
"Berani banget itu orang mau ganggu jihan, belum tau siapa kita rupanya" Ucap ubay dengan wajah yang menunjukkan kemarahan
"Emang kalian siapa,?" Tanya Andi meremehkan
"kita bukan siapa-siapa,tapi kita tak akan biarin siapapun menyakiti atau mencelakai salah satu di antara kita" Jawab Arman datar menatap andi
"Bener-bener muridnya sean,"
ucapan andi mendapatkan dukungan dari rendy dan Angga.
***
Pagi hari
Jihan kini sudah berada di halaman rumahnya tengah menyiram bunga matahari favorit nya.
Jihan sangat menyukai bunga matahari,bunga yang di berikan oleh ubay padanya saat dia awal di tinggalkan oleh ayahnya,ubay selalu ada buat menghibur dan membuat nya tersenyum.
Dari saat itu jihan sangat menyukai bunga matahari selain karna bentuk dan warna nya jihan menyukai bunga matahari karna bunga itu juga bisa menjadi simbol ketulusan dan kesetiaan,sama halnya jihan dan sahabatnya yang selalu tulus dan setia mendampingi satu sama lain dalam keadaan apapun.
Saat jihan sibuk dengan pekerjaannya terdengar suara mobil memasuki halaman rumahnya.
"Kak Angga," Gumam jihan ketika tau siapa yang datang ke rumahnya pagi-pagi
"Morning ji,,rajin amat pagi-pagi udah nyiram bunga" Sapa Angga dengan menampilkan senyuman manisnya
"Morning juga kak,,iya mumpung lagi enak badan jadi keluar aja biar lebih segar" jawab jihan membalas dengan senyuman manisnya pula
"Udah gak mual lagi?" Tanya Angga lagi memperhatikan jihan yang tampak sedikit pucat
"Udah enggak kak,tadi pagi pas bangun gak merasa mual jadi langsung minum obat biar cepet enak gak tau entarannya gimana" Jawab jihan sambil terkekeh
"Kakak cari mas sean ya" Tanya jihan lagi
Angga pun menganggukkan kepalanya menandakan bahwa pertanyaan jihan itu benar.
"Mas sean belum bangun,mau aku panggilin" Tawar jihan sambil menaruh selang yang ada di tangannya
"gak usah ji tunggu dia bangun aja," tolah Angga
Jihan dan Angga memutuskan untuk ngobrol di samping rumah sean dekat kolam renang tempat biasanya mereka kumpul.
Angga dan jihan banyak bertukar cerita seputar kehidupan mereka,bahkan masa kecil sean banyak jihan ketahui dari Angga saat ini.
Di dalam rumah sean tengah sibuk mencari keberadaan istrinya yang tidak kelihatan saat dia bangun tidur.
Mbok siti adalah orang kepercayaan keluarga sean, Mbok siti pula yang sudah merawat sean dan jeno dari bayi,oleh sebab itu mereka sangat menyayangi Mbok siti
"Nona muda ada di taman samping bersama tuan muda Angga" jawab Mbok siti dengan sopan
"Mbok kenapa masih manggil aku gitu sih" Kesal Sean karna Mbok siti terus saja memanggilnya dengan sebutan tuan muda
sean dan jeno lebih suka di panggil namanya saja dari pada di panggil tuan muda,mereka sudah menganggap Mbok siti seperti nenek nya sendiri.
"Sayang,,ngapain di sini pagi-pagi bareng Angga lagi" Sean langsung memeluk jihan dari samping dan mengecup kening jihan seperti kebiasaan nya yang setiap pagi bangun tidur.
"Emang kenapa kalo gue pagi-pagi kesini ngobrol sama jihan,jangan bilang lo cemburu sama gue" Tebak Angga yang sudah tahu menahu dengan sikap dan tabiat sean
"Gue gak cemburu cuma gak suka aja kalian ngobrol disini berdua pagi-pagi" elak sean menyangkal tebakan Angga
"Apa bedanya coba cemburu sama gak suka," Cebik Angga
"Lo kayaknya semenjak andi pulang dari luar negeri mulai nambah deh ngeselinnya,kalo biasanya si rendy gak ada lawan sekarang udah ada lo dan andi yang jadi muridnya si rendy" Terang sean dengan muka kesal nya
Jihan dan Angga hanya tertawa melihat sean yang tampak kesal
"lo ngapain kesini pagi-pagi" Lanjut sean
"Gue mau ijin ajak jihan ke kampus buat pendaftaran nya" Jawab Angga
Angga memang sudah mendaftarkan jihan dan sahabatnya di kampus yang sama dengan sean dan rendy
Jika jihan baru masuk sedangkan sean sudah mau lulus,tapi sean akan tetap di kampus itu karna sean juga merangkap sebagai dosen dan pemilik yayasan.
Angga sengaja mengajak jihan karna jihan langsung yang meminta Angga untuk membantu nya,jihan masih belum siap jika status nya sebagai istri sean di ketahui oleh publik.
Jihan ingin menjalani kehidupannya dengan normal tanpa pandangan status sosial.itu sebabnya dia masih belum mau mempublikasikan hubungan mereka
***
"Mas,,aku berangkat dulu ya" Pamit jihan saat berada di teras rumahnya
"Iya hati-hati jangan banyak tingkah,ingat itu ada kecebong yang kamu bawa" sean mengingatkan jihan tentang keadaannya
"Anak sendiri di bilang kecebong,emang kamu kodok?" Ucap jihan tak terima dengan perkataan sean yang mengatakan janin jihan sebagai kecebong
"Ya udah aku berangkat yaa,Assalamualaikum" Ucap jihan yang di balas salam juga oleh sean