My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Ke khawatiran sean



Di sebuah ruangan tampak dua orang tengah berseteru dengan tatapan tajam masing-masing


"Apa tujuan lo berada di sini" Sinisnya sambil menyandarkan tubuhnya pada dinding sebelah pintu masuk


"Kenapa apa ada yang salah dengan gue ada di sini?" Jawabnya tak kalah sinis menyunggingkan senyumnya


"Oiya,,gue dengar lo sudah menikah dan parahnya yang lo nikahi adalah murid lo sendiri,ternyata lo pedofil yaa" ucapnya terkekeh berusaha menjatuhkan rival nya itu.


Sean yang mendengarnya hanya bisa mengepalkan kedua tangannya untuk menahan emosinya.


orang yang bersitegang itu adalah sean guru baru yang baru saja masuk ke sekolah tersebut


"Gue jadi penasaran seperti apa sih istri lo itu," lanjutnya lagi sambil menggaruk dagunya dengan telunjuknya seolah berpikir


"Jangan pernah sekalipun lo menyentuhnya walau seujung rambut pun atau lo akan akan tau sendiri akibatnya" tegas sean dengan tatapan tajamnya


"Kita lihat saja nanti," setelah mengucapkan itu pria tersebut pergi meninggalkan sean begitu saja dengan hatinya yang masih terasa panas karna amarah


"Aahhh,,sialan,belum selesai satunya sekarang dia lagi yang muncul" geram sean memukul dinding di belakangnya


Disisi lain


"Selamat siang anak-anak" ucap seorang guru saat memasuki kelas


"Selamat siang pak" jawab mereka serempak


"Kalian sudah tau kan siapa saya,,? Saya di sini sebagai guru pembimbing sementara kalian untuk menghadapi ujian akhir" jelasnya ketika memasuki kelas


Pelajaran siang itu di laksanakan dengan lancar,sampai akhirnya waktu pelajaran berakhir


Kini tampak siswa siswi berhamburan keluar dari kelas masing-masing.


Di parkiran jihan tengah duduk menunggu jeno yang belum keluar


"Itu murid yang tadi nabrak gue kalo gak salah," gumam seseorang yang tak jauh dari tempat jihan berada


Tampak dia sedang menatap jihan entah apa yang ada di pikirannya.


"Hai,,,sendirian aja," Tiba-tiba beni datang menghampiri jihan


"Eh,,iya masih nunggu yang lain" ucap jihan sedikit terkejut


"Tau apa lo tentang gue," sinis jihan menatap balik beni dengan sinis


"Jihannn,," Dinda berteriak sambil berlari menghampiri jihan membuat yang lain menoleh kearah mereka


"Jihan" gumam seseorang yang hendak membuka pintu mobil,dia menghentikan gerakannya mendengar nama jihan di sebut.


"Jadi gadis yang nabrak gue tadi itu namanya jihan" gumam nya setelah mengetahui siapa yang bernama jihan


"Dinda,,biasa banget sih lo teriak²,gue gak budeg kali" omel jihan pada dinda yang datang bersama dengan yang lain


"Ngapain lo disini?" Ucap razi pada beni berdiri di tengah-tengah jihan dan beni guna menjauhkan keduanya


"Bukan urusan lo" ujar beni lalu pergi meninggalkan mereka


"Lo gak di apa-apain kan sama beni" Tanya sofi khawatir


"Enggak"


"Kakak maaf yaa nunggu lama,dari toilet kebelet soalnya" jeno datang bersama jay menghampiri jihan


"Iya gak apa-apa,kakak juga baru keluar" ucap jihan


"Yok pulang" ajak arman berjalan ke arah motornya terparkir


Mereka menaiki motor masing-masing,sudah hampir satu minggu mereka kompak menggunakan motor,termasuk jeno dan Jay.


Sean memberikan jay motor sport yang sama seperti miliknya dan jeno.


Meski awalnya dia di marahi oleh jihan tapi akhirnya dengan bujuk rayunya sean bisa memberikannya pada Jay.


"Jadi bener dia istri sean,cantik" ucap seseorang menyunggingkan senyumnya,dia yakin jihan adalah istri sean setelah mendengar namanya yang sama di tambah jihan yang terlihat dekat dengan jeno


jihan bersama sahabatnya keluar dari area sekolah.


Mereka mengendarai motor Mereka dengan kecepatan rata-rata,dengan posisi para yang cewek-cewek berada paling depan kecuali jihan yang di bonceng oleh jeno.


Tanpa mereka sadari sean mengawasi mereka dari dalam ruangannya dari pertama beni yang mendekati jihan termasuk juga orang mengawasi jihan.


"Jangan sampai dia berbuat luar batas,jihan bisa dalam bahaya" gumam Sean khawatir