My Teacher "I Love You"

My Teacher "I Love You"
Ubay di nyatakan koma



Sean membawa jihan kembali ke rumah sakit untuk di rawat dalam masa pemulihan.


Tak sedikitpun sean meninggalkan jihan bergantian dengan sahabat jihan dan orang tua mereka.


###


Di Ruangan Ubay


"Bay,,bangun bay buka mata lo" Sahabat Ubay tengah berada di dalam ruangan tempat ubay di rawat.


Mereka sangat terpukul dengan kondisi ubay yang di nyatakan koma,akibat dari salah satu peluru hampir mengenai jantung ubay.


Ubay yang selalu ceria kini hanya terkapar di tempat tidur rumah sakit dengan bantuan alat yang memenuhi seluruh tubuhnya.


"Lo gak mau hibur jihan bay,kasian dia sedih karna kehilangan anaknya,gimana lagi kalau jihan tau kondisi lo bay,,gue mohon bangulah" Dinda terus berbicara dengan ubay untuk merangsang nya sesuai dengan saran dokter.


razi,arman dan sofi hanya terdiam tanpa kata di belakang dinda yang duduk di kursi sebelah brankar ubay


###


"Mas,," Jihan membuka matanya perlahan,yang pertama di sebut adalah sean suaminya.


Jihan mengusap rambut lebat milik Sean yang tertidur pulas di samping nya.


menatap dalam wajah tegas nan rupawan itu,terlihat bekas aliran air mata yang mengering pada wajah sean.


"maafkan aku mas,aku tidak menjaga dia dengan baik" Batin jihan


tanpa jihan sadari air matanya jatuh pada telapak tangan sean


"Sayang,,kamu sudah bangun,kenapa gak bangunin mas" Sean langsung mendudukkan tubuhnya dan menghadap ke arah jihan


Jihan langsung memeluk sean dengan sangat erat,menangis menumpahkan segala kesedihannya di dada bidang milik suaminya


Sean mengusap dan mengecup kening nya beberapa kali,berharap ke ikhlas segera bisa menghampiri jihan.


"Mas,,gimana kondisi ubay" Tanya Jihan yang masih berada di dalam pelukan sean


Sean hanya diam tak tau harus menjawab apa


"Mass,,"


Mendengar ucapan sean jihan langsung melepaskan diri dari sean dan beralih menatap pada suami nya memastikan dan berharap jika ucapan sean itu tidak benar adanya.


"Jangan bercanda mas,ubay baik-baik aja kan" ucap jihan


Sean hanya bisa menunduk,dia juga merasakan hal sama dengan jihan,setelah cukup lama bersama dengan sahabat jihan membuat sean juga menyayangi mereka layaknya dia menyayangi jeno dan Jay,. meski sean tidak perna menunjukkan perhatian pada mereka secara langsung,tapi sean selalu memantau mereka.


"Mas,aku mau ketemu ubay" Jihan memohon untuk sean membawanya ke pada ubay


###


Dinda mengambil alih kursi roda yang di gunakan jihan dari tangan sean,mereka berkumpul di dalam ruangan tersebut


Ruangan yang memang di khususkan untuk keluarga William,yang lengkap dengan sebuah kamar tidur dan dapur kecil di dalamnya.


Jihan meraih tangan ubay,tangan yang terasa begitu dingin seperti es.


"Bangun bay,gue kangen sama lo,jangan tinggalin gue bay" Air mata jihan menetes begitu saja melihat sahabat sekaligus adiknya yang tengah terbujur kaku di atas tempat tidur hidup dengan bantuan alat,terlebih ini terjadi karna dia menyelamatkan nyawanya


"Gue udah kehilangan dia dan gue gak mau kehilangan lo juga bay,bangun bayy kemaren lo janji bakal bawa gue jalan-jalan lagi keliling kota,gue udah sehat bay gue mau ikut lo keliling kota naik motor rame-rame,camping di tepi pantai sambil bakar bakar seperti rencana lo kemaren"


"Gue mohon bay bangun,gue belum sanggup kehilangan lo maupun yang lain,gue udah kehilangan dia gue gak mau kehilangan lagi bay,sakit rasanya gue gak kuat" Isak tangis jihan terdengar memilukan


Sean beralih menggantikan posisi dinda dan memeluk jihan dari belakang.


"Lo tau gue kan bay,kalo lo belum bangun gue akan buat perhitungan dengan mereka,gue gak perduli meski bunda marah sama gue,sekarang ada suami gue yang akan selalu membela gue,,"


"bangun bayy kalo lo mau liat gue,kalo lo gak segera bangun mungkin setelah lo sadar lo akan menemukan gue berada di dalam penjara,," setelah mengucapkan itu jihan pergi begitu saja menjalankan kursi rodanya sendiri,namun segera di susul oleh sean


Rendy dan andi tampak terkejut mendengar perkataan jihan,Sedangkan angga hanya terdiam.


"Lo liat kak bay,gimana kakak setelah liat keadaan lo,gue tau kalau selama ini lo sama kak Arman yang ngajarin kakak beladiri dan paling gue gak suka kakak lo ajarin balapan" ucap Jay di samping ubay


Mendengar ucapan Jay mereka tampak terkejut dan tak percaya,kecuali Arman dan Angga yang terlihat biasa saja mendengarnya.


"Kalau lo belum bangun juga,gue gak akan bantuin jika sampai kak jihan melakukan hal yang tidak baik buat balas mereka,lo harus bangun dan cegah dia" lanjut jay


"Ada yang mau lo jelaskan man" Razi menatap sinis pada Arman,tampak raut kekecewaan terpancar dari mata ketiga sahabatnya


"kita ke ruangan jihan,biar ubay dijaga jeno dan Jay disini" Arman langsung pergi meninggalkan ruangan ubay menuju ruangan jihan.