
Sean menyalakan ponselnya yang sedari tadi dia silent karna sedang meeting,.
Sean langsung menelepon rendy setelah melihat sekitar sebelas kali panggilan dari rendy dan jeno.
"Kenapa sen?" Angga menangkap hal yang tidak beres terjadi saat melihat wajah sean yang duduk di hadapannya.
"Rendy dan jeno tadi nelpon gue sampai puluhan kali,sekarang mereka gak angkat telepon gue ga" jelas sean dengan wajah yang terlihat panik
cLo tenang dulu,liat pesan lo dulu rendy pasti sudah mengirimkan pesan jika lo tidak mengangkat telepon nya" Angga berusaha untuk berpikir baik
"Mereka dalam bahaya ga,gue harus susul mereka" Sean langsung pergi begitu saja setelah membaca pesan dari rendy
Angga langsung mengejar sean yang sudah berlari terlebih dahulu.
"Biar gue yang nyetir lo lagi panik gak baik buat keselamatan kita" Angga langsung masuk dan menjalankan mobilnya menuju tempat dimana yang rendy kirimkan.
###
Saat jihan mulai lemah satu orang dari kelompok penjahat itu Lansung mendekati jihan dan menendang bagian betis jihan dari belakang,membuat jihan langsung terjatuh karna tidak kuat lagi melawan banyaknya orang tersebut.
"Jihannn"
"Kakak"
Ubay,dan lainnya tiba di saat yang tepat karna mereka hampir saja membawa jihan.
Pertarungan kembali terjadi,namun kali itu terlihat imbang.
dinda dan sofi keluar dari mobil dan menghampiri jihan,mereka memapah jihan untuk membawanya ke dalam mobil.
Tapi belum juga mereka sampai di mobil,satu orang menarik jihan dan melepaskan pegangan dinda dan sofi.
"Mau kemana lo," Ucap pria tersebut
"Apa mau kalian,aku tidak ada masalah dengan kalian kenapa kalian mengganggu ku" Ucap jihan
"Gue emang tidak bermasalah dengan lo,tapi lo bermasalah dengan bos gue,orang yang membayar gue buat membunuh lo" Tunjuk ketua dari kelompok
"Kalau di perhatikan lo cantik juga ternyata,tapi sayang hidup lo gak lama lagi" Lanjutnya
Saat kedua pria itu lengah Tiba-tiba dari belakang seseorang menendang tangan pria yang memegang jihan
"Gerry,,apa-apaan lo hah" Arman langsung menyembunyikan jihan di belakang tubuhnya
"Wow,,sebuah kehormatan bagi gue bisa bertemu seorang Arman di keadaan seperti ini,gue selalu menunggu saat ini dan sekarang lo yang datang sendiri ke gue,siapa dia" Ucap pria yang Arman panggil Gerry
"Apa mereka ketiga gadis yang selalu lo jaga dan lindungi setelah nyokap lo" sambungnya
Tanpa pikir panjang Arman langsung menyerang Gerry dan satu anak buahnya.
Merasa ada kesempatan dinda dan sofi membawa jihan untuk pergi dari tempat itu,dan bertepatan dengan sean,Angga dan andi yang juga tiba di tempat itu.
Di saat bersamaan rendy dan Ubay di kaget kan oleh salah satu anak buah gerry yang mengarahkan senjata api pada jihan.
"jihan awass" Rendy dan ubay berteriak bersamaan namun jihan mendengarnya
Dengan cepat Ubay berlari ke arah jihan yang tengah berdiri menyambut kedatangan suaminya
Dinda dan sofi yang mendengar Teriakan ubay Dan rendy menoleh,Betapa terkejutnya mereka melihat seseorang mengarahkan senjata siap untuk menembak jihan.
Saat Dinda dan sofi hendak berteriak,,
Door Door
Suara tembakan serasa menggema di atas langit,sofi dan dinda yang mendengarnya menutup kedua mata dan telinga sambil berjongkok,mereka histeris dan tidak berani membuka matanya.
Berbeda dengan Sean dan lainnya yang diam mematung dengan tatapan yang sulit di artikan dan tangan tekepal kuat.
Jihan merasakan tubuhnya yang terpental ke belakang saat dua kali suara tembakan itu terlepas.
jihan membuka kedua matanya perlahan
"Ubayy,,lo ngapain?" Tampak suara jihan yang bergetar menahan tangis dengan posisi yang sama berada dalam pelukan ubay
"Lo gak apa-apa kan,lo gak baik-baik aja kan ji?" Dalam kondisi seperti ini ubay masih sempat mengecek keadaan jihan terutama perutnya
Namun Tiba-tiba ubay memuntahkan darah yang cukup banyak dan betapa syok nya jihan saat tangan nya tanpa sengaja menyentuh dada ubah yang terlihat berlubang.
"Ubayyyy,,," air mata jihan langsung mengalir tanpa henti melihat sahabatnya yang rela mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan dia dan bayinya.
Dinda dan sofi yang mendengar Teriakan jihan langsung membuka kedua matanya dan mereka tak kalah syok dengan jihan.
"Bay bangun,buka mata lo bay" Rendy berusaha agar ubay tidak memejamkan matanya
"Bay,,jangan kenapa lo ngorbanin diri lo bayy" Tangis jihan yang kini duduk memangku kepala ubay
Sedangkan Angga,Arman,jeno mengurus Gerry dan anak buahnya yang tersisa.
"Sejak kapan lo jadi cengen gini ji,mana muka garang lo suka ngomel" Kekeh ubay dengan suara yang tersendat saat rendy mengangkat tubuhnya di bantu oleh razi
"Sayang,," Sean langsung menghampiri jihan dan memeluknya dengan erat
"Mass ubay mas," Ucap jihan saat berada di pelukan sean
"Aahh,," jihan melepaskan pelukannya dan beralih memegang perutnya yang terasa sakit
"Sayang kenapa" Sean melihat darah membasahi celana jihan,semakin deras dan semakin banyak hampir merubah warna celana nya.
Sean langsung membawa jihan ke mobil nya sedangkan ubay di bawa menggunakan mobil andi.