegangan yang erat,kalo gini berasa pacaran ya yang" Ucap Sean sambil menjalankan motornya.